<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446</id><updated>2012-02-16T12:05:02.095-08:00</updated><category term='high desert'/><category term='Pelajaran Berharga'/><category term='harga diri'/><category term='cerita motivasi'/><category term='intisari hidup'/><category term='Perempuan Yg Dicintai Suamiku'/><category term='chicken soup for the soul'/><category term='Kisah Hidup'/><category term='bacaan indah'/><category term='Misteri Hari Esok'/><category term='motivasi hidup'/><category term='Hasrat'/><category term='cerita Inspirasi'/><category term='Khasana hidup'/><category term='Komitmen dan Keberanian'/><category term='renungan hidup'/><category term='belajar sabar'/><category term='susunan kehidupan'/><category term='renungan indah'/><category term='Hargai Waktu'/><category term='Kado terindah'/><category term='Kegagalan adalah Ibu Kandung dari Kesuksesan'/><title type='text'>Chicken Soup for the Soul</title><subtitle type='html'>Kumpulan Cerita Motivasi, Renungan hidup, Renungan indah, Chicken soup for the soul, Motivasi hidup, Mutiara kata, Bacaan yang bagus yang di ambil dari berbagai sumber di internet.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>92</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-7565100725049893734</id><published>2010-03-22T21:21:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T21:23:44.281-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>KISAH PERJALANAN CINTA YANG MENGHARUKAN</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu butuh kesabaran…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjadi perempuan yg paling bahagia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan kami sederhana namun meriah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan &amp;amp; mapan pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu &amp;amp; adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang &amp;amp; malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, “Assalammu’alaikum” dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum”, ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sibuk membersihkan &amp;amp; mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, ”lebih baik kau pulang saja, ada&lt;br /&gt;kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah ataupun tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya, ”Ada apa kamu memanggilku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata, ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjawab, ”Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku”, jawabnya tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?“, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang &amp;amp; cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena suamiku sangat sayang padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, “kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik aku tutupi dulu tetang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menulis, “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengeelus wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuakudan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, “Loe pikir aja sendiri!!!”. Telpon pun langsung terputus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya &amp;amp; menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamiku memanggilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, ada apa Yah!” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lusa kita siap-siap ke Sabang ya.” Jawabnya tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa? Mengapa?”, sahutku penuh dengan keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan ”Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun pacaran, lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk ibu &amp;amp; adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha”. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ada apa ya Nek?” sahutku dengan penuh tanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek pun menjawab, “Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau.” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya”, neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, “kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau&lt;br /&gt;kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fish, jawab!.” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lalu bertanya kepada suamiku, “Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku menjawab, ”Dia Desi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, ”Kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mertuaku menjawab, “Pernikahannya 2 minggu lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok”, setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, “sudah tidak cantikkah aku ini?“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, “terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hatiku bertanya, “mengapa ia sangat cuek?” dan ia sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, “sudah malam, kita istirahat yuk!“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sholat isya dulu baru aku tidur”, jawabku tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Aku&lt;br /&gt;save di mydocument yang bertitle “Aku Mencintaimu Suamiku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu sudah siap?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu..”, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba suamiku menjawab “Lalu apa Bunda?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?”, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengangguk dan berkata, ”Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?”, sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tersenyum sambil berkata, ”Kita liat saja nanti ya!”. Dia memelukku dan berkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, “Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina Ayah.” Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata, ”Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, ”bunda baik-baik saja kan?” tanyanya dengan penuh khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun menjawab, “bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang“. Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, “Ayah jangan!!”, tapi aku ingat akan kondisiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya… aku kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, “maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun berkata, “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois.” Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu suamiku berkata, ”Bun, ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat “seperti itu” dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“seperti itu”). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya menjawab, “Aku sudah ceritakan itu kan Yah. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun dilarikan ke rumah sakit..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasakan tanganku basah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, ”Bunda, Ayah minta maaf…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkata dengan suara yang lirih, ”Yah, bunda ingin pulang.. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang banget sama Ayah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu, ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma? Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dihina oleh mereka ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Ayah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diusir dari rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak boleh merawat suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat marah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan&lt;br /&gt;ibunya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak mau sakit hati lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau Maha Adil..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus sadar diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah.. aku masih tak rela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku harus ikhlas menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ajal ini menjemputku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah.. aku kangen ayah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=====================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda akan selalu hidup dihati ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda, kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka. Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggulah Ayah disana Bunda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Sayang Bunda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : dari internet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-7565100725049893734?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/7565100725049893734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2010/03/kisah-perjalanan-cinta-yang-mengharukan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7565100725049893734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7565100725049893734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2010/03/kisah-perjalanan-cinta-yang-mengharukan.html' title='KISAH PERJALANAN CINTA YANG MENGHARUKAN'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-269571334627252236</id><published>2010-03-22T20:19:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T20:20:33.759-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>BUKANKAH KITA TIDAK SEMPURNA!</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bertahun-tahun yang lalu, Aku berdoa kepada Tuhan untuk memberikan pasangan hidup, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan menjawab. Tidak hanya Aku meminta kepada Tuhan, Aku menjelaskan kriteria pasangan yang kuinginkan. Aku menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Aku bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini kuimpikan. Sejalan dengan berlalunya waktu, Aku menambahkan daftar kriteria yang kuinginkan dalam pasanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hatiku," Hamba-Ku, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan. " Aku bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia menjawab, " Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar." " Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak&lt;br /&gt;mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dari-Mu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah adil bagi-Ku untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ia berkata kepadaku, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama&lt;br /&gt;ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat tumbuh bersamamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : dari internet&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-269571334627252236?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/269571334627252236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2010/03/bukankah-kita-tidak-sempurna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/269571334627252236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/269571334627252236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2010/03/bukankah-kita-tidak-sempurna.html' title='BUKANKAH KITA TIDAK SEMPURNA!'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-6395618303707775005</id><published>2010-03-22T20:13:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T20:15:24.558-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>SEKEDAR PERENUNGAN - SAYANGI ORANG-ORANG DI SEKITARMU</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lima tahun yang lalu, Alloh telah memanggil orang yang kusayangi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surga, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh... aku harus menyediakan makan untuknya. Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja. Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan..... di sanalah sumber 'masalah'nya ... sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh..! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya ... Karena aku takut mie'nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainan saya ... Saya minta maaf Ayah ... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku ... tetapi, saya tidak ingin anak saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangis saya. Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur. Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto ibu yang dikasihinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.&lt;br /&gt;Namun... belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal.... Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia diam saja lalu mengatakan, "Aku minta maaf, Ayah". Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara "pertunjukan bakat" yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu..... Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahu saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim dingin,dan hari raya idul fitri pun telah tiba. tapi astagfirulloh, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus. Mereka menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun saya sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bias menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena saya merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : "Maaf, Ayah". Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah saya mendorong anak saya ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya? Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : "Surat-surat itu untuk ibu.....". Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. .... tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: "Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?" Jawaban anakku itu : "Aku telah menulis surat buat ibu untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus". Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakana .... Aku bilang pada anakku, "Nak, ibu sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk ibu, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada ibu. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi.... saya jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ibu sayang', Saya sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara 'Pertunjukan Bakat' di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut. Tapi kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi. Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencari saya, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya. Ibu, setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Saya pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua, saya rasa. Tapi ibu, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah ibu muncul dalam mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat ibu? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi ibu, mengapa engkau tak pernah muncul?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena saya tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istri saya ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk para suami, yang telah dianugerahi seorang istri yang baik, Untuk para istri, yang telah dianugerahi seorang suami yang baik atau untuk calon ibu atau bapak, yang penuh kasih sayang terhadap anak-anaknya selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu, membimbingmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu. Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: dari internet&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-6395618303707775005?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/6395618303707775005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2010/03/sekedar-perenungan-sayangi-orang-orang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/6395618303707775005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/6395618303707775005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2010/03/sekedar-perenungan-sayangi-orang-orang.html' title='SEKEDAR PERENUNGAN - SAYANGI ORANG-ORANG DI SEKITARMU'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-6718927692268389221</id><published>2010-03-19T22:38:00.001-07:00</published><updated>2010-03-19T22:45:04.135-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Ekspresi tanpa dosa</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat sedang tidur?&lt;br /&gt;Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia tidur sudah tak akan tampak wajah bengisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inlah rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda. Hmm..kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu kini kasar karena terpaan hidup yang keras. Oang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata-mata karena rasa kasih dan sayangnya itu sering kita salah artika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu : Ayah, Ibu , suami , istri, kakak, adik, anak, sahabat, semuanya. Rasakan sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakan energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu. Raskan getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang talah dilakukan orang-orang itu untuk kebagaiaan anda. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalah pahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. dan Ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkapkan segalanya. Tanpa kata, tanpa suara dia berkata : ” betapa lelahnya aku hari ini.” dan penyebab lelah itu ? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah suami yang bekerja keras mencari nafkah dan istri yang&lt;br /&gt;bekerja mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;renungan untuk kita semua…&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Resapilah kenangan2 manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah2 mereka… Rasakan betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua… Bayangkan apa yang akan terjadi jika esok hari mereka ” orang2 terkasih itu ” tak membuka matanya, selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: dari internet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-6718927692268389221?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/6718927692268389221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2010/03/ekspresi-tanpa-dosa_19.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/6718927692268389221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/6718927692268389221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2010/03/ekspresi-tanpa-dosa_19.html' title='Ekspresi tanpa dosa'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-8341504854679327180</id><published>2009-08-24T20:36:00.000-07:00</published><updated>2009-08-24T20:37:44.804-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Ciuman Terakhir untuk Ayah</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Rapat Direksi baru saja berakhir. Bob mulai bangkit berdiri dan menyenggol meja sehingga kopi tertumpah keatas catatan-catatannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Waduhhh, memalukan sekali aku ini, di usia tua kok tambah ngaco..”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Semua orang ramai tergelak tertawa, lalu sebentar kemudian, kami semua mulai menceritakan Saat-saat yang paling menyakitkan di masa lalu dulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Gilirannya kini sampai pada Frank yang duduk terdiam mendengarkan kisah lain-lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Ayolah Frank, sekarang giliranmu. Cerita dong, apa saat yang paling tak enak bagimu dulu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Frank tertawa, mulailah ia berkisah masa kecilnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Aku besar di San Pedro. Ayahku seorang nelayan, dan ia cinta amat pada lautan. Ia punya kapalnya sendiri, meski berat sekali mencari mata pencaharian di laut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ia kerja keras sekali dan akan tetap tinggal di laut sampai ia menangkap cukup ikan untuk memberi makan keluarga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bukan cuma cukup buat keluarga kami sendiri, tapi juga untuk ayah dan ibunya dan saudara-saudara lainnya yang masih di rumah.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ia menatap kami dan berkata, “Ahhh, seandainya kalian sempat bertemu ayahku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ia sosoknya besar, orangnya kuat dari menarik jala dan memerangi lautan demi mencari ikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Asal kau dekat saja padanya, wuih, bau dia sudah mirip kayak lautan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ia gemar memakai mantel cuaca-buruk tuanya yang terbuat dari kanvas dan pakaian kerja dengan kain penutup dadanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Topi penahan hujannya sering ia tarik turun menutupi alisnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tak perduli berapapun ibuku mencucinya, tetap akan tercium bau lautan dan amisnya ikan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Suara Frank mulai merendah sedikit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Kalau cuaca buruk, ia akan antar aku ke sekolah. Ia punya mobil truk tua yang dipakainya dalam usaha perikanan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Truk itu bahkan lebih tua umurnya daripada ayahku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bunyinya meraung dan berdentangan sepanjang perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sejak beberapa blok jauhnya kau sudah bisa mendengarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Saat ayah bawa truk menuju sekolah, aku merasa menciut ke dalam tempat duduk, berharap semoga bisa menghilang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hampir separuh perjalanan, ayah sering mengerem mendadak dan lalu truk tua ini akan menyemburkan suatu kepulan awan asap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ia akan selalu berhenti di depan sekali, dan kelihatannya setiap orang akan berdiri mengelilingi dan menonton.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Lalu ayah akan menyandarkan diri ke depan, dan memberiku sebuah ciuman besar pada pipiku dan memujiku sebagai anak yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku merasa agak malu, begitu risih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Maklumlah, aku sebagai anak umur dua-belas dan ayahku menyandarkan diri kedepan dan menciumi aku dan berkata “Selamat tinggal!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Frank berhenti sejenak lalu meneruskan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Aku ingat hari ketika kuputuskan aku sebenarnya terlalu tua untuk suatu kecupan selamat tinggal. Waktu kami sampai kesekolah dan berhenti, seperti biasanya ayah sudah tersenyum lebar. Ia mulai memiringkan badannya kearahku, tetapi aku mengangkat tangan dan berkata, ‘Jangan, ayah.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Itu pertama kali aku berkata begitu padanya, dan wajah ayah tampaknya begitu terheran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku bilang, ‘Ayah, aku sudah terlalu tua untuk ciuman selamat tinggal. Sebetulnya sudah terlalu tua bagi segala macam kecupan.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ayahku memandangiku untuk saat yang lama sekali, dan matanya mulai basah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Belum pernah kulihat dia menangis sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ia memutar kepalanya, pandangannya menerawang menembus kaca depan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;‘Kau benar,’ katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;‘Kau sudah jadi pemuda besar……seorang pria. Aku tak akan menciumimu lagi.’”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Wajah Frank berubah jadi aneh, dan air mata mulai memenuhi kedua matanya, ketika ia melanjutkan kisahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Tidak lama setelah itu, ayah pergi melaut dan tidak pernah kembali lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Itu terjadi pada suatu hari, ketika sebagian besar armada kapal nelayan merapat di pelabuhan, tapi kapal ayah tidak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ia punya keluarga besar yang harus diberi makan. Kapalnya ditemukan terapung dengan jala yang separuh terangkat dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;separuhnya lagi masih ada di laut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pastilah ayah tertimpa badai dan ia mencoba menyelamatkan jala dan semua pengapung-pengapung nya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Aku mengawasi Frank dan melihat air mata mengalir menuruni pipinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Frank menyambung lagi, “Kawan-kawan, kalian tak bisa bayangkan apa yang akan kukorbankan sekedar untuk mendapatkan lagi sebuah ciuman pada pipiku…. untuk merasakan wajah tuanya yang kasar…… untuk mencium bau air laut dan samudra padanya….. untuk merasakan tangan dan lengannya merangkul leherku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ahh, sekiranya saja aku jadi pria dewasa saat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kalau aku seorang pria dewasa, aku pastilah tidak akan pernah memberi tahu ayahku bahwa aku terlalu tua ‘tuk sebuah ciuman selamat tinggal.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;---&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Semoga kita tidak menjadi terlalu tua untuk menunjukkan cinta kasih kita….. pada orang tua kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-8341504854679327180?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/8341504854679327180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/08/ciuman-terakhir-untuk-ayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/8341504854679327180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/8341504854679327180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/08/ciuman-terakhir-untuk-ayah.html' title='Ciuman Terakhir untuk Ayah'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-2639787773681456741</id><published>2009-08-01T01:11:00.000-07:00</published><updated>2009-08-01T01:25:05.401-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Beberapa Motivasi!</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERHATIKAN INTEGRITAS ANDA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan karena anda tak memiliki seorang pun pengikut, anda tak berhak disebut pemimpin. Setiap dari anda tak lepas dari seorang pengikut, yaitu diri anda sendiri. Sebelum memimpin orang lain, anda harus mampu memimpin diri, intelegensi dan perasaan anda sendiri. Pemimpin sejati mencemaskan apa yang terjadi dalam diri sendiri lebih dari apa yang terjadi di belakang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, satukan pikiran, perasaan dan tindakan pada tujuan. Maka anda akan memiliki integritas. Karenanya, pimpinlah diri anda sendiri lebih baik daripada orang lain. Maka anda akan menjadi teladan. Karenanya tunjukkan bahwa anda bertanggung jawab penuh pada diri dan tujuan. Maka anda akan meraih kepercayaan. Tidak ada harga murah bagi sebuah kepercayaan. Hanya integritas kuatlah yang mampu membayarnya tunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANDA MEMERLUKAN KEBERANIAN UNTUK SUKSES&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pucuk-pucuk pohon, semakin tinggi anda berdiri semakin kencang angin menerpa. Seperti puncak-puncak gunung, semakin tinggi anda memanjat, semakin sendiri para pendaki. Berada di atas berarti berada di medan yang semakin berat. Karenanya hanya pendaki-pendaki tangguh saja yang berhasil menjejakkan kakinya di sana. Anda memerlukan keberanian untuk berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus meneguhkan tekad dan memompakan keberanian. Anda tahu apa yang terjadi selama perjalanan menuju keberhasilan. Tak ada jalan mudah. Namun bila anda tak memulainya, anda takkan kemana-mana. Kecuali tetap berada di situ; di lingkaran nol besar anda. Jangan gentar untuk melangkah sekecil apa pun. Tak perlu peduli apakah anda kelak bisa menjejakkan kaki di puncak, jangan sampai anda kehilangan keberanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class="ipbtable" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="border-left: 1px solid rgb(255, 255, 255); padding-left: 10px;" class="post1" id="post-main-1060659427" width="100%" valign="top"&gt;    &lt;!-- THE POST 1060659427 --&gt;    &lt;div class="postcolor" id="post-1060659427"&gt;                                MILIKILAH KECERIAAN KANAK-KANAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan adalah kebahagiaan anda. Dan kebahagiaan haruslah menjadi tujuan anda. Kebijakan sejati mengatakan bahwa kebahagiaan tidak terletak jauh dimana. Kebahagiaan tertanam di dalam diri anda sendiri. Anda hanya perlu menemukannya. Sayangnya kebahagiaan seringkali tertimbun oleh endapan rasa takut dan sedih akibat hal-hal di luar diri anda. Untuk itu anda harus menyingkirkannya; yaitu dengan memutuskan untuk tetap berbahagia. Dunia mungkin membuat anda bersedih namun dunia tak boleh memiliki anda. Di dalam diri anda harus berjuang keras untuk tidak di batasi oleh kejadian luar. Di dalam anda tetap memiliki kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tak anda perhatikan sorot mata antusias anak-anak? Mereka tetap menemukan permainannya meski di tengah panas terik dan hujan lebat. Mereka melakukan itu karena dorongan keceriaan dan kebahagiaan dari dalam diri.&lt;br /&gt;Diri dalam mereka tidak dibatasi oleh dunia luar. Sedangkan orang tua mereka mungkin menggerutu karena teriknya matahari atau lebatnya hujan. Bukankah, orang bijak adalah orang yang tidak kehilangan kegembiraan kanak-kanaknya&lt;!--IBF.ATTACHMENT_1060659427--&gt;      &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Sumber: dari internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="line-height: 100%;font-size:12pt;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Andry/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Andry/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.png" alt="" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-2639787773681456741?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/2639787773681456741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/08/beberapa-motivasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/2639787773681456741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/2639787773681456741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/08/beberapa-motivasi.html' title='Beberapa Motivasi!'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-4472500571648437994</id><published>2009-07-09T23:28:00.000-07:00</published><updated>2009-07-09T23:29:57.203-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Pohon Apel &amp; Anak Manusia</title><content type='html'>&lt;a href="http://renungan-indah.blogspot.com/"&gt;http://renungan-indah.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu . Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap hari nya.Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih . "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu."Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang.... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu." Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang . "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal . Maukah kau menolongku?" Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah.Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi denganku," kata pohon apel.. "Aku sedih ," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang.. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?""Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah ."Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu."Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat ," kata pohon apel. "Sekarang , aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu. "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata."Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki."Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya. Pohon apel itu adalah orang tua kita .Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-4472500571648437994?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/4472500571648437994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/07/pohon-apel-anak-manusia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/4472500571648437994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/4472500571648437994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/07/pohon-apel-anak-manusia.html' title='Pohon Apel &amp; Anak Manusia'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-494208266061127593</id><published>2009-07-06T19:24:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T19:27:18.163-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Belajar Ikhlas</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;Suatu hari seorang bapak tua hendak menumpang bus.&lt;br /&gt;Pada saat ia menginjakkan kakinya ke tangga,&lt;br /&gt;salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pintu tertutup dan bus mulai bergerak dengan cepat, sehingga ia tidak mungkin ia bisa memungut sepatu yang terlepas tadi. Lalu si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan  melemparkannya keluar jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemuda yang duduk dalam bus melihat kejadian itu, dan bertanya kepada si bapak tua, "Aku memperhatikan apa yang Anda lakukan Pak. Mengapa Anda melempakan sepatu Anda yang sebelah juga ?" Si bapak tua menjawab, "Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa&lt;br /&gt;memanfaatkannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si bapak tua dalam cerita di atas memahami filosofi dasar dalam hidup -&lt;br /&gt;jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau&lt;br /&gt;karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kehilangan banyak hal di sepanjang masa hidup. Kehilangan tersebut pada awalnya tampak seperti tidak adil dan merisaukan, tapi itu terjadi supaya ada perubahan positif yang terjadi&lt;br /&gt;dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat di atas tidak dapat diartikan kita hanya boleh kehilangan hal-hal&lt;br /&gt;jelek saja. Kadang, kita juga kehilangan hal baik. Ini semua dapat diartikan: supaya kita bisa menjadi dewasa secara emosional dan spiritual, pertukaran antara kehilangan sesuatu dan&lt;br /&gt;mendapatkan sesuatu haruslah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti si bapak tua dalam cerita, kita harus belajar untuk melepaskan&lt;br /&gt;sesuatu. Tuhan sudah menentukan bahwa memang itulah saatnya si bapak tua kehilangan sepatunya. Mungkin saja peristiwa itu terjadi supaya si bapak tua nantinya bisa&lt;br /&gt;mendapatkan sepasang sepatu yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Satu sepatu hilang. Dan sepatu yang tinggal sebelah tidak akan banyak bernilai bagi si bapak. Tapi dengan melemparkannya ke luar jendela, sepatu gelandangan yang membutuhkan. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkeras mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;Mungkin memang pedih pada awalnya... mungkin butuh bulan berbilang tahun untuk menyeka bening yang terkadang masih mengalir....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kebahagiaan memang tak selamanya... dan kesedihan takkan mengembalikan apa yang telah berlalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal atau seseorang masuk dalam&lt;br /&gt;hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yang lain.&lt;br /&gt;Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk melepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Semoga kita bisa menjadi orang yg ikhlas yang tetap masih bisa memberikan senyum terindah kita pada dunia".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-494208266061127593?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/494208266061127593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/07/belajar-ikhlas.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/494208266061127593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/494208266061127593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/07/belajar-ikhlas.html' title='Belajar Ikhlas'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-7975466051770458990</id><published>2009-06-19T20:25:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T20:33:21.215-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Saat Bertemu...</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;                                 Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.&lt;br /&gt;Karena seumur hidup manusia, teman sejati (sahabat) tak mudah ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bertemu penolongmu,&lt;br /&gt;Ingat untuk berterima kasih padanya.&lt;br /&gt;Karena ialah yang membantu mengubah hidupmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,&lt;br /&gt;Tersenyumlah dengan wajar .&lt;br /&gt;Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bertemu orang yang pernah kau benci,&lt;br /&gt;Sapalah dengan tersenyum.&lt;br /&gt;Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, Baik-baiklah berbincanglah dengannya.&lt;br /&gt;Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,&lt;br /&gt;Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.&lt;br /&gt;Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,&lt;br /&gt;Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya.&lt;br /&gt;Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Saat engkau bertemu seseorang yang saat ini menemanimu seumur hidup (suami / istri) kita,&lt;br /&gt;Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.&lt;br /&gt;Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati yang kau cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: dari internet&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-7975466051770458990?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/7975466051770458990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/06/saat-bertemu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7975466051770458990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7975466051770458990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/06/saat-bertemu.html' title='Saat Bertemu...'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-5164763762246416948</id><published>2009-06-04T03:18:00.000-07:00</published><updated>2009-06-04T03:25:41.545-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelajaran Berharga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Pelajaran Berharga</title><content type='html'>&lt;a href="http://renungan-indah.blogspot.com/"&gt;http://renungan-indah.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mengetahuinya, aku sempat tidak percaya adalah orang di sampingku dapat melakukannya. Sejak berpacaran, dia sungguh baik dan sabar walaupun terkadang agak kekanakan. Terhadap keluargapun dia sangat berbakti dengan rela mengorbankan apapun untuk ibu tercinta. Terlahir sebagai anak dari seorang janda, lika liku kehidupan yang keras pun akhirnya harus dijalani akibat perbuatan sang ayah yg tidak bertanggung jawab. Mungkin itulah penyebab dari sikapnya yang agak kasar dan keras, lingkungan telah mengubahnya.Hari2 yang kami lalui penuh dengan suka duka kehidupan, susah senang kami lalui dan rasakan bersama karena dia hanyalah berasal dari keluarga yang sangat sederhana, semua beban hidup dan keluarga ditanggungnya, sedangkan aku adalah seorang perantau dari daerah seberang.Dia memulai karirnya sebagai salesman di suatu perusahaan besar, pada saat usia penjajakan kami sudah mencapai 2 tahun, kami memutuskan untuk menikah.dan dalam kurun waktu 2 tahun pula ia telah menunjukkan prestasi yang baik di perusahaan dimana tempat ia bekerja sehingga sekarang telah menjadi seorang manager.Dia sangat menyukai anak kecil, makanya pada saat pertama kali dia mengetahui bahwa aku hamil, betapa gembiranya ia, dapat terlihat dari tindakannya yg langsung pada saat itu juga pagi2 sekali menghubungi pihak keluarga kami, satu2 dia telpon hanya untuk mengabarkan kehamilanku.Dia sangat menghargai waktu libur bersamaku terutama sabtu dan minggu, sedari pacaran pun dia tidak mau ada yang mengganggu hari yang baru bisa didapatinya dengan harus melewati 5 hari kerja.Dia sangat tidak menyukai segala sesuatu yang ada hubungannya dengan perselingkuhan karena dia harus dipaksa untuk melihat dan merasakan sendiri pahitnya kehidupan karenanya, makanya dia tidak pernah merestui apapun bentuknya bila berkaitan dengan kata tersebut.Itulah sebabnya aku menempatkan dia sebagai seorang suami yang paling setia kepada istrinya, dan aku merasa beruntung sekali menjadi istrinya.Bahkan kadang2 aku berujar dari dalam hati, suamiku adalah contoh bijak untuk suami2 yang lain.Tapi hari itu semua predikatnya yg selama ini aku kagumi sirna dalam sekejab. Aku tidak percaya hal tersebut dapat menimpa diriku yang sama sekali tidak perna terpikirkan olehku apalagi membayangkannya.Ternyata dia berselingkuh dengan seorang wanita yg jauh lebih muda dariku,kira2 8 tahun. Karyawati seorang customer. pengakuannya sudah 2 minggu hubungan itu dibina. Apapun pembelaannya terhadap hubungan itu, dari tidak ada perasaan apa2 sampai tidak melakukan apa2, aku sudah tidak bisa mencernanya lagi, pikiranku masih terpana pada perbuatannya terhadap penghianatan cinta kami.hari itu dia telah mengorbankan jadwal kami pada hari sabtu untuk mengontrolkan kandunganku yang ternyata dinyatakan ada virus rubella. Dia pergi dengan wanita itu dari pagi hingga malam.Rupanya Tuhan masih ingin menyelamatkan hubungan kami, besoknya wanita itupun menelepon dan diketahui olehku. Percekcokan terjadi sampai akhirnya aku mengucapkan kata2 yang sangat aku jaga untuk tidak mengatakannya, PERCERAIAN.Dahulu dia pernah berkata kepadaku bahwa kalau seseorang bisa berubah dalam waktu singkat, adalah hal yang mustahil, kemungkinan besar itu hanyalahberpura2 kecuali ada sesuatu yang membuat seseorang itu shock.Yang aku rasakan sekarang ini adalah mungkin karena penyebab kedua itu, SHOCK.Dia shock dengan akibat dari perbuatannya yang membuat rumah tangga kami hancur. Sekarang dia telah berubah total, benar2 total sampai akupun serasa tidak lagi mengenali orang yang selama 9 bulan tidur di sampingku. Perubahannya membuatku terheran2, takut kalau itu hanya sementara, aku ingin merasakannya untuk selamanya, belaiannya yang lembut, kata2nya yang manis, panggilan sayangnya yang membuatku merasa tersanjung, aku takut kalau itu hanya sesaat, sikapnya jauh dari sebelumnya. Seperti permintaannya setelah itu, akupun berusaha untuk melupakan penghianatannya meskipun efeknya entah berapa lama baru dapat hilang dari diriku.Aku menjadi minder, menjadi sangat pemalu, malu dan takut untuk bertemu orang yang kami kenal, murung dan sedih bila sudah tiba hari sabtu, trauma walaupun hanya dengan melihat pakaian yang ia kenakan pada hari itu. Tiba2 bisa menangis dan tiba2 bisa murung, suka bermimpi buruk dan menangis di tengah malam. Tapi aku masih tetap bersyukur, karena kejadian itu, hubungan kami menjadi lebih baik dari sebelumnya meski kadangkala aku merasa sedih bila ia lupa untuk bersikap lembut, aku bahkan menganggap sifat asli dari dirinya adalah kelembutan, jadi bila kelembutan itu terlupakan olehnya, aku berusaha untuk menghibur diri bahwa lembut adalah aslinya sedangkan kasar adalah bukan.Aku mengatakan pada diriku sendiri, beri dia kesempatan utnuk memperbaikinya, jangan memojokkannya, beri dia kepercayaan dan dorongan bahwa dia mampu untuk memperbaikinya. Sekarang aku selalu berusaha untuk mengintropeksi diri atas kejadian ini, dari buku2 maupun dari artikel, aku menjadi rajin mencari. Mungkin kemesraan dan kasih sayang kami akan terasa lebih lengkap di hari valentine nanti, aku sudah tidak sabar ingin hari itu cepat2 tiba. suamiku mengatakan ada kejutan untukku, sementara aku juga telah menyiapkan kado istimewa untuknya.---Teman, kadangkala kita tidak pernah tau siapakah dulunya seseorang di depan kita, apakah dia penjahat atau semacamnya, tapi yang terpenting adalah yang sekarang, di depan kita, seorang yang bersahabat dan patut mendapat seonggok pujian. Mencintai tidak selalu memiliki, tetapi bila telah memiliki, hendaknya kita baik2 menjaga dan mencintainya dengan sepenuh jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: dari internet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-5164763762246416948?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/5164763762246416948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/06/pelajaran-berharga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5164763762246416948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5164763762246416948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/06/pelajaran-berharga.html' title='Pelajaran Berharga'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-7632862371234463092</id><published>2009-05-02T02:11:00.000-07:00</published><updated>2009-05-02T02:31:30.439-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='susunan kehidupan'/><title type='text'>Susunan Kehidupan</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore, Zahra sedang duduk bersama ayahnya di ruang keluarga. Keduanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Zahra, gadis kecil berumur 5 tahun itu sedang bermain dengan buku gambarnya. Sedang sang ayah, tampak tekun membaca majalah.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-486"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, Zahra mendekati ayahnya. Ia lalu bertanya, “Ayah, ini gambar apa? Belum selesai ayahnya menjawab, Zahra kembali bertanya, “Kok, hewan ini ada buntutnya? Sang Ayah, dengan sabar menjelaskan semuanya. Disisihkannya majalah di tangannya dan dipeluknya Zahra. &lt;p&gt;Beberapa lama berselang, Ayah lalu berkata, “Baik, kalau sudah selesai, ayo teruskan saja sendiri ya, sayang. Ayah sibuk. Zahra pun kembali ke tempatnya semula.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, belum lima menit usai, Zahra kembali datang dan bertanya banyak hal. Dia mengoceh tentang hewan, hingga hal-hal yang diluar khayalan. Ayah pun mulai tampak segan dengan semua pertanyaan itu. Sebab, ia ingin sekali menyelesaikan bacaannya. “Ah, kalau saja aku bisa menyibukkan anak ini dengan pekerjaan lain, ” gumam Ayah,” tentu, ia tak akan membuatku repot. Begitu pikirnya dalam hati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aha, Ayah pun menemukan ide. Diambilnya gambar rumah dari sebuah majalah lama. Dan diguntingnya gambar itu menjadi beberapa bagian. Ia ingin membuat puzzle!. Tentu, anak umur 5 tahun, akan sulit sekali menyusun puzzle yang bergambar rumah. Ia lalu berkata pada Zahra yang sejak tadi memperhatikannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;” Zahra, sekarang Ayah punya permainan. Ayo, coba susun kembali kertas ini jadi gambar rumah. Nanti, kalau sudah selesai, baru kamu boleh kembali ke sini. (–Hmm..tenanglah aku sekarang. Aku akan bisa menyelesaikan bacaanku, dan ia pasti akan sibuk sekali dengan pekerjaan ini, begitu gumam ayah.–)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiba-tiba. “Aku sudah selesai!” Belum 5 menit berlalu, kini, Zahra sudah kembali dengan susunan gambar rumah itu. Ayah pun bingung, bagaimana bisa ia menyelesaikan tugas yang sulit itu? Ayah lalu bertanya, “Bagaimana caranya kamu menyusun gambar rumah ini? Pasti kamu minta tolong Bunda deh.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mata bulat gadis itu berbinar, “Nggak kok. Aku membuatnya sendiri. Sebab, dibalik gambar ini, ada gambar boneka kesukaanku. Jadi, aku menyusun gambar itu saja. Ini, gambar bonekaku, aku senang sekali dengannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sang Ayah pun terdiam. Ia kalah, dan harus siap kembali menerima semua ocehan gadis kecilnya ini.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sahabat, seringkali, kita menganggap anak-anak dengan naif. Kita kerap meremehkan pola pikir yang mereka miliki. Kita, yang sok dewasa, sering berpendapat, anak kecil, bukanlah guru yang terbaik buat kehidupan. Mereka semua hanyalah penganggu, dan sesuatu yang selalu mengusik setiap ketenangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun sayang, kita kerap salah. Dan Zahra, bisa jadi membuktikannya. Kita, seringkali menganggap dunia ini sebagai sesuatu yang sulit. Dunia, dalam pikiran kita, adalah potongan gambar-gambar yang tak runut. Potongan-potongan itu pulalah yang kita susun dengan perasaan takut. Dunia, bagi kita, adalah tempat segala masalah bersatu. Dan kita merangkainya dengan hati penuh pilu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan kata lain, dunia, bagi kita, adalah layaknya benang kusut, yang penuh dengan keruwetan, ketakteraturan, dan kesumpekan. Dunia, bagi kita yang mengaku dewasa, adalah amarah, angkara, dengki, dan dendam, iri dan maki serta tangis dan nestapa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padahal, kalau kita mau menjenguk sisi lain dunia, ada banyak keindahan yang hadir disana. Ada banyak kenyamanan dan kesenangan yang mampu diwujudkannya. Ya, asalkan kita mau menjenguknya, melihat dengan lebih tekun dan jeli. Mencermati setiap bagian dari dunia yang kita sukai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jalin-jemalin kenyamanan yang dapat dirangkai dalam dunia, adalah sesuatu yang indah. Disana akan kita temukan kesejukan, ketenangan, kesunyian, keteraturan, keterpaduan dan segalanya, asalkan kita mau menjenguknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, mana potongan gambar dunia mana yang akan Anda susun? Dunia yang penuh angkara, atau dunia yang penuh cinta? Dunia yang penuh duri, atau dunia yang penuh peduli? Anda sendirilah yang akan menyusun potongan-potongan gambar itu. Susunan yang Anda pilih, akan membentuk kehidupan Anda.&lt;br /&gt;Selamat menyusun potongan hidup Anda!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: dari internet&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-7632862371234463092?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/7632862371234463092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/05/susunan-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7632862371234463092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7632862371234463092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/05/susunan-kehidupan.html' title='Susunan Kehidupan'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-7800043674649737229</id><published>2009-04-14T19:27:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T19:28:46.668-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hasrat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komitmen dan Keberanian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bacaan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khasana hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Hasrat, Komitmen dan Keberanian</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Namanya Hani. Hani Irmawati. Ia adalah gadis pemalu, berusia 17 tahun. Tinggal di rumah berkamar dua bersama dua saudara dan orangtuanya. Ayahnya adalah penjaga gedung dan ibunya pembantu rumah tangga. Pendapatan tahunan mereka, tidak setara dengan biaya kuliah sebulan di Amerika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada suatu hari, dengan baju lusuh, ia berdiri sendirian di tempat parkir sebuah sekolah internasional. Sekolah itu mahal, dan tidak menerima murid Indonesia. Ia menghampiri seorang guru yang mengajar bahasa Inggris di sana. Sebuah tindakan yang membutuhkan keberanian besar untuk ukuran gadis Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-348"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Aku ingin kuliah di Amerika,” tuturnya, terdengar hampir tak masuk akal. Membuat sang guru tercengang, ingin menangis mendengar impian gadis belia yang bagai pungguk merindukan bulan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk beberapa bulan berikutnya, Hani bangun setiap pagi pada pukul lima dan naik bis kota ke SMU-nya. Selama satu jam perjalanan itu, ia belajar untuk pelajaran biasa dan menyiapkan tambahan pelajaran bahasa Inggris yang didapatnya dari sang guru sekolah internasional itu sehari sebelumnya. Lalu pada jam empat sore, ia tiba di kelas sang guru. Lelah, tapi siap belajar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ia belajar lebih giat daripada kebanyakan siswa ekspatriatku yang kaya-kaya,” tutur sang guru. “Semangat Hani meningkat seiring dengan meningkatnya kemampuan bahasanya, tetapi aku makin patah semangat.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hani tak mungkin memenuhi syarat untuk mendapatkan beasiswa dari universitas besar di Amerika. Ia belum pernah memimpin klub atau organisasi, karena di sekolahnya tak ada hal-hal seperti itu. Ia tak memiliki pembimbing dan nilai tes standar yang mengesankan, karena tes semacam itu tak ada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, Hani memiliki tekad lebih kuat daripada murid mana pun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Maukah Anda mengirimkan namaku?” pintanya untuk didaftarkan sebagai&lt;br /&gt;penerima beasiswa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Aku tak tega menolak. Aku mengisi pendaftaran, mengisi setiap titik-titik&lt;br /&gt;dengan kebenaran yang menyakitkan tentang kehidupan akademisnya, tetapi juga&lt;br /&gt;dengan pujianku tentang keberanian dan kegigihannya,” ujar sang guru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kurekatkan amplop itu dan mengatakan kepada Hani bahwa peluangnya untuk&lt;br /&gt;diterima itu tipis, mungkin nihil.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada minggu-minggu berikutnya, Hani meningkatkan pelajarannya dalam bahasa&lt;br /&gt;Inggris. Seluruh tes komputerisasi menjadi tantangan besar bagi seseorang&lt;br /&gt;yang belum pernah menyentuh komputer. Selama dua minggu ia belajar&lt;br /&gt;bagian-bagian komputer dan cara kerjanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu, tepat sebelum Hani ke Jakarta untuk mengambil TOEFL, ia menerima surat&lt;br /&gt;dari asosiasi beasiswa itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Inilah saat yang kejam. Penolakan,” pikir sang guru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai upaya mencoba mempersiapkannya untuk menghadapi kekecewaan, sang&lt;br /&gt;guru lalu membuka surat dan mulai membacakannya: Ia diterima! Hani diterima&lt;br /&gt;….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Akhirnya aku menyadari bahwa akulah yang baru memahami sesuatu yang sudah&lt;br /&gt;diketahui Hani sejak awal: bukan kecerdasan saja yang membawa sukses, tapi&lt;br /&gt;juga hasrat untuk sukses, komitmen untuk bekerja keras, dan keberanian untuk&lt;br /&gt;percaya akan dirimu sendiri,” tutur sang guru menutup kisahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kisah Hani ini diungkap oleh sang guru bahasa Inggris itu, Jamie Winship,&lt;br /&gt;dan dimuat di buku “Chicken Soup for the College Soul”, yang edisi&lt;br /&gt;Indonesianya telah diterbitkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu kisah ini tidak dipandang sebagai kisah biasa oleh Jack Canfield, Mark&lt;br /&gt;Victor Hansen, Kimberly Kirberger, dan Dan Clark. Ia terpilih diantara lebih&lt;br /&gt;dari delapan ribu kisah lainnya. Namun, bukan ini yang membuatnya istimewa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang istimewa, Hani menampilkan sosoknya yang berbeda. Ia punya tekad. Tekad&lt;br /&gt;untuk maju. Maka, sebagaimana diucapkan Tommy Lasorda, “Perbedaan antara&lt;br /&gt;yang mustahil dan yang tidak mustahil terletak pada tekad seseorang.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda memilikinya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: dari internet&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-7800043674649737229?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/7800043674649737229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/04/hasrat-komitmen-dan-keberanian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7800043674649737229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7800043674649737229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/04/hasrat-komitmen-dan-keberanian.html' title='Hasrat, Komitmen dan Keberanian'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-9090679080338895420</id><published>2009-04-13T18:18:00.000-07:00</published><updated>2009-04-13T18:19:15.309-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegagalan adalah Ibu Kandung dari Kesuksesan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khasana hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Kegagalan adalah Ibu Kandung dari Kesuksesan</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;Dalam mengembangkan usaha bisnis atau karir yang sedang kita perjuangkan, sudah sewajarnya kita berharap semua bisa berjalan lancar tanpa hambatan dan kesulitan yang berarti, tetapi dalam proses perjalanannya tidak jarang kita dihadapkan pada kondisi sulit yang muncul silih berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kondisi sulit menghadang kita, tidak perlu ditanggapi dengan sikap pesimis dan terbeban. Perlu kita yakini dan kita sadari bahwa di setiap kesulitan yang mampu kita atasi, maka bersamaan itu pula akan muncul kesempatan baru yang memungkinkan kita melanjutkan dan memperjuangkan usaha kita hingga mencapai kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi di dalam kenyataannya yang sering terjadi, pada saat kita dihadapkan pada kesulitan, rintangan, kesalahan dan problem yang bermunculan, fighting spirit kita menjadi turun, rapuh, dan mudah menyerah; semuanya terasa begitu berat dan membebani mental, bahkan tidak jarang membuat kita merasa gagal, frustasi, depresi, putus asa, menganggap ini semua merupakan suratan nasib yang memang harus kita alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita mudah menyerah? Mengapa kita cepat merasa gagal? Sebenarnya perasaan di atas ini adalah akibat dari hasil pikiran atau kesadaran tentang proses perjuangan hidup ini yang belum matang.&lt;br /&gt;Jangankan cuma kesulitan yang menghadang, sekalipun kita mengalami kegagalan, ingat setiap kegagalan pasti punya nilai pendidikan tersendiri, seperti kata bijak Mandarin : &lt;i&gt;Shi bai shi cheng gong zhi mu&lt;/i&gt;, kegagalan adalah ibu kandung dari kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu menyadari bahwa kesulitan, kegagalan adalah bagian dari dinamika kehidupan kita. Setiap kegagalan pasti akan membawa hikmah yang setimpal. Kesuksesan sejati adalah kristalisasi dari berbagai macam kesulitan dan kegagalan yang mampu kita atasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu kita dituntut mempunyai "Keuletan Extra". Keuletan yang berarti : tidak sekadar sabar, bertahan, apatis, pasif, pasrah, tetapi "Keuletan" yang di dalamnya mengandung sikap antusias, proaktif, gigih, tegar, berani untuk beraksi terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sikap mental "Keuletan" di atas dapat dipraktekan di setiap tantangan yang muncul, sampai menjadi kebiasaan di kehidupan kita, maka kita akan sadar bahwa hanya melalui Kelemahan, Kesulitan, Kesalahan bahkan kegagalan, barulah kita mempunyai kesempatan untuk mematangkan mental dan menjadi dewasa melalui BELAJAR DALAM ARTI YANG SEBENARNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Saya yang telah kenyang mengunyah kesulitan dan kegagalan, telah menganggap semua ini sebagai vitamin kesuksesan. Bagi setiap orang yang mau sukses tidak mungkin bias bebas dari kegagalan, tidak ada kesuksesan sejati bisa berdiri tegak tanpa kemampuan mengatasi semua kesulitan ataupun kegagalan. Maka, memang benar dan tepat bobot dari kata pepatah klasik "&lt;i&gt;Shi bai shi cheng gong zhi mu&lt;/i&gt;". Kegagalan adalah ibu kandung dari kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: dari internet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-9090679080338895420?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/9090679080338895420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/04/kegagalan-adalah-ibu-kandung-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/9090679080338895420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/9090679080338895420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/04/kegagalan-adalah-ibu-kandung-dari.html' title='Kegagalan adalah Ibu Kandung dari Kesuksesan'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-4484997495559857992</id><published>2009-04-07T23:13:00.000-07:00</published><updated>2009-04-07T23:18:38.292-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='intisari hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Ayah, Betapa Miskinnya Kita</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah&lt;br /&gt;kampung dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa&lt;br /&gt;orang-orang bisa sangat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya. "Bagaimana perjalanan kali ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, sangat luar biasa Ayah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin" kata ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh iya" kata anaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?" tanya ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian si anak menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya saksikan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ke tengah taman kita dan&lt;br /&gt;mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan&lt;br /&gt;mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memiliki patio sampai ke halaman depan,&lt;br /&gt;dan mereka memiliki cakrawala secara utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal&lt;br /&gt;dan mereka memiliki ladang yang melampaui&lt;br /&gt;pandangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita,&lt;br /&gt;tapi mereka melayani sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita membeli untuk makanan kita,&lt;br /&gt;mereka menumbuhkannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan&lt;br /&gt;kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat&lt;br /&gt;untuk saling melindungi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang anak menambahkan "Terimakasih Ayah, telah menunjukkan&lt;br /&gt;kepada saya betapa miskinnya kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus&lt;br /&gt;memikirkan apa yang tidak kita punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan&lt;br /&gt;dambaan bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat kita bertanya apakah yang akan terjadi jika kita semua&lt;br /&gt;bersyukur kepada Tuhan sebagai rasa terima kasih kita atas semua yang&lt;br /&gt;telah disediakan untuk kita daripada kita terus menerus khawatir untuk&lt;br /&gt;meminta lebih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-4484997495559857992?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/4484997495559857992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/04/terima-kasih-ayah-telah-mengingatkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/4484997495559857992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/4484997495559857992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/04/terima-kasih-ayah-telah-mengingatkan.html' title='Ayah, Betapa Miskinnya Kita'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-2031507500997291423</id><published>2009-04-06T20:16:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T20:17:30.166-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar sabar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khasana hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Belajar Sabar</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan mulai menjerit ke arah kami. Supir taxi hanya tersenyum dan melambai pada orang orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat. Maka saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!" Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah... Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, dan seringkali mereka membuangnya kepada anda. Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan. Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka:&lt;br /&gt;Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak.&lt;br /&gt;Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya.&lt;br /&gt;Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-2031507500997291423?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/2031507500997291423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/04/belajar-sabar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/2031507500997291423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/2031507500997291423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/04/belajar-sabar.html' title='Belajar Sabar'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-3370524272562509423</id><published>2009-04-05T19:50:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T19:52:00.889-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Misteri Hari Esok'/><title type='text'>Misteri Hari Esok</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari esok adalah misteri dan tak seorang manusiapun yang bisa mengetahuinya. Orang kita jumpai pada hari ini dalam keadaan segar bugar bisa jadi keesokan harinya sudah terbujur kaku di sebuah peti mati. Bukankah hal yang seperti ini sering kita lihat? Kemarin kita masih ngobrol panjang lebar, tetapi hari ini kita menerima sepucuk surat pemberitahuan kematian dan waktu penguburannya. Tak perlu terkejut, sebab itulah kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat pengetahuan manusia yang terus berkembang, rasanya kita dibuat semakin kagum saja. Penemuan-penemuan mutakhir abad ini menunjukkan bahwa semakin hari semakin hebat saja pengetahuan manusia. Mulai dari alat-alat medis yang memungkinkan mencangkok ginjal, sistem komputer nan canggih, penjelajahan ke ruang angkasa yang sepertinya mustahil dan masih banyak lagi. Tetapi sehebat-hebatnya manusia menciptakan berbagai penemuan mutakhir, mereka tetap saja tak bisa memecahkan misteri hari esok. Kalau sudah berbicara tentang hari esok, maka pengetahuan yang tinggi itu tiba-tiba merosot sampai ke titik nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita boleh jadi orang yang sangat jenius dan brilian dalam segala hal, namun tetap saja kita tak tahu apa yang akan terjadi di hari esok. Hari esok adalah misteri ilahi dan tak ada seorang manusia yang bisa memahami dan memprediksikannya dengan pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita tidak tahu apa yang terjadi di hari esok, sungguh bijaksana kalau kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan yang empunya hari esok. Kita tak bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada hari esok, tapi kita bisa mempersiapkannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-3370524272562509423?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/3370524272562509423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/04/misteri-hari-esok.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/3370524272562509423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/3370524272562509423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/04/misteri-hari-esok.html' title='Misteri Hari Esok'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-945476253320043187</id><published>2009-04-02T18:05:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T18:07:04.302-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Kesombongan Manusia</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah sebuah training, sang trainer memberikan arahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Letakkan kedua tangan kalian di dada kalian masing-masing!" seorang trainer memulai instruksinya.&lt;br /&gt;"Letakkan, trus, dan rapat hingga kalian merasakan detak jantung kalian masing-masing!" lanjut beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun menuruti kata-katanya, kuletakkan kedua tanganku perlahan ke atas dadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucari-cari sebentar, dan akhirnya terasalah detak jantungku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun menunggu instruksi selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Letakkan dan rasakan detak jantung Anda..!!" begitu instruksi beliau, "Jika sudah terasa, sekarang katakan kepada jantung Anda, Berhenti..!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun agak bingung dengan instruksi tersebut namun tak urung kulakukan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakan, dan perintahkan kepada jantung Anda untuk berhenti!, katakan pada ia untuk berhenti!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak mungkin!!' teriakku dalam hati, "Tidak mungkin bisa!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entah, apakah trainer tersebut mendengar apa yang kami rasakan, ia pun melanjutkan kata-katanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihatlah.. rasakanlah..!! bahkan jantung kita pun bukan milik kita...!!",&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu pula, Degg, diri ini kontan tersadar apa maksud dari semua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb,begitu sering diri ini lupa, bahkan jantung, apa yang ada di dalam diri kita ini sekalipun.. bukan milik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, padahal begitu sering kita merasa bahwa kita ada diatas segala-galanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali manusia memandang orang lain lebih rendah, lebih buruk, lebih jelek, ataupun pandangan-pandangan yang semacamnya.&lt;br /&gt;Sering kali pula manusia merasa sangat berkuasa, seolah-olah hidup dan mati orang lain berada di tangannya, tanpa sadar bahwa hidupnya sendiri sekalipun, atau bahkan tubuh nya sendiri pun, bukanlah miliknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman bercerita tentang dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia seorang mahasiswa di Ilmu komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika, ia sedang menyelesaikan sebuah tugas program yang dirasa cukup sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking sulitnya seolah-olah tak banyak dari teman sekelasnya yang bisa mengerjakan.&lt;br /&gt;Ketika ia benar-benar selesai mengerjakan program tersebut, entah karena gembira atau apa, ia pun langsung ber pekik, "Saya Pintar..!!"&lt;br /&gt;Kontan teman disebelahnya langsung menepuk teman ini dengan keras. `Pak!!'&lt;br /&gt;Teman yang memukul ini pun berkata, "Kamu jangan sombong, apa yang kamu miliki ini tidak ada apa-apanya..!, ini semata-mata dari Allah SWT"&lt;br /&gt;Kontan teman yang satu ini pun terdiam, ia beristighfar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, akankah kita menunggu sebuah pukulan keras dari sang Pencipta untuk menyadarkan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, sekali-kali kita tidak akan dibiarkan dengan kesombongan kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titanic, kapal terbesar di era awal abad ke 20. mampu mengangkut 3000 penumpang dari Inggris ke Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki teknologi tercanggih saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah contoh kesombongan ummat manusia dari perkataan pemiliknya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangankan tujuh samudera, bahkan Tuhan pun tidak akan mampu menenggelamkan kapal ini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka di sebuah malam yang dingin, di pelayaran perdananya, kapal ini menabrak sebuah gunung Es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal besar ini pun tenggelam membawa ribuan penumpangnya, beserta kesombongan yang dibawanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah ketika sang pencipta ingin menunjukkan kekuasaanNya atas manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyadarkan bahwa betapa kecil sebenarnya manusia.&lt;br /&gt;Betapa lemah dan tak berdaya-nya seorang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas jika begini, sampai kapan kita harus menunggu kehancuran karena kesombongan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah kita menunggu datangnya adzab untuk menyadarkan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paman saya pernah mengatakan, bahwa kehancuran manusia ada pada saat ia mulai sombong dengan apa yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika manusia berada pada titik tersebut, maka Tuhan akan membalik keadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: dari internet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-945476253320043187?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/945476253320043187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/04/kesombongan-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/945476253320043187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/945476253320043187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/04/kesombongan-manusia.html' title='Kesombongan Manusia'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-5189411436207042966</id><published>2009-03-31T22:02:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T22:04:40.416-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Kebahagiaan itu dibuat Bukan di Cari</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Jika membicarakan kebahagiaan, tentu kita ingat juga kata cinta. Sebab kebahagiaan identik dengan keberadaan cinta. Kita harus&lt;br /&gt;mengetahui diri sendiri, apa yang membuat kita merasa bahagia. Sebab, kebahagiaan harus kita sendiri yang membuat, bukan kita yang mencarinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pabrik kebahagiaan berada di dalam sanubari kita sendiri. Percuma Anda pergi ke ujung dunia untuk mencari kebahagiaan. Kebahagiaan tak akan Anda dapatkan di mana pun, kecuali Anda yang membuat diri berbahagia di mana pun dan kapan pun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Faktor yang paling penting untuk membuat kita tetap sehat, sejahtera, dan bahagia, adalah mencintai dan merasa dicintai.&lt;br /&gt;Bersikaplah realitis dan rencanakan sejumlah mukjizat untuk diri sendiri dan merasakan kebahagiaan itu datang dan terjadi pada kita, sebab cinta itu perlu keutuhan tubuh, pikiran, dan jiwa.&lt;span id="more-651"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cinta seperti segala sesuatu lainnya adalah sebuah pilihan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada setiap saat dalam perjumpaan dengan orang lain, atau dalam setiap pikiran tentang diri kita sendiri, kita memiliki suatu&lt;br /&gt;pilihan: entah untuk menghakimi atau coba untuk mengerti terhadap apa yang sedang dihadapi, yang harus dijalani, dan yang akan&lt;br /&gt;direncanakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Energi Cinta&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cinta adalah energi. Rasakan energi itu mengalir ke dalam bagian tubuh kita, maka kita merasakan satu kehangatan, kedamaian, dan kebahagiaan, memasuki tubuh dan sanubari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan energi cinta itu tidak harus selalu kita dapatkan dari luar. Justru yang paling manjur adalah cinta yang dihasilkan dari diri&lt;br /&gt;kita sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan mencintai dan jujur pada diri kita sendiri tentang arti cinta, maka kita tidak akan menyia- nyiakan cinta yang sudah ada dan ber- tumbuh dalam diri kita. Itulah awal pabrik kebahagiaan berproduksi dalam hati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sering terjadi pada banyak pasangan yang menyia-nyiakan perasaan cinta, yang tadinya menjadi suatu awal untuk keputusan hidup bersama. Kita sering lengah untuk memelihara cinta tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cinta yang dalam adalah dalam bentuk kasih sayang yang bisa kita ibaratkan seperti sebuah otot dalam tubuh kita, semakin dilatih dan dipelihara, maka akan jadi semakin kuat dan semakin bermanfaat untuk melancarkan gerakan dalam hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada saat cinta mulai memudar dan perlahan tapi pasti kasih sayang terhadap pasangan mulai menghilang, maka kita baru sadar bahwa selama ini kita tidak menghargai keberadan cinta pasangan kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di saat kita memiliki penuh, justru kita sia-siakan! Tetapi, di saat kita mulai merasa terancam kehilangan, kita berusaha mati-matian untuk mendapatkan pengakuan bahwa dia harus tetap menjadi milik kita!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sayangnya, dalam berjuang mempertahankan atau mencoba mengembalikan cinta pasangan, yang banyak terjadi adalah kita tidak kembali merebut cinta dengan cinta. Kita salah langkah, salah bertindak, juga salah mengadaptasikan kembali cinta itu pada keharmonisan hubungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka, yang terjadi adalah cinta semakin jauh untuk dikembalikan, semakin jauh untuk diraih, karena kita membuat hubungan menjadi semakin membara dengan argumentasi yang mau menang sendiri, dengan amarah yang panas dan membuat cinta menjadi hanya legenda yang pernah ada dalam hubungan sebagai pasangan. Cinta musnah dibakar api amarah dan cemburu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mudah Sirna&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenapa cinta yang membawa kebahagiaan pada pasangan menjadi begitu mudah sirna? Cinta yang demikian cepat pudar dan akhirnya lenyap dimakan waktu, antara lain adalah cinta yang diawali kata “karena” atau kata “kalau”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cinta bisa abadi dan penuh toleransi jika sudah melebur dan berubah menjadi cinta dimulai dengan kata “walau” atau “walaupun”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh cinta yang diawali kata “karena” adalah “Karena kamu cantik, maka aku mencintaimu! ” Kemudian, “Karena kamu seorang direktur, maka saya mencintaimu! ”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu, contoh cinta yang diawali kata “kalau” adalah “Kalau kamu cinta saya, maka kamu seharusnya memenuhi kebutuhan saya!”&lt;br /&gt;atau “Kalau kamu cinta saya, maka kamu selalu memperhatikan saya!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, bandingkan bunyi kalimat cinta yang diawali kata “walau”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Walaupun hidup kita kekurangan, tetapi saya tetap mencintaimu! ”&lt;br /&gt;Begitu juga dengan, “Walau kamu sekarang di-PHK, saya tetap mencintaimu! ” atau “Walau sekarang kulitmu sudah keriput, aku tetap mencintaimu! ”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyaknya pasangan yang membekali diri untuk hidup bersama dengan cinta berawalan “karena” dan “kalau”, maka keluhan yang paling sering terdengar dalam ruang konsultasi adalah “serumah, tapi terasa asing” dan “setempat tidur, tapi tidak tertarik lagi”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cinta “karena” dan cinta “kalau” mudah pudar dan luntur. Berbeda dengan cinta “walau” yang penuh toleransi, penuh pengertian, bahkan penuh maaf atas apa yang terjadi pada pasangan kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita mampu berkata, “Walau kamu menyakiti saya, tetapi saya tetap menyayangimu. ”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pilihan ada pada diri kita sendiri, mau berbahagia ya berusahalah dan berjuanglah dalam membuat kebahagiaan itu di sanubari kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebab, kebahagiaan itu merupakan energi yang menular. Kita tidak bisa membuat orang di lingkungan kita berbahagia, tanpa diri kita sendiri bahagia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana kita mau membuat orang di sekitar tersenyum, jika kita sendiri tidak mampu tersenyum karena hati penuh energi busuk yang dihasilkan dari amarah, rasa benci, jengkel dan merasa dipermainkan, dan sebagainya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: dari internet&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-5189411436207042966?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/5189411436207042966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/kebahagiaan-itu-dibuat-bukan-di-cari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5189411436207042966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5189411436207042966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/kebahagiaan-itu-dibuat-bukan-di-cari.html' title='Kebahagiaan itu dibuat Bukan di Cari'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-8064096555126802627</id><published>2009-03-28T18:43:00.000-07:00</published><updated>2009-03-28T18:44:54.016-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>50 Tahun Salah Paham</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan, disebuah gedung pertemuan yang amat megah, seorang pejabat senior istana sedang menyelenggarakan pesta ulang tahun perkawinannya yang ke-50. Peringatan kawin emas itu ramai didatangi oleh tamu-tamu penting seperti para bangsawan, pejabat istana, pedagang besar serta seniman-seniman terpandang dari seluruh pelosok negeri. Bahkan kerabat serta kolega dari kerajaan-kerajaan tetangga juga hadir. Pesta ulang tahun perkawinan pun berlangsung dengan megah dan sangat meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berbagai macam hiburan ditampilkan, sampailah pada puncak acara, yaitu jamuan makan malam yang sangat mewah. Sebelum menikmati kamuan tersebut, seluruh hadirin mengikuti prosesi penyerahan hidangan istimewa dari sang pejabat istana kepada istri tercinta. Hidangan itu tak lain adalah sepotong ikan emas yang diletakkan di sebuah piring besar yang mahal. Ikan emas itu dimasak langsung oleh koki kerajaan yang sangat terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hadirin sekalian, ikan emas ini bukanlah ikan yang mahal. Tetapi, inilah ikan kegemaran kami berdua, sejak kami menikah dan masih belum punya apa-apa, sampai kemudian di usia perkawinan kami yang ke-50 serta dengan segala keberhasilan ini. Ikan emas ini tetap menjadi simbol kedekatan, kemesraan, kehangatan, dan cinta kasih kami yang abadi,” kata sang pejabat senior dalam pidato singkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, tibalah detik-detik yang istimewa yang mana seluruh hadirin tampak khidmat menyimak prosesi tersebut. Pejabat senior istana mengambil piring, lalu memotong bagian kepala dan ekor ikan emas. Dengan senyum mesra dan penuh kelembutan, ia berikan piring berisikan potongan kepala dan ekor ikan emas tadi kepada isterinya. Ketika tangan sang isteri menerima piring itu, serentak hadirin bertepuk tangan dengan meriah sekali. Untuk beberapa saat, mereka tampak ikut terbawa oleh suasana romantis, penuh kebahagiaan, dan mengharukan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun suasana tiba-tiba jadi hening dan senyap. Samar-samar terdengar isak tangis si isteri pejabat senior. Sesaat kemudian, isak tangis itu meledak dan memecah kesunyian gedung pesta. Para tamu yang ikut tertawa bahagia mendadak jadi diam menunggu apa gerangan yang bakal terjadi. Sang pejabat tampak kikuk dan kebingungan. Lalu ia mendekati isterinya dan bertanya, “Mengapa engkau menangis, isteriku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tangisan reda, sang isteri menjelaskan, “Suamiku…sudah 50 tahun usia pernikahan kita. Selama itu, aku telah dengan melayani dalam duka dan suka tanpa pernah mengeluh. Demi kasihku kepadamu, aku telah rela selalu makan kepala dan ekor ikan emas selama 50 tahun ini. Tapi sungguh tak kusangka, di hari istimewa ini engkau masih saja memberiku bagian yang sama. Ketahuilah suamiku, itulah bagian yang paling tidak aku sukai.” tutur sang isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat senior terdiam dan terpana sesaat. Lalu dengan mata berkaca-kaca pula, ia berkata kepada isterinya, “Isteriku yang tercinta…50 tahun yang lalu saat aku masih miskin, kau bersedia menjadi isteriku. Aku sungguh-sungguh bahagia dan sangat mencintaimu. Sejak itu aku bersumpah pada diriku sendiri, bahwa seumur hidup aku akan bekerja keras, membahagiakanmu, membalas cinta kasih dan pengorbananmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengusap air matanya, pejabat senior itu melanjutkan, “Demi Tuhan, setiap makan ikan emas, bagian yang paling aku sukai adalah kepala dan ekornya. Tapi sejak kita menikah, aku rela menyantap bagian tubuh ikan emas itu. Semua kulakukan demi sumpahku untuk memberikan yang paling berharga buatmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pejabat terdiam sejenak, lalu ia melanjutkan lagi, “Walaupun telah hidup bersama selama 50 tahun dan selalu saling mencintai, ternyata kita tidak cukup saling memahami. Maafkan saya, hingga detik ini belum tahu bagaimana cara membuatmu bahagia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, sang pejabat memeluk isterinya dengan erat. Tamu-tamu terhormat pun tersentuh hatinya melihat keharuan tadi dan mereka kemudian bersulang untuk menghormati kedua pasangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja, sepasang suami - istri saling mencintai dan hidup serumah selama bertahun-tahun lamanya. Tetapi jika di antaranya tidak ada saling keterbukaan dalam komunikasi, maka kemesraan mereka sesungguhnya rawan dengan konflik. Kebiasaan memendam masalah itu cukup riskan karena seperti menyimpan bom waktu dalam keluarga. Kalau perbedaan tetap disimpan sebagai ganjalan dihati, tidak pernah dibiacarakan secara tulus dan terbuka, dan ketidakpuasan terus bermunculan, maka konflik akan semakin tak tertahankan dan akhirnya bisa meledak. Jika keadaan sudah seperti ini, tentulah luka yang ditimbulkan akan semakin dalam dan terasa lebih menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita haruslah selalu membangun pola komunikasi yang terbuka dengan dilandasi kasih, kejujuran, kesetiaan, kepercayaan, pengertian dan kebiasaan berpikir positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu, gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya. Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-8064096555126802627?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/8064096555126802627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/50-tahun-salah-paham.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/8064096555126802627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/8064096555126802627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/50-tahun-salah-paham.html' title='50 Tahun Salah Paham'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-7842609032690309064</id><published>2009-03-24T18:26:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T18:28:16.461-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Maafkan Aku Bila mengeluh!</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Hari ini, di sebuah bus, aku melihat seorang gadis cantik dengan&lt;br /&gt;rambut indah. Aku iri melihatnya. Dia tampak begitu ceria, dan&lt;br /&gt;kuharap akupun sama. Tiba-tiba dia terhuyung-huyung berjalan. Dia&lt;br /&gt;mempunyai satu kaki saja, dan memakai tongkat kayu. Namun ketika dia&lt;br /&gt;lewat tersenyum. Oh Tuhan, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya&lt;br /&gt;dua kaki. Dunia ini milikku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berhenti untuk membeli bunga lili. Anak laki-laki penjualnya&lt;br /&gt;begitu mempesona. Aku berbicara padanya. Dia tampak begitu gembira.&lt;br /&gt;Seandainya aku terlambat, tidaklah apa-apa. Ketika aku pergi, dia&lt;br /&gt;berkata, "Terimakasih. Engkau sudah begitu baik. Menyenangkan&lt;br /&gt;berbicara dengan orang sepertimu. Lihat saya buta." Oh Tuhan,&lt;br /&gt;maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua mata. Dunia ini milikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, sementara berjalan, aku melihat seorang anak dengan bola mata&lt;br /&gt;biru. Dia berdiri dan melihat teman-temannya bermain. Dia tidak tahu&lt;br /&gt;apa yang bisa dilakukannya. Aku berhenti sejenak, lalu&lt;br /&gt;berkata, "Mengapa engkau tidak bermain dengan yang lain, Nak?" Dia&lt;br /&gt;memandang ke depan tanpa bersuara, lalu aku tahu dia tidak bisa&lt;br /&gt;mendengar. Oh Tuhan, maafkan aku bila aku selalu mengeluh.&lt;br /&gt;Aku punya dua telinga. Dunia ini milikku.&lt;br /&gt;Dengan dua kaki untuk membawa aku ke mana aku mau.&lt;br /&gt;Dengan dua mata untuk memandang matahari terbenam.&lt;br /&gt;Dengan dua telinga untuk mendengar apa yang ingin kudengar.&lt;br /&gt;Oh Tuhan, maafkan aku bila aku selalu mengeluh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-7842609032690309064?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/7842609032690309064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/maafkan-aku-bila-mengeluh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7842609032690309064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7842609032690309064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/maafkan-aku-bila-mengeluh.html' title='Maafkan Aku Bila mengeluh!'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-1060702375588109665</id><published>2009-03-23T01:51:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T01:52:11.752-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Belajar Menahan Ego</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan mobil1.jpg, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja motor.jpgkarena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-1060702375588109665?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/1060702375588109665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/belajar-menahan-ego.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/1060702375588109665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/1060702375588109665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/belajar-menahan-ego.html' title='Belajar Menahan Ego'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-1385269732875111242</id><published>2009-03-16T19:31:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T19:33:14.074-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Ikhlas di Bibir, Belumlah Ikhlas.</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;Kata ikhlas sangat sering kita dengar. Biasanya, kita mengucapkan kata ikhlas tatkala segala upaya yang telah kita lakukan namun hasilnya selalu nihil. Ikhlas baru terucap tatkala kita telah menghadapi kegagalan untuk meraih sesuatu. Ketika kita telah mengalami kegagalan dalam hidup ini, baik itu kebangrutan usaha, dililit utang besar atau berbagai jenis kegagalan lain, barulah kita mengatakan “yaaaaah ikhlaskan saja apa yang telah terjadi”. Begitu pula ketika salah seorang anggota keluarga yang kita amat cintai mengalami masa kritis (dalam keadaan koma) setelah tim medis mengaku pasrah, kita lalu bilang “ikhlaskan saja kalau memang ini jalannya harus pergi”. Dari contoh-contoh diatas jelas kita lihat bahwa, kata ikhlas terucap pada detik-detik terakhir dari sebuah peristiwa adalah musibah. Kalau demikian halnya, berarti kata ikhlas tiada lain ibarat kata-kata terakhir yang selalu terucap dari kita. Itu artinya, kita tidak merasa perlu mengucapkannya pada awal kegiatan, peristiwa atau apapun namanya. Lalu muncul pertanyaan besar, apa perlunya mengucapkan kata ikhlas di awal? Apakah ikhlas itu baru sebatas di bibir atau sudah keluar dari hati?&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Pelopor Industri Kesadaran Indonesia, Erbe Sentanu dalam banyak kesempatan mengatakan, kebiasaan mengatakan, kebiasaan mengatakan dan merasa ikhlas setelah detik-detik terakhir adalah sebuah kebiasaan yang kurang tepat. Kata dia, kita mesti mulai membiasakan diri meng-ikhlas-kan apa yang akan kita lakukan, kerjakan, miliki, sejak awal. Ia lalu memberi contohtatkala kita mengepalkan tangan kita yang artinya ‘ini punyaku’, ‘ini hakku’, kita siap merebut, meraih apa yang kita inginkan. Kepalan tangan yang kuat itu menandakan kita akan berusaha mempertahankan apa yang telah kita raih dengan sekuat tenaga. Lalu, Erbe Sentanu coba mengajak kita membuaka tangan yang tadinya mengepal itu. Artinya, pada saat yang sama kita mesti siap ‘melepaskan’ apa saja yang telah kita raih dengan ikhlas. Contoh ilustrasi penerapan ikhlas dengan mengepalkan dan membuka telapak tangan itu sebuah contoh yang sangat sederhana. Namun sebagian besar dari kita belum menerapkannnya.&lt;/p&gt;Yang lebih dalam, Erbe Sentanu atau yang akrab dipanggil Mas Nunu mengajak kita untuk belajar ikhlas dari hati. “Orang yang hanya berkata ikhlas, itu belumlah ikhlas” katanya. Pikiran dan bibir berucap tanpa keluar dari bahasa hati sama artinya belum ikhlas. Ikhlas itu baru disebut ikhlas apabila sudah keluar dari hati yang paling dalam. Ikhlas itu mesti keluar dari rasa (jantung hati) bukan dari pikiran yang terucap melalui bibir. Rasa ikhlas ini penting dirasakan setiap jika kita ingin menjadikan hidup ini lebih bahagia dalam arti sesungguhnya (bukan sekadar kebahagiaan duniawi). Ikhlas apalagi diimbangi rasa bersyukur akan membuat hidup kita lebih bermakna, bukan hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain. Untuk membuat hidup lebih bermakna, maka sudah saatnya kita selalu ikhlas dan bersyukur termasuk dalam situasi yang sangat tidak menguntungkan sekali pun. Ini memang sulit. Tapi tatkala kita telah membiasakan hal itu, maka anda dan kita semua akan lebih memahami makna sesungguhnya dari hidup ini. Mari kita coba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-1385269732875111242?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/1385269732875111242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/ikhlas-di-bibir-belumlah-ikhlas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/1385269732875111242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/1385269732875111242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/ikhlas-di-bibir-belumlah-ikhlas.html' title='Ikhlas di Bibir, Belumlah Ikhlas.'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-3409755325158076120</id><published>2009-03-14T03:22:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T03:25:06.749-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Untuk Buah Hati Tercinta - Sebuah Renungan</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;Buah hati kita,mereka begitu mendamba perhatian dan kehadiran kita. Namun&lt;br /&gt;mereka tak pandai merangkai kata tuk mengungkap cinta. Mereka juga tidak&lt;br /&gt;mengerti cara membisikkan rasa rindunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda seorang ayah pasti sering mendengar kalimat-kalimat berikut&lt;br /&gt;ini: “Ayah, aku sudah mandi”. ”Aku sudah belajar lho, Pa,”. Apa aku&lt;br /&gt;boleh ikut pergi?” Kalau bapak pulang, bawakan aku es krim ya?” Yang&lt;br /&gt;menjadi pertanyaan adalah bagaimanakah respon kita saat itu? Apakah&lt;br /&gt;tanggapan kita seindah binar mata mereka? Apakah sikap kita semanis&lt;br /&gt;senyum mereka? Apakah jawaban kita sebesar harapan mereka?                                      &lt;br /&gt;Kalau kita seorang ayah, sungguh anak-anak kita itu memerlukan senyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gagah kita. Mereka juga membutuhkan belaian sayang kita. Buah cinta kita&lt;br /&gt;itu selalu merindu dekapan mesra kita. Yakinlah Anda bahwa tutur kata&lt;br /&gt;manis kita amat berarti bagi hatinya. Oleh-oleh yang kita hadiahkan&lt;br /&gt;begitu bermakna bagi jiwa mereka. Ketika kita mengajak mereka bepergian&lt;br /&gt;rasa bangga memenuhi ruang-ruang kalbunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anak-anak, kita para ayah adalah pahlawan. Menurut mereka kita&lt;br /&gt;adalah sosok gagah yang menentramkan hati mereka. Buah hati kita itu&lt;br /&gt;amat bangga terhadap keperkasaan kita. Mereka begitu mendamba perhatian&lt;br /&gt;dan kehadiran kita. Namun mereka tak pandai merangkai kata tuk&lt;br /&gt;mengungkap cinta. Mereka juga tidak mengerti cara membisikkan rasa&lt;br /&gt;rindunya. Mereka mencintai kita para ayah dengan bahasa yang sering tak&lt;br /&gt;mampu kita mengerti. Mereka menyayangi kita dengan gaya yang sering tak&lt;br /&gt;bisa kita pahami. Karena itu kita sering tak menyadari bahwa ada&lt;br /&gt;makhluk-makhluk kecil yang begitu mencintai dan membutuhkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini yang pernah dan masih kita lakukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Saat mereka mendekat, kita sering merasa terusik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketika mereka mengajak bicara, kita sering merasa terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Waktu mereka bertanya, sering hati kita merasa tak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tangisan mereka seperti suara petir bagi telinga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Teriakan mereka bagai badai yang menerjang jiwa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal seperti itulah cara anak-anak mencintai kita. Begitulah cara mereka&lt;br /&gt;menyayangi kita. Dengan cara seperti itulah mereka ingin menyampaikan&lt;br /&gt;bahwa mereka amat membutuhkan kita. Hanya cara seperti itulah yang&lt;br /&gt;mereka mengerti untuk menyentuh cinta kita.&lt;br /&gt;Boleh jadi kita belum mampu menjadi ayah yang indah untuk anak-anak&lt;br /&gt;kita. Saat mereka menangis kita malah membentaknya. Ketika mereka&lt;br /&gt;bertanya kita tidak menggubrisnya. Waktu mereka belajar, kita tidak ada&lt;br /&gt;di sisi mereka. Mereka sakit tanpa ada kita di sisinya. Mereka sedih&lt;br /&gt;tanpa ada yang menghiburnya. Mereka jarang kita belai. Mereka jarang&lt;br /&gt;kita cium. Kadang pekerjaan kita membuat kita tak menyadari bahwa ada&lt;br /&gt;yang menanti-nanti kedatangan kita hingga tertidur di depan pintu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tiba saatnya bagi kita para ayah untuk mengerti bahasa cinta&lt;br /&gt;anak-anak kita. Kita harus memahami gaya mereka dalam mencintai kita.&lt;br /&gt;Dengan demikian kita bisa menjadi seperti yang mereka pinta. Kita mesti&lt;br /&gt;berupaya menjadi seperti yang mereka harapkan. Kita harus menjadi&lt;br /&gt;pendengar yang menyenangkan saat mereka berbicara. Ketika mereka&lt;br /&gt;mendekati kita sehasta, kita mendekati mereka sedepa. Sewaktu mereka&lt;br /&gt;menangis, kita akan mendekapnya dengan penuh cinta. Kita juga tak akan&lt;br /&gt;pernah lelah tuk berbisik mesra, &lt;b&gt;”Nak, ayah mencintaimu,”&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-3409755325158076120?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/3409755325158076120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/untuk-buah-hati-tercinta-sebuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/3409755325158076120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/3409755325158076120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/untuk-buah-hati-tercinta-sebuah.html' title='Untuk Buah Hati Tercinta - Sebuah Renungan'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-524381353685409701</id><published>2009-03-12T19:05:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T19:07:26.917-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harga diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Harga Diri</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;Dalam hidup dan kehidupan kita sering dinasehati tentang kepemilikan harga diri. tiap manusia yang ada didunia ini pasti memiliki harga diri dan tentunya masing-masing orang selalu menginginkan harga diri yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pertumbuhan dan proses kehidupan kita, ternyata tidak mudah dalam membentuk sikap diri yang positif. Karena kita mungkin mempunyai pandangan yang tidak menyenangkan terhadap diri kita sendiri karena pengaruh komentar teman-teman, ortu, saudara atau orang lain. Bisa juga karena kita merasa gagal, tidak dapat berbuat apa-apa, merasa tidak dapat bertanggung jawab terhadap sesuatu yang ditugaskan, atau tidak bisa berkata jujur dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga diri ini sebenarnya tidak hanya menjadi masalah kita, tapi hampir melanda semua orang di semua tingkatan umur. Harga diri pada tingkat apa pun merupakan pengalaman paling pribadi yang berada dalam inti kehidupan kita. Harga diri adalah apa yang kita pikirkan dan rasakan tentang diri kita sendiri, bukan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh orang lain tentang siapa kita sebenarnya. Tak seorang pun yang dapat mengendalikan kita dan memercayai kepercayaan dan kecintaan kita terhadap diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang beranggapan bahwa harga dirinya akan naik jika ia dapat mengekspresikan kemarahannya. Menurutnya, dengan berani marah kepada siapa saja maka orang-orang akan menilainya sebagai seseorang yang keras sehingga setiap orang akan takut dan takluk kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga diri merupakan penilaian dan penghargaan seseorang terhadap dirinya sendiri. Penilaian orang lain dapat memengaruhi bagaimana seseorang bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Tapi yang terutama adalah penilaian terhadap diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga diri yang sesungguhnya adalah merupakan harga diri atas kemuliaan karakter dari kita sendiri kita, yang meliputi keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan kelembutan. Kita dituntut untuk memiliki hal-hal tersebut agar bisa memiliki harga diri yang tinggi yang sesungguhnya. Semuanya itu dapat kita wujudkan melalui pembelajaran setiap hari. Hari-hari yang kita jalani, seharusnya dapat kita jadikan kesempatan untuk mengikis karakter buruk dalam diri kita dan mengembangkan kebiasaan yang baik untuk mewujudkan harga diri yang sesungguhnya. Dengan inilah kita bisa menjadi orang yang benar-benar berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang memiliki harga diri akan lebih bersemangat, lebih mandiri, lebih mampu dan berdaya, sanggup menerima tantangan, lebih percaya diri, tidak mudah menyerah dan putus asa, mudah memikul tanggung jawab, mampu menghadapi kehidupan dengan lebih baik, dan merasa sejajar dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga diri tidak dibawa sejak lahir, tetapi memerlukan proses yang dibentuk sejak lahir karena itu dipengaruhi oleh banyak hal sepanjang hidup kita, misalnya, pengasuhan orangtua atau keluarga, pendidikan yang diterima (baik di sekolah ataupun di luar sekolah), pengalaman-pengalaman yang berarti, prestasi-prestasi yang diraih, orang-orang terdekat (baik saudara maupun orang lain), budaya, lingkungan sosial dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menyedihkan banyak orang mencari kepercayaan dan penghormatan diri ke segala penjuru dunia selain dirinya sendiri sehingga mereka gagal dalam pencarian ini. Kita akan melihat bahwa harga diri yang positif paling baik dipahami sebagai salah satu bentuk dari pencapaian spiritual atau memahami harga diri sebagai suatu kondisi kesadaran. Sehingga kita akan berhenti mengatakan, "Kalau aku memiliki teman yang lebih keren, kalau aku punya pacar lagi, kalau aku mendapatkan penghargaan lagi, kalau aku mendapatkan mobil yang bagus, maka aku akan sungguh-sungguh berbahagia dengan diriku sendiri". Kita akan menyadari bahwa pernyataan itu sangat tidak rasional, maka "semakin banyak" keinginan yang akan mengusik hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mendalami benar hakikat sejati harga diri, maka kita akan tahu bahwa harga diri tidak bersifat kompetitif (persaingan) dan komparatif (perbandingan). Harga diri yang sejati tidak diungkapkan melalui pemujaan diri dengan mengorbankan orang lain atau dengan mengagungkan seseorang jauh lebih unggul dari orang lain atau menyengsarakan orang lain untuk membahagiakan seseorang. Arogansi (kesombongan) dan terlalu mengagungkan kemampuan hanyalah menggambarkan betapa rapuhnya harga diri kita dan bukannya mencerminkan kokohnya harga diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah harga diri yang tepat dapat menjadi semacam magnit yang menyedot semua elemen kesuksesan. Harga diri itu semacam magma yang membangkitkan kembali kekuatan dahsyat dalam diri kita. Hanya dengan harga diri yang tepat kita bisa menatap masa depan dengan penuh kebanggaan. kita layak memperoleh kesuksesan.. mari tempatkan harga diri dalam konteks yang tepat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: dari internet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-524381353685409701?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/524381353685409701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/harga-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/524381353685409701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/524381353685409701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/harga-diri.html' title='Harga Diri'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-7017871266247597156</id><published>2009-03-11T17:55:00.000-07:00</published><updated>2009-03-11T17:57:29.630-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Godaan di Atas Segala Godaan</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;Seorang penyelundup yang sedang buron pergi menemui seorang bijak dan memintanya menyembunyikan barang-barang terlarang dalam rumahnya. Ia yakin berkat kesalehan orang bijak itu, tak seorangpun akan mencurigainya. Orang bijak itu menolak dan meminta penyelundup itu segera keluar dari rumahnya. ”Saya akan memberikan 100 ribu dolar untuk kebaikan Anda, ” kata si penyelundup. Orang bijak itu agak ragu-ragu sebelum mengatakan ”Tidak.” ”200 ribu,” orang bijak itu tetap menolak. ”500 ribu,” orang bijak itu mengambil tongkat dan berteriak, ”Keluar sekarang juga! Kamu sudah sangat dekat dengan harga saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kesadaran yang tepat waktu! Orang bijak itu sadar begitu dirinya tergoda. Kesadaran ini sangat penting. Banyak orang yang tak sadar bahwa dirinya tergoda. Mereka baru sadar setelah segalanya terjadi. Kurangnya latihan seringkali menyebabkan kesadaran datang terlambat. Namun, ada lagi jenis kesadaran yang lebih tinggi tingkatnya daripada ini. Inilah kesadaran sebelum peristiwa apapun terjadi. Anda sadar sepenuhnya akan keberadaan Anda, akan posisi dan kekuasaan yang Anda miliki. Anda sadar sepenuhnya bahwa kedudukan Anda sangat rawan terhadap godaan. Semua jabatan memang rawan godaan. Karena itu Anda harus waspada dan sadar sepenuhnya terhadap segala bentuk godaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pejabat pemerintah akan selalu digoda oleh para pengusaha yang ingin berbisnis. Para penegak hukum akan selalu digoda oleh para pelanggar hukum. Begitu juga dengan anggota legislatif, anggota KPU, anggota Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Mereka harus sadar terhadap politik uang yang selalu mengintai setiap saat. Tak memiliki kedudukan formal pun bukan berarti bebas dari incaran politik uang. Para ilmuwan, cendekiawan, dan pengamat termasuk dalam kategori ini. Banyak pengamat yang dapat dibeli untuk kepentingan orang-orang tertentu. Mereka mau mempertaruhkan kecendekiawanannya untuk membuat polling maupun prediksi-prediksi yang tendensius untuk mempengaruhi opini publik. Jadi, rakyat biasapun tak terkecuali, lebih-lebih menjelang pemilu tahun depan. Semuanya bermuara pada satu kata kunci: uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bijak, Sophocles, pernah mengingatkan kita, ”Tak ada satu halpun di dunia ini yang paling meruntuhkan moral selain uang.” Memang benar, uang adalah alat penggoda terbesar di dunia. Bahkan berbeda dengan jenis penggoda lainnya seperti wanita dan tahta, tidak ada satupun orang di dunia yang tidak membutuhkan uang. Kita semua sibuk mencari uang agar dapat hidup dengan layak. Nah, karena kita memang mencarinya, sangat wajar kalau kita tergoda ketika ada orang yang menawarkan benda tersebut kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godaan terbesar uang adalah merubah pandangan hidup kita dari ”memiliki” menjadi ”dimiliki.’ ‘ Kita memang perlu memiliki uang untuk menjalani hidup, tapi uang hanya berfungsi sebagai alat. Kitalah yang menjadi tuannya. Celakanya, posisi ini sering kali bertukar karena godaan yang ditawarkan uang sangat kuat. Akhirnya kitalah yang ”dimiliki” oleh uang. Tanda-tanda penyakit ini adalah kalau Anda mulai merasa takut kehilangan kedudukan Anda. Ini berarti Anda telah ”dimiliki” oleh uang. Ini akan menghilangkan kebebasan Anda dalam mengungkapkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan kita terhadap uangpun perlu kita telaah lebih jauh. Kita seringkali berpikir secara terbalik yaitu: &lt;b&gt;have -&gt; do -&gt; be&lt;/b&gt;. Kita berusaha memiliki lebih banyak uang (have) agar kita dapat melakukan apa yang ingin kita lakukan (do), dan mengira kalau itu tercapai akan membuat kita lebih bahagia (be). Padahal, yang perlu kita lakukan adalah sebaliknya yaitu &lt;b&gt;be -&gt; do -&gt; have&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama dan utama adalah menjadi diri sendiri (be), kemudian melakukan apa yang harus dilakukan (do) agar dengan begitu kita memiliki apa yang kita inginkan (have). Masalahnya, kita seringkali menyamakan uang dengan kebahagiaan. Padahal, uang adalah apa yang kita dapatkan (have), sementara kebahagiaan adalah sesuatu yang sudah ada di dalam diri kita sendiri (be). Dengan menggunakan urutan be -&gt; do -&gt; have, maka kebahagiaan itulah yang harus ada lebih dulu. Kebahagiaan adalah sesuatu yang bersifat bebas dan tidak tergantung pada apapun yang kita miliki. Banyak orang yang kaya tetapi tak bahagia dan selalu merasa kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya, kawan saya yang kaya mendadak dengan cara memperjual belikan kekuasaannya. Namun alih-alih merasa cukup, istrinya selalu mengeluhkan harga-harga dan biaya hidup yang mahal. Semakin banyak harta yang ia miliki semakin ia merasa kekurangan.&lt;br /&gt;Kawan saya ini juga sangat rentan terhadap stres. Hidupnya penuh dengan ketakutan terhadap perubahan apapun yang mungkin terjadi. Hidup seperti ini memang jauh dari keberkahan. Uang memang bukanlah segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang bijak bahkan selalu mengingatkan kita bahwa yang penting dalam hidup adalah segala sesuatu yang tak dapat dibeli dengan uang: kebahagiaan, cinta, kesehatan, rasa damai dalam hati, rasa percaya dengan orang lain, dan kesadaran yang sempurna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-7017871266247597156?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/7017871266247597156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/godaan-di-atas-segala-godaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7017871266247597156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7017871266247597156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/godaan-di-atas-segala-godaan.html' title='Godaan di Atas Segala Godaan'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-3330555558610976708</id><published>2009-03-10T19:42:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T19:44:28.097-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kado terindah'/><title type='text'>8 Kado Terindah</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat, dan tak perlu membeli!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify" lang="fi-FI"&gt; &lt;span style="color:#6600cc;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;1. Kehadiran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat surat , telepon, foto, faks, e-mail atau chatting. Namun dengan berada di sampingnya. Anda dan ia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify" lang="fi-FI"&gt; &lt;span style="color:#6600cc;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;2. Mendengarkan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab kebanyakan orang lebih suka didengarkan, daripada mendengarkan. Sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar-manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="color:#6600cc;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3. Diam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan.&lt;br /&gt;Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada&lt;br /&gt;seseorang karena memberinya “ruang.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="color:#6600cc;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;4. Kebebasan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta.&lt;br /&gt;Makna kebebasan bukanlah “Kau bebas berbuat semaumu.” Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="color:#6600cc;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;5. Keindahan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Siapa yang tak bahagia jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih&lt;br /&gt;ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;6. Tanggapan Positif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Tanpa sadar, sering kali kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya&lt;br /&gt;pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas&lt;br /&gt;dan tulus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="color:#6600cc;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;7. Kesediaan Mengalah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;8. Senyuman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa.&lt;br /&gt;Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair&lt;br /&gt;hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah.&lt;br /&gt;Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. &lt;span lang="sv-SE"&gt;Kapan terakhir kali Anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang Anda kasihi? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-3330555558610976708?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/3330555558610976708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/8-kado-terindah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/3330555558610976708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/3330555558610976708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/8-kado-terindah.html' title='8 Kado Terindah'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-3967649793587380217</id><published>2009-03-07T02:21:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T02:25:15.157-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Remaslah Tanganku dan Akan Kukatakan Aku Sayang Kamu</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ingatkah ketika masih kecil kamu jatuh dan terluka?&lt;br /&gt;Ingatkah apa yang dilakukan ibumu untuk meringankan rasa sakit?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ibuku, Grace Rose, selalu menggendongku, membawaku ke tempat tidurnya, mendudukkan diriku, lalu mencium “aduh”-ku. Lalu ia duduk di tempat tidur di sampingku, meraih tanganku dan berkata, “Kalau sakit, remas saja tangan Ibu. Nanti akan kukatakan Aku sayang kamu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sering aku meremas tangannya, dan setiap kali, tak pernah luput, aku mendengar kata-kata, “Mary, Ibu sayang kamu.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kadang-kadang aku pura-pura sakit hanya supaya aku memperoleh ritual itu darinya. Waktu aku lebih besar, ritual itu berubah, tapi ia selalu menemukan cara untuk meringankan rasa sakit dan meningkatkan rasa senang yang kurasakan dalam berbagai bagian hidupku.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada hari-hari sulit di SMU, ia akan menawarkan sebatang cokelat almond Hershey kesukaannya saat aku pulang. Semasa usiaku 20-an, Ibu sering menelepon untuk menawarkan piknik makan siang spontan di Taman Eastbrook untuk sekadar merayakan hari cerah dan hangat di Wisconsin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kartu ucapan terima kasih yang ditulisnya sendiri tiba di kotak pos setiap kali ia dan ayahku berkunjung ke rumahku, mengingatkanku betapa istimewanya aku baginya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tapi ritual yang paling berkesan adalah genggamannya pada tanganku saat aku masih kecil dan berkata, “Kalau sakit, remaslah tangan Ibu dan akan kukatakan aku sayang kamu.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Suatu pagi, saat aku berusia akhir 30-an, setelah orangtuaku berkunjung pada malam sebelumnya, ayahku meneleponku di kantor. Ia selalu berwibawa dan jernih saat memberi nasehat, tapi aku mendengar rasa bingung dan panik dalam suaranya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Mary, ibumu sakit dan aku tak tahu harus berbuat apa. Cepatlah datang kemari.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Perjalanan mobil 10 menit ke rumah orangtuaku diiringi oleh rasa takut, bertanya-tanya apa yang terjadi pada ibuku. Saat aku tiba, Ayah sedang mondar-mandir di dapur sementara Ibu berbaring di tempat tidur. Matanya terpejam dan tangannya berada di atas perut. Aku memanggilnya, mencoba menjaga agar suaraku setenang mungkin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Bu, aku sudah datang.”&lt;br /&gt;“Mary?”&lt;br /&gt;“Iya, Bu.”&lt;br /&gt;“Mary, kaukah itu?”&lt;br /&gt;“Iya, Bu, ini aku.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aku tak siap untuk pertanyaan berikutnya, dan saat aku mendengarnya, aku membeku, tak tahu harus berkata apa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Mary, apakah Ibu akan mati?”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Air mata menggenang dalam diriku saat aku memandang ibuku tercinta terbaring di situ tak berdaya. Pikiranku melayang, sampai pertanyaan itu terlintas dalam benakku: ‘Jika keadaannya terbalik, apa yang akan dikatakan Ibu padaku?’&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aku berdiam sejenak yang terasa seperti jutaan tahun, menunggu kata-kata itu tiba di bibirku.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Bu, aku tak tahu apakah Ibu akan mati, tapi kalau memang perlu, tak apa-apa. Aku menyayangimu.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ia berseru, “Mary, rasanya sakit sekali.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lagi-lagi, aku bingung hendak berkata apa. Aku duduk di sampingnya di tempat tidur, meraih tangannya dan mendengar diriku berkata, “Bu, kalau Ibu sakit,remaslah tanganku, nanti akan kukatakan, aku sayang padamu.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ia meremas tanganku.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Bu, aku sayang padamu.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Banyak remasan tangan dan kata “aku sayang padamu” yang terlontar antara aku dan ibuku selama dua tahun berikutnya, sampai ia meninggal akibat kanker indung telur.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita tak pernah tahu kapan ajal kita tiba, tapi aku tahu bahwa pada saat itu, bersama siapa pun, aku akan menawarkan ritual kasih ibuku yang manis setiap kali, “Kalau sakit, remaslah tanganku, dan akan kukatakan, aku sayang padamu.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Salah satu cara untuk mengungkapkan rasa kasih sayang pada orang yang anda cintai adalah dengan memegang dan meremas tangannya dengan lembut. Tindakan itu kadangkala mengandung makna dan arti yang teramat dalam yang hanya dapat dipahami antara anda dan orang yang anda cintai…………. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-3967649793587380217?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/3967649793587380217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/remaslah-tanganku-dan-akan-kukatakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/3967649793587380217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/3967649793587380217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/remaslah-tanganku-dan-akan-kukatakan.html' title='Remaslah Tanganku dan Akan Kukatakan Aku Sayang Kamu'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-8031261718328334289</id><published>2009-03-06T01:19:00.000-08:00</published><updated>2009-03-06T01:24:32.199-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Kisah Anne, Hidup yang berarti</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com                 &lt;br /&gt;Kisah berikut ini dikutip dari buku "Gifts From The Heart for Women"&lt;br /&gt;karangan Karen Kingsbury. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti ceritanya kira-kira sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum mepunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI,karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut bersukacita dengan mereka. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak", kata sang ibu di sela tangisannya. Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut,dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini membuatnya lebih tabah.Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi&lt;br /&gt;akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau&lt;br /&gt;mendonorkan organ bayinya ke orang lain ? Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus bersujud kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Pada mulanya,mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk&lt;br /&gt;menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya. Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne),mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ. Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb&lt;br /&gt;berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian. Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam,&lt;br /&gt;tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati&lt;br /&gt;mereka selamanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=============&lt;br /&gt;Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SESUNGGUHYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun&lt;br /&gt;bahkan seratus tahun.   Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita telah&lt;br /&gt;kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah&lt;br /&gt;berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar2 penting&lt;br /&gt;adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagi&lt;br /&gt;orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai&lt;br /&gt;bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun&lt;br /&gt;berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan.  Tetapi hal terpenting bagi&lt;br /&gt;kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan  bahwa anak2 kita  melakukan&lt;br /&gt;hal2 terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian menjemput  mereka,&lt;br /&gt;mereka akan menuju surga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon KEMURAHAN HATI Anda untuk menyebarkan kisah ini kepada sanak keluarga&lt;br /&gt;Anda, famili, teman2, rekan2 kerja, rekan2 bisnis, atasan, bawahan, sebuah&lt;br /&gt;kelompok organisasi ataupun perusahaan,PELANGGAN,serta siapa saja yang Anda temui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 4 kemungkinan respon dari pihak2 yang telah membaca kisah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTAMA, cuek / tidak peduli / tidak mengerti kisah ini.&lt;br /&gt;KEDUA, tersentuh dengan kisah ini, tetapi tidak melakukan apapun.&lt;br /&gt;KETIGA,tersentuh dengan kisah ini, intropeksi diri, lalu mengubah cara pandang tentang hidupnya.&lt;br /&gt;KEEMPAT, tersentuh, intropeksi diri, mengubah cara pandang  tentang&lt;br /&gt;hidupnya, lalu bergerak aktif untuk memaknai hidupnya sendiri  dengan cara&lt;br /&gt;memberikan makna bagi kehidupan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila di antara sekian banyak orang yang memperoleh kisah ini dari Anda, ada&lt;br /&gt;satu saja yang termasuk kategori nomor EMPAT, ini berarti Anda telah&lt;br /&gt;berhasil mengubah hidup seseorang, dari sekedar  "Hidup" menjadi "Hidup Yang&lt;br /&gt;Lebih Bermakna". Mereka sungguh beruntung dengan kehadiran Anda di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri, Jadikanlah&lt;br /&gt;Kehadiran Anda Di Dunia Ini Sebagai RAHMAT Bagi Orang Banyak dan Bagi&lt;br /&gt;Orang2 Yang Anda Cintai (Ayah, Ibu, Saudara/i,Suami/Istri, Anak2 Anda, Teman &amp;amp; Orang2 di dekat anda)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-8031261718328334289?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/8031261718328334289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/kisah-anne-hidup-yang-berarti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/8031261718328334289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/8031261718328334289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/kisah-anne-hidup-yang-berarti.html' title='Kisah Anne, Hidup yang berarti'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-8775460117008844280</id><published>2009-03-05T01:33:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T01:38:48.474-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Abaikan saja..</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;Tahu kebiasaan buruk yang paling sering dilakukan oleh manusia? Membesar-besarkan masalah kecil bahkan mendramatisirnya begitu rupa! Masalah sepele yang seharusnya diabaikan justru kita ributkan sampai-sampai energi, emosi dan waktu kita terkuras habis. Bahkan persoalan yang tak berarti kita anggap seolah-olah itu mati hidupnya kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda punya kebiasaan ini, Anda tidak sendiri. Sejujurnya, saya juga mengalaminya. Saya terlalu merisaukan dan meributkan hal-hal kecil. Tak hanya itu, saya juga meniupnya keras-keras sampai masalah kecil itu menggelembung dan terlihat menjadi begitu besar. Saya bertindak sebagai aktor yang hebat untuk mendramatisir perkara-perkara sepele. Saya marah besar kalau ada sopir yang tiba-tiba memotong jalan. Saya sebal dengan mereka yang menyerobot antrian panjang dan sekarang berdiri persis di depan saya. Saya jengkel ketika seseorang mulai menggosipkan saya. Saya sering emosi kalau komputer saya sedang rewel dan seolah-olah sedang “mempermainkan” saya. Kegembiraan saya raib seketika dan ini waktunya untuk meledak dalam kemarahan besar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal-hal kecil serupa yang akan mewarnai kehidupan kita setiap hari. Jika kita terus meributkan masalah-masalah kecil ini, tentu hidup kita tak pernah bahagia. Daripada membuat masalah kecil menjadi masalah besar, seharusnya kita memilih untuk mengabaikannya. Daripada mendramatisir masalah sampai hal itu membebani hidup kita, bukankah lebih baik jika kita tidak memusingkan semua hal-hal kecil itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai hal-hal kecil merebut perhatian kita sehingga hal-hal besar menjadi terlupakan. Jangan sampai hal-hal sepele menguras energi kita, sampai-sampai kita tidak punya daya untuk menghadapi masalah yang lebih serius. Jangan salah paham. Saya tidak menyarankan Anda untuk menyepelekan hal-hal kecil dalam hidup Anda. Saya hanya menjaga agar Anda tetap cool walau sedang bete, mengutip istilah anak muda jaman sekarang. Hari ini mungkin kita akan diperhadapkan dengan orang-orang yang sulit dan menjengkelkan. Cuaca mungkin kurang bersahabat. Mobil kesayangan tiba-tiba mogok. Jalanan yang biasanya lancar jadi macet. Jangan ributkan hal-hal kecil itu dan menyulapnya menjadi masalah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah tersenyum ketika harus berhadapan dengan orang yang sangat menjengkelkan Anda pada hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-8775460117008844280?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/8775460117008844280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/abaikan-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/8775460117008844280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/8775460117008844280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/abaikan-saja.html' title='Abaikan saja..'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-8674025144269486037</id><published>2009-03-03T23:54:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T00:02:13.332-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Mengalahkan Rasa Takut</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;Seorang pemuda mendatangi seorang yang bijak untuk meminta nasehat atas permasalahan yang sedang dihadapinya. Pemuda ini adalah seorang yang bekerja sebagai salesman yang menawarkan produk kepada calon konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka bertatap muka, orang bijak ini menanyakan, "Pemuda, bisakah Anda memberitahu saya maksud kedatangan Anda di sini?" Pemuda itu diam sebentar, lalu berkata, "Begini, saya ada sedikit masalah, dan berharap Bapak bisa membantu saya. Saya adalah seorang salesman yang mana penghasilan saya sangat bergantung pada penjualan. Jika pada hari tersebut saya tidak berhasil menutup penjualan apa pun, maka saya tidak akan punya uang sama sekali. Masalahnya saya memiliki rasa takut yang besar, takut untuk menawarkan barang dagangan saya. Hal inilah yang sangat mengganggu saya akhir-akhir ini. Ini membuat saya tidak begitu maksimal dalam pekerjaan saya. Apakah Bapak bisa memberi sedikit saran untuk saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar keluhan salesman tersebut, orang bijak tadi merenung dan memikirkan sesuatu. Tak lama kemudian ia berkata, "Hai, pemuda! Sebenarnya masalahmu bukan masalah yang besar, semua orang juga punya masalah seperti ini. Hanya saja masalahmu sudah mempengaruhi kinerjamu, hingga kamu tidak bisa bekerja secara maksimal. Begini saja, saya akan membawamu ke beberapa tempat dan akan saya tunjukkan bahwa masalahmu tidaklah berarti apa-apa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pergi bersama dengan salesman tersebut ke sebuah café yang menjual segala macam mie. Ia menyuruh pemuda tersebut memesan makanan yang tidak ada, yaitu pizza, empek-empek, gulai kepala ikan dan jus durian. Pemuda tersebut melawan karena pasti akan ditertawakan. Orang bijak berujar, "Lakukan saja apa yang saya suruh. Nanti kamu akan tahu sendiri." Pelayan datang dan bertanya, "Mau pesan apa?" Keringatnya mulai mengalir karena takut. Kemudian dengan terbata-bata ia berkata, "Ma...mau pe...pesan pizza". "Oh, itu kita tak ada, yang lain?" Ia melanjutkan, "Kalau be...begitu pesan empek-empek." Pelayan mulai tersenyum, "Wah, kalau itu juga tak ada". Ia semakin takut, dan mukanya merah padam, "Saya pesan gulai ke...kepala ikan dan jus...jus durian." Pelayan tersebut mulai tersenyum kecil dan berkata, "Mas, kami hanya ada jual mie, yang lain tidak ada, apa mas tidak lihat di depan tadi?" Orang bijak memotong pembicaraan, "Oh. Kita salah, kalau begitu kami tidak jadi pesan, maafkan kami." "Tidak apa-apa. Terima kasih" ujar pelayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka keluar dan menuju tempat lain, yaitu apotik. Orang bijak itu berkata, "Sekarang kamu pergi ke apotik itu dan beli mie instan. "Apaaaa!" kata pemuda itu. Orang bijak tersebut memaksanya pergi. Maka, ia pun pergi meskipun terpaksa. Setiap langkah membuat jantungnya seakan mau lepas saking takutnya. Sesampainya di apotik dan ditanya oleh pegawainya, "Mau beli apa?" Ia bengong dan diam. "Ada yang bisa dibantu?" Ia kaget dan sadar. Ia takut, tapi memberanikan diri bertanya, "Sa...sa...saya mau beli mie instan 1 kotak." "Ha..ha..ha. Aduh, jangan bercanda dong, ini kan apotik" ujar pelayan itu dengan senyum sambil menggaruk kepala. Ia membalas, "Oh. Saya salah tempat. Terima kasih." Ia pun pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak membawanya ke tempat terakhir dan berkata, "Ini yang terakhir." Ia membawa pemuda itu ke toko bahan bangunan dan memberi perintah, "Sekarang beli bubuk kopi 1 kilo!" Pemuda itu lemas, berkata, "Pak, tolong dong. Ini maksudnya apa sih?" "Lakukan dan nanti akan kujelaskan." Kata orang bijak itu. Pemuda itu menuju ke toko dan bertanya, "Pak, tolong bubuk kopi 1 kilo." Pegawai toko terdiam sebentar, memandangnya dengan tatapan aneh dan berkata, "Anda tidak salah nih, ini kan toko besi, kalau bubuk semen ada. Anda salah masuk." "Oh, iya ya. Maaf." Kata pemuda itu dan buru-buru pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun pergi dari toko dan orang bijak itu membawanya ke taman dan duduk. Ia bertanya, "Apakah Anda tahu maksud dari ini semua? Apakah Anda tahu mengapa saya menyuruh Anda melakukan hal-hal yang tak masuk akal?" Pemuda itu menggelengkan kepala. Ia menjawab, "Nak. Kamu lihat tadi. Walaupun kamu memesan yang aneh-aneh, mereka tetap tidak marah, kan? Mereka berpikir kamu hanya bercanda. Itulah yang terjadi padamu. Rasa takutmu terlalu berlebihan. Sebenarnya apa yang kamu takutkan itu jarang terjadi. Kamu memikirkan banyak hal yang kamu takutkan akan terjadi, tetapi kenyataannya itu tidak pernah terjadi. Masalahmu hanya terletak pada dirimu sendiri. Pikiranmu sendiri yang membuat dirimu menjadi takut, padahal belum tentu seperti itu kenyatannya. Semoga pengalamanmu tadi berguna untukmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu tersadar dan senyum menghiasi wajahnya. Ia berkata, "Terima kasih banyak, pak! Sekarang saya tahu, meskipun saya tadi meminta hal-hal yang aneh, mereka tidak marah. Seharusnya saya tidak boleh takut lagi, karena apa yang saya tawarkan itu masuk akal, bukan menawarkan barang yang aneh-aneh. Terima kasih, pak, hal ini membuat saya sadar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang pasti memiliki yang namanya ketakutan. Ketakutanlah yang menjadi musuh setiap orang dalam usahanya meraih sukses. Untuk meraih sukses, pasti dibutuhkan action atau tindakan nyata untuk mewujudkannya. Sayangnya, rasa takut membuat sebagian orang berhenti. Kadang-kadang, rasa takut tersebut terlalu besarnya, sehingga mempengaruhi kinerja dan performa seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu Anda ketahui bahwa orang yang sukses bukanlah orang yang tidak mempunyai rasa takut. Mereka juga memilikinya sama seperti Anda. Yang membedakan adalah, mereka tetap bertindak meskipun ketakutan muncul. Sedangkan orang-orang yang gagal membiarkan rasa takut menghentikan mereka. Mereka terlalu memikirkan akibat-akibat yang tak menyenangkan seperti takut ditolak, ditertawakan, diejek, atau dihina. Mereka memikirkan 1001 akibat negatifnya padahal apa yang mereka takutkan sering kali tidak pernah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa takut muncul dari pikiran Anda sendiri, Andalah yang membuat diri sendiri menjadi takut. Jangan biarkan rasa takut mempengaruhi Anda, tetapi taklukkan rasa takut Anda melalui tindakan, sehingga mental Anda akan menjadi semakin baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-8674025144269486037?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/8674025144269486037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/mengalahkan-rasa-takut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/8674025144269486037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/8674025144269486037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/mengalahkan-rasa-takut.html' title='Mengalahkan Rasa Takut'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-2625935566026432069</id><published>2009-03-02T04:49:00.001-08:00</published><updated>2009-03-02T04:50:01.566-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Penyakit Menunda</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com                    &lt;br /&gt;Kerjakanlah apa yang bisa Anda kerjakan hari ini! Jika tidak, Anda akan membayar mahal di kemudian hari. Terlalu berlebihankah? Saya rasa tidak, sebab seringkali saya harus membayar dengan mahal akibat dari penundaan yang pernah saya lakukan. Saya lebih mudah jadi stress ketika melihat setumpuk pekerjaan yang tidak ada hentinya. Saya makin frustasi ketika waktu terus bergulir mendekati dead-line yang sudah ditentukan. Waktu-waktu itulah saya berubah jadi mahkluk yang sangat sensitif. Jangan coba macam-macam dengan saya. Sedikit kata gurauan bisa berarti ucapan serius di telinga saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan yang saya lakukan pun tak ubahnya dengan kegiatan rodi yang sangat menyiksa. Saya kehilangan taste dari setiap pekerjaan yang saya lakukan. Saya sama sekali tidak bisa menikmati pekerjaan di saat terburu-buru seperti itu. Itu semua bermula dari sebuah penundaan yang saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala kita juga melakukan hal yang sama, melakukan penundaan demi penundaan dengan sebuah pemikiran, “ Aku toh bisa mengerjakan keesokan harinya.” Tanpa kita tahu bahwa hari esok sudah memiliki kesibukannya sendiri. Bagi banyak orang hal ini mungkin dianggap sangat sepele, tapi bukankah kadangkala kita kehilangan kesempatan-kesempatan berharga itu berlalu begitu saja hanya karena kita menunda untuk segera melakukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah menunda apa yang bisa kita kerjakan pada hari ini. Ini adalah salah satu prinsip kesuksesan yang sangat penting. Biasakanlah diri untuk selalu menunda-nunda, maka kesuksesan yang kita impikan juga akan tertunda. Napoleon Hill, seorang motivator berkata, “Yang berarti bukan apa yang akan Anda kerjakan melainkan apa yang sedang Anda kerjakan sekarang.” Banyak orang gagal meraih kesuksesan karena penyakit suatu hari. Mereka harusnya bisa meraih kesuksesan pada hari ini, tetapi mereka memilih untuk menundanya dan berkata akan melakukannya pada suatu hari. Apa yang bisa kita kerjakan pada hari ini adalah anugerah Tuhan yang harus kita responi dengan cepat. Jika kita menunda untuk melakukannya, ada kalanya itu berarti kita secara tidak sengaja menolak berkat dan keberhasilan yang diberikan oleh Tuhan bagi kita pada hari ini. Jadi, jangan biasakan untuk melakukan penundaan dan terjangkit dengan penyakit suatu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah menunda apa yang bisa kita kerjakan pada hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-2625935566026432069?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/2625935566026432069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/penyakit-menunda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/2625935566026432069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/2625935566026432069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/03/penyakit-menunda.html' title='Penyakit Menunda'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-920883160069889824</id><published>2009-02-28T20:38:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T20:39:23.921-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>KEHENINGAN Pintu Menuju Kesadaran Sejati</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Keheningan adalah keadaan dalam kesendirian untuk melihat diri dengan mengembangkan keakraban yang lebih mendalam dan lebih luas dengan "Sang Pencipta". Keakraban yang diawali dengan pengenalan dan pemahaman akan diri sendiri kemudian mempercayai dan meyakini diri dalam membimbing diri sendiri. Melatih diri dengan penelusuran diri agar mencapai kearifan bawaan yang berada di dalam inti keberadaan diri yang paling dalam agar dapat berhubungan dengan seluruh realitas yang ada.&lt;/p&gt;Keheningan, kesunyian, kesunyatan tercapai setelah melampui segala macam pengalaman yang menakutkan dalam kegelapan jiwa. pengalaman itu berupa ketakutan akan kehilangan, kematian begitu juga ketakutan melihat bayangan sendiri. Ketakutan itu justru terjadi karena takut melihat bayangan sendiri yang disebabkan oleh ego yang selalu ingin mendominasi. Takut melihat diri begitu penuh denan dosa tumpul, jelek, penuh dengan kemunafikan sehingga kecemasan dan kebingungan selalu menjadi hantu dalam diri.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Keheningan bukanlah hal yang perlu ditakuti meskipuin keheningan berada di dalam kegelapan yang paling kelam. Kegelapan sesungguhnya memberi sumbangan yang berharga untuk merasakan diri karena tidak lagi melihat apa yang ada di luar diri. Masuk ke dalam kegelapan sendiri dengan menghormati setiap perasaan secara mengkhusus sampai ke level sel-sel tubuh merupakan sarana untuk menyongsong revolusi perubahan total pada diri. Melewati proses ini, batin kembali di murnikan seperti muda kembali, penuh semangat untuk melihat kebenaran yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Filosofisnya "Habis gelap terbitlah terang". Orang bijak mengatakan "di mana lagi kalau bukan di kegelapan lampu dapat memancarkan sinarnya".&lt;/p&gt;Di zaman ini banyak orang merasa tidak nyaman dengan kesunyian dan menggantikannya dengan keributan. Orang cenderung mencari hingar-bingar, mengejar-ngejar orang seksi sebagai koleksi, sampai mengkonsumsi obat-obatan terlarang sebagai pelarian. Penipuan-penipuan diri semacam ini sering membohongi diri sendiri dengan dalih segala macam yang akhirnya menyesatkan diri dalam hutan belantara kebingunan. Tidak berani melihat kenyataan hidup akibat dari kebodohan berupa kabut tebal kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kebanyakan orang takut dengan kesendirian, takut pada kesepian. Untuk menemukan diri sejati bukan justru di tempat yang penuh dengan hingar-bingar. Keheningan tidak dapat direkasaya dan tidak ditemukan dalam segala perdebatan maupun pertentangan bahwa yang ini benar yang itu salah. Keheningan tidak dapat diundang maupun dicari melalui pikiran begitu juga melalui perasaan-perasaan yang kacau maupun di tempat yang di huni oleh jiwa yang sedang tergoncang. Keheningan merupakan jalan kehidupan spritual yang berhubungan dengan ketuhanan secara harfiah dengan perasaan yang terpusat "manunggal" pada kesejatian diri. Hanya dalam keheninganlah orang dapat mengamati asal mula pikiran dan kehidupan bukan pada saat mencari, bertanya kesana-kemari maupun melalui bualan yang memboroskan waktu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pikiran yang masih sibuk walaupun berada di tempat yang sunyi tidak mengalami keheningan. Pikiran yang hening adalah pikiran yang telah terbebaskan dari segala keterkaitan (keinginan) untuk mendapatkan apapun. Ini bukan berarti tidak ada usaha melainkan sudah melampui segala usaha. Melampui segala usaha berarti usaha yang telah menyerahkan segalanya kepada kehendak Tuhan. Filosofisnya "Berusaha tanpa usaha". Orang bijak dan penekun kitab suci selalu berkata, "Terjadilah yang harus terjadi, Tuhanlah Yang Maha Tahu dan Maha Besar".&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Orang yang tidak terikat sering kali terlihat acuh tak acuh atau tidak peduli. Sesungguhnya ketidakpeduliannya itulah letak kepeduliannya. Tetap tenang tidak tergoncang, tidak terikat dan tidak dapat dipengaruhi. Ia tidak peduli apa itu baik atau buruk, sukses atau gagal. Kepeduliannya hanya menyerahkan segala sesuatunya kepada kehendak Tuhan. Apapun yang terjadi kalau sudah kehendak Tuhan itulah yang terbaik. Ia telah menyadari bahwa manusia mempunyai tanggung jawab masing-masing dalam menempuh kehidupannya walaupun berjalan bersama-sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Keheningan merupakan pusat sumber hidup yang sesungguhnya. Sumber untuk pemurnian dan transformasi diri dengan melatih diri lewat kesadaran. Pemurnian diri adalah penyingkiran racun-racun kehidupan yang berupa emosi yang tak terkendali, pikiran-pikiran negatif, maupun hubungan-hubungan yang didominasi oleh ego.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-920883160069889824?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/920883160069889824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/keheningan-pintu-menuju-kesadaran.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/920883160069889824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/920883160069889824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/keheningan-pintu-menuju-kesadaran.html' title='KEHENINGAN Pintu Menuju Kesadaran Sejati'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-5453488453982690109</id><published>2009-02-28T20:26:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T20:28:01.827-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Inilah Cinta</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Para penumpang bus memandang penuh simpati ketika wanita muda berpenampilan menarik dan bertongkat putih itu dengan hati-hati menaiki tangga. Dia membayar sopir bus lalu, dengan tangan meraba-raba kursi, dia berjalan menyusuri lorong sampai menemukan kursi yang tadi dikatakan kosong oleh si sopir. kemudian ia duduk, meletakkan tasnya dipangkuannya dan menyandarkan tongkatnya pada tungkainya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setahun sudah lewat sejak Susan, 34, menjadi buta. Gara-gara salah diagnosa dia kehilangan penglihatannya dan terlempar kedunia yang gelap gulita, penuh amarah, frustrasi dan rasa kasihan pada diri sendiri. &lt;span id="more-58"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai wanita yang independen, Susan merasa terkutuk oleh nasib mengerikan yang membuatnya kehilangan kemampuan, merasa tak berdaya dan menjadi beban bagi semua orang disekelilingnya. “Bagaimana mungkin ini bisa terjadi padaku?” dia bertanya-tanya,&lt;br /&gt;hatinya mengeras karena marah. Tetapi, betapapun seringnya ia menangis atau menggerutu atau berdoa, dia mengerti kenyataan yang menyakitkan itu penglihatannya takkan pernah pulih lagi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Depresi mematahkan semangat Susan yang tadinya selalu optimis. Mengisi waktu seharian kini merupakan perjuangan berat yang menguras tenaga dan membuatnya frustrasi. Dia menjadi sangat bergantung pada Mark, suaminya. Mark seorang perwira Angkatan Udara. Dia mencintai Susan dengan tulus. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika istrinya baru kehilangan penglihatannya, dia melihat bagaimana Susan tenggelam dalam keputusasaan. Mark bertekad untuk membantunya menemukan kembali kekuatan dan rasa percaya diri yang dibutuhkan Susan untuk menjadi mandiri lagi. Latar belakang mi&lt;br /&gt;liter Mark membuatnya terlatih untuk menghadapi berbagai situasi darurat, tetapi dia tahu, ini adalah pertempuran yang paling sulit yang pernah dihadapinya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirnya Susan merasa siap bekerja lagi. Tetapi, bagaimana dia akan bisa ke kantornya? Dulu Susan biasa naik bus, tetapi sekarang terlalu takut untuk pergi ke kota sendirian. Mark menawarkan untuk mengantarkannya setiap hari, meskipun tempat kerja mereka&lt;br /&gt;terletak dipinggir kota yang berseberangan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mula - mula, kesepakatan itu membuat Susan nyaman dan Mark puas karena bisa melindungi istrinya yang buta, yang tidak yakin akan bisa melakukan hal-hal paling sederhana sekalipun. Tetapi, Mark segera menyadari bahwa pengaturan itu keliru membuat mereka terburu-buru, dan terlalu mahal. Susan harus belajar naik bus lagi, Mark menyimpulkan dalam hati. tetapi, baru berpikir untuk menyampaikan rencana itu kepada Susan telah membuatnya merasa tidak enak. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Susan masih sangat rapuh, masih sangat marah. Bagaimana reaksinya nanti? Persis seperti dugaan Mark, Susan ngeri mendengar gagasan untuk naik bus lagi. “Aku buta!” tujasnya dengan pahit. “Bagaimana aku bisa tahu kemana aku pergi? Aku merasa kau akan meninggalkanku” Mark sedih mendengar kata-kata itu, tetapi ia tahu apa yang harus dilakukan. Dia berjanji bahwa setiap pagi dan sore, ia akan naik bus bersama Susan, selama masih diperlukan, sampai Susan hafal dan bisa pergi sendiri. Dan itulah yang terjadi. Selama 2 minggu penuh Mark, menggunakan&lt;br /&gt;seragam militer lengkap, mengawal Susan ke dan dari tempat kerja, setiap hari. Dia mengajari Susan bagimana menggantungkan diri pada indranya yang lain, terutama pendengarannya, untuk menemukan dimana ia berada dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang baru. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia menolong Susan berkenalan dan berkawan dengan sopir-sopir bus dan menyisakan 1 kursi kosong untuknya. Dia membuat Susan tertawa, bahkan pada hari-hari yang tidak terlalu menyenangkan ketika Susan tersandung dari bus, atau menjatuhkan tasnya yang penuh berkas di lorong bus. Setiap pagi mereka berangkat bersama-sama, setelah itu Mark akan naik taksi ke kantornya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meskipun pengaturan itu lebih mahal dan melelahkan daripada yang pertama, Mark yakin bahwa hanya soal waktu sebelum Susan mampu naik bus tanpa dikawal. Mark percaya kepadanya, percaya kepada Susan yang dulu dikenalnya sebelum wanita itu kehilangan penglihatannya, wanita yang tidak pernah takut menghadapi tantangan apapun dan tidak akan pernah menyerah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirnya, Susan memutuskan bahwa dia siap untuk melakukan perjalanan itu seorang diri. Tibalah hari senin. Sebelum berangkat, Susan memeluk Mark yang pernah menjadi kawannya 1 bus dan sahabatnya yang terbaik. Matanya berkaca-kaca, penuh air mata syukur karena kesetiaan, kesabaran dan cinta Mark. Dia mengucapkan selamat berpisah. Untuk pertama kalinya mereka pergi kearah yang berlawanan. Senin, Selasa, Rabu, Kamis … Setiap hari dijalaninya dengan&lt;br /&gt;sempurna. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Belum pernah Susan merasa sepuas itu. Dia berhasil ! Dia mampu berangkat kerja tanpa dikawal. Pada hari Jum’at pagi, seperti biasa Susan naik bus ke tempat kerja. Ketika dia membayar&lt;br /&gt;ongkos bus sebelum turun, sopir bus itu berkata :”wah, aku iri padamu”. Susan tidak yakin apakah sopir itu bicara kepadanya atau tidak. Lagipula, siapa yang bisa iri pada seorang wanita buta yang sepanjang tahun lalu berusaha menemukan keberanian untk menjalani hidup? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan penasaran, dia berkata kepada sopir, “Kenapa kau bilang kau iri kepadaku?” Sopir itu menjawab, “Kau pasti senang selalu dilindungi dan dijagai seperti itu”. Susan tidak mengerti apa maksud sopir itu. Sekali lagi dia bertanya.”Apa maksudmu?” Kau tahu minggu kemarin, setiap pagi ada seorang pria tampan berseragam militer berdiri di sudut jalan dan mengawasimu waktu kau turun dari bus. Dia memastikan bahwa kau menyeberang dengan selamat dan dia mengawasimu terus sampai kau masuk ke kantormu. Setelah itu dia meniupkan ciuman, memberi hormat ala militer, lalu pergi. Kau wanita yang beruntung”. kata sopir itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Air mata bahagia membasahi pipi Susan. Karena meskipun secara fisik tidak dapat melihat Mark, dia selalu bisa memastikan kehadirannya. Dia beruntung, sangat beruntung, karena Mark memberikannya hadiah yang jauh lebih berharga daripada penglihatan, hadiah yang tak perlu dilihatnya dengan matanya untuk meyakinkan diri, hadiah cinta yang bisa menjadi penerang dimanapun ada kegelapan. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-5453488453982690109?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/5453488453982690109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/inilah-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5453488453982690109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5453488453982690109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/inilah-cinta.html' title='Inilah Cinta'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-1403596461863225899</id><published>2009-02-27T22:30:00.000-08:00</published><updated>2009-02-27T22:32:13.903-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Cinta yang Tak Pernah Padam selama 60 Thn</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="color:Blue;"&gt;http://renungan-indah.blogspot.com                  &lt;br /&gt;Ketika aku berjalan kaki pulang ke rumah di suatu hari yang dingin, kakiku tersandung sebuah dompet yang tampaknya terjatuh tanpa sepengetahuan pemiliknya. Aku memungut dan melihat isi dompet itu kalau-kalau aku bisa menghubungi pemiliknya. Tapi, dompet itu hanya berisi uang sejumlah tiga Dollar dan selembar surat kusut yang sepertinya sudah bertahun-tahun tersimpan di dalamnya. Satu-satunya yang tertera pada amplop surat itu adalah alamat si pengirim. Aku membuka isinya sambil berharap bisa menemukan petunjuk.&lt;br /&gt;Lalu aku baca tahun “1924″. Ternyata surat itu ditulis lebih dari 60 tahun yang lalu. Surat itu ditulis dengan tulisan tangan yang anggun di atas kertas biru lembut yang berhiaskan bunga-bunga kecil di sudut kirinya. Tertulis di sana, “Sayangku Michael”, yang menunjukkan kepada siapa surat itu ditulis yang ternyata bernama Michael. Penulis surat itu menyatakan bahwa ia tidak bisa bertemu dengannya lagi karena ibu telah melarangnya. Tapi, meski begitu ia masih tetap mencintainya. Surat itu ditandatangani oleh Hannah. Surat itu begitu indah.&lt;br /&gt;Tetapi tetap saja aku tidak bisa menemukan siapa nama pemilik dompet itu. Mungkin bila aku menelepon bagian penerangan mereka bisa memberitahu nomor telepon alamat yang ada pada amplop itu. “Operator,” kataku pada bagian peneragan, “Saya mempunyai permintaan yang agak tidak biasa. Sedang berusaha mencari tahu pemiliki dompet yang saya temukan di jalan. Barangkali anda bisa membantu saya memberikan nomor telepon atas alamat yang ada pada surat yang saya temukan dalam dompet tersebut?”&lt;br /&gt;Operator itu menyarankan agar aku berbicara dengan atasannya, yang tampaknya tidak begitu suka dengan pekerjaan tambahan ini. Kemudian ia berkata, “Kami mempunyai nomor telepon alamat tersebut, namun kami tidak bisa memberitahukannya pada anda.” Demi kesopanan, katanya, ia akan menghubungi nomor tersebut, menjelaskan apa yang saya temukan dan menanyakan apakah mereka berkenan untuk berbicara denganku. Aku menunggu beberapa menit.&lt;br /&gt;Tak berapa lama ia menghubungiku, katanya, “Ada orang yang ingin berbicara dengan anda.” Lalu aku tanyakan pada wanita yang ada di ujung telepon sana, apakah ia mengetahui seseorang bernama Hannah. Ia menarik nafas, “Oh, kami membeli rumah ini dari keluarga yang memiliki anak perempuan bernama Hannah. Tapi, itu 30 tahun yang lalu!” “Apakah anda tahu dimana keluarga itu berada sekarang?” tanyaku. “Yang aku ingat, Hannah telah menitipkan ibunya di sebuah panti jompo beberapa tahun lalu,” kata wanita itu. “Mungkin, bila anda menghubunginya mereka bisa mencaritahu dimana anak mereka, Hannah, berada.” Lalu ia memberiku nama panti jompo tersebut. Ketika aku menelepon ke sana, mereka mengatakan bahwa wanita, ibu Hannah, yang aku maksud sudah lama meninggal dunia. Tapi mereka masih menyimpan nomor telepon rumah dimana anak wanita itu tinggal. Aku mengucapkan terima kasih dan menelepon nomor yang mereka berikan. Kemudian, di ujung telepon sana, seorang wanita mengatakan bahwa Hannah sekarang tinggal di sebuah panti jompo.&lt;br /&gt;“Semua ini tampaknya konyol,” kataku pada diriku sendiri. Mengapa pula aku mau repot-repot menemukan pemilik dompet yang hanya berisi tiga Dollar dan surat yang ditulis lebih dari 60 tahun yang lalu? Tapi, bagaimana pun aku menelepon panti jompo tempat Hannah sekarang berada. Seorang pria yang menerima teleponku mengatakan, “Ya, Hannah memang tinggal bersama kami.” Meski waktu itu sudah menunjukkan pukul 10 malam, aku meminta agar bisa menemui Hannah. “Ok,” kata pria itu agak bersungut-sungut, “bila anda mau, mungkin ia sekarang sedang menonton TV di ruang tengah.”&lt;br /&gt;Aku mengucapkan terima kasih dan segera berkendara ke panti jompo tersebut. Gedung panti jompo itu sangat besar. Penjaga dan perawat yang berdinas malam menyambutku di pintu. Lalu, kami naik ke lantai tiga. Di ruang tengah, perawat itu memperkenalkan aku dengan Hannah. Ia tampak manis, rambut ubannya keperak-perakan, senyumnya hangat dan matanya bersinar-sinar. Aku menceritakan padanya mengenai dompet yang aku temukan. Aku pun menunjukkan padanya surat yang ditulisnya. Ketika ia melihat amplop surat berwarna biru lembut dengan bunga-bunga kecil di sudut kiri, ia menarik nafas dalam-dalam dan berkata, “Anak muda, surat ini adalah hubunganku yang terakhir dengan Michael.” Matanya memandang jauh, merenung dalam-dalam. Katanya dengan lembut, “Aku amat-amat mencintainya. Saat itu aku baru berusia 16 tahun, dan ibuku menganggap aku masih terlalu kecil. Oh, Ia sangat tampan. Ia seperti Sean Connery, si aktor itu.” “Ya,” lanjutnya. Michael Goldstein adalah pria yang luar biasa. “Bila kau bertemu dengannya, katakan bahwa aku selalu memikirkannya, Dan,…….”&lt;br /&gt;Ia ragu untuk melanjutkan, sambil menggigit bibir ia berkata, ……katakan, aku masih mencintainya. Tahukah kau, anak muda,” katanya sambil tersenyum. Kini air matanya mengalir, “aku tidak pernah menikah selama ini. Aku pikir, tak ada seorang pun yang bisa menyamai Michael.” Aku berterima kasih pada Hannah dan mengucapkan selamat tinggal. Aku menuruni tangga ke lantai bawah. Ketika melangkah keluar pintu, penjaga di sana menyapa, “Apakah wanita tua itu bisa membantu anda?” Aku sampaikan bahwa Hannah hanya memberikan sebuah petunjuk, “Aku hanya mendapatkan nama belakang pemilik dompet ini. Aku pikir, aku biarkan sajalah dompet ini untuk sejenak. Aku sudah menghabiskan hampir seluruh hariku untuk menemukan pemilik dompet ini.” Aku keluarkan dompet itu, dompat kulit dengan benang merah disisi-sisinya. Ketika penjaga itu melihatnya, ia berseru, “Hei, tunggu dulu. Itu adalah dompet Pak Goldstein! Aku tahu persis dompet dengan benang merah terang itu. Ia selalu kehilangan dompet itu. Aku sendiri pernah menemukannya dompet itu tiga kali di dalam gedung ini.”&lt;br /&gt;“Siapakah Pak Goldstein itu?” tanyaku. Tanganku mulai gemetar. “Ia adalah penghuni lama gedung ini. Ia tinggal di lantai delapan. Aku tahu pasti, itu adalah dompet Mike Goldstein. Ia pasti menjatuhkannya ketika sedang berjalan-jalan di luar.” Aku berterima kasih pada penjaga itu dan segera lari ke kantor perawat. Aku ceritakan pada perawat di sana apa yang telah dikatakan oleh si penjaga. Lalu, kami kembali ke tangga dan bergegas ke lantai delapan. Aku berharap Pak Goldstein masih belum tertidur. Ketika sampai di lantai delapan, perawat berkata, “Aku pikir ia masih berada di ruang tengah. Ia suka membaca di malam hari. Ia adalah Pak tua yang menyenangkan.” Kami menuju ke satu-satunya ruangan yang lampunya masih menyala. Di sana duduklah seorang pria membaca buku. Perawat mendekati pria itu dan menanyakan apakah ia telah kehilangan dompet. Pak Goldstein memandang dengan terkejut. Ia lalu meraba saku belakangnya dan berkata, “Oh ya, dompetku hilang!” Perawat itu berkata, “Tuan muda yang baik ini telah menemukan sebuah dompet. Mungkin dompet anda?” Aku menyerahkan dompet itu pada Pak Goldstein. Ia tersenyum gembira. Katanya, “Ya, ini dompetku! Pasti terjatuh tadi sore. Aku akan memberimu hadiah.” “Ah tak usah,” kataku. “Tapi aku harus menceritakan sesuatu pada anda. Aku telah membaca surat yang ada di dalam dompet itu dengan harap aku mengetahui siapakah pemilik dompet ini.”&lt;br /&gt;Senyumnya langsung menghilang. “Kamu membaca surat ini?” “Bukan hanya membaca, aku kira aku tahu dimana Hannah sekarang.” Wajahnya tiba-tiba pucat. “Hannah? Kau tahu dimana ia sekarang? Bagaimana kabarnya? Apakah ia masih secantik dulu? Katakan, katakan padaku,” ia memohon. “Ia baik-baik saja, dan masih tetap secantik seperti saat anda mengenalnya,” kataku lembut. Lelaki tua itu tersenyum dan meminta, “Maukah anda mengatakan padaku dimana ia sekarang? Aku akan meneleponnya esok.” Ia menggenggam tanganku, “Tahukah kau anak muda, aku masih mencintainya. Dan saat surat itu datang hidupku terasa berhenti. Aku belum pernah menikah, aku selalu mencintainya.”&lt;br /&gt;“Michael,” kataku, “Ayo ikuti aku.” Lalu kami menuruni tangga ke lantai tiga. Lorong-lorong gedung itu sudah gelap. Hanya satu atau dua lampu kecil menyala menerangi jalan kami menuju ruang tengah di mana Hannah masih duduk sendiri menonton TV. Perawat mendekatinya perlahan.&lt;br /&gt;“Hannah,” kata perawat itu lembut. Ia menunjuk ke arah Michael yang sedang berdiri di sampingku di pintu masuk. “Apakah anda tahu pria ini?” Hannah membetulkan kacamatanya, melihat sejenak, dan terdiam tidak mengucapkan sepatah katapun. Michael berkata pelan, hampir-hampir berbisik, “Hannah, ini aku, Michael. Apakah kau masih ingat padaku?” Hannah gemetar, “Michael! Aku tak percaya. Michael! Kau! Michaelku!” Michael berjalan perlahan ke arah Hannah. Mereka lalu berpelukan. Perawat dan aku meninggalkan mereka dengan air mata menitik di wajah kami. “Lihatlah,” kataku. “Lihatlah, bagaimana Tuhan berkehendak. Bila Ia berkehendak, maka jadilah.”&lt;br /&gt;Sekitar tiga minggu kemudian, di kantor aku mendapat telepon dari rumah panti jompo itu. “Apakah anda berkenan untuk hadir di sebuah pesta perkimpoian di hari Minggu mendatang? Michael dan Hannah akan menikah!” Dan pernikahan itu, pernikahan yang indah. Semua orang di panti jompo itu mengenakan pakaian terbaik mereka untuk ikut merayakan pesta. Hannah mengenakan pakaian abu-abu terang dan tampak cantik. Sedangkan Michael mengenakan jas hitam dan berdiri tegak. Mereka menjadikan aku sebagai wali mereka. Rumah panti jompo memberi hadiah kamar bagi mereka.&lt;br /&gt;Dan bila anda ingin melihat bagaimana sepasang pengantin berusia 76 dan 79 tahun bertingkah seperti anak remaja, anda harus melihat pernikahan pasangan ini. Akhir yang sempurna dari sebuah hubungan cinta yang tak pernah padam selama 60 tahun. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-1403596461863225899?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/1403596461863225899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/cinta-yang-tak-pernah-padam-selama-60.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/1403596461863225899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/1403596461863225899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/cinta-yang-tak-pernah-padam-selama-60.html' title='Cinta yang Tak Pernah Padam selama 60 Thn'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-8143147188710951490</id><published>2009-02-27T03:43:00.000-08:00</published><updated>2009-02-27T03:45:19.677-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Aku dan Adikku - Sebuah renungan</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;coba rekan2 baca kisah ini, sangat menyentuh dan mungkin ada diantara kita yg juga mengalaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning,dan punggung mereka menghadap ke langit.&lt;br /&gt;Aku mempunyai seorang adik, tiga  tahun lebih muda  dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya,Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku.&lt;br /&gt;Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya."Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara.Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian&lt;br /&gt;berdua layak dipukul!"Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.&lt;br /&gt;Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.&lt;br /&gt;Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah&lt;br /&gt;sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa&lt;br /&gt;mendatang? ...&lt;br /&gt;Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung.Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah&lt;br /&gt;terjadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi  insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana&lt;br /&gt;mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku." Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya?Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!" Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam&lt;br /&gt;uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku&lt;br /&gt;yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan&lt;br /&gt;sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan  sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun  itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku  berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan&lt;br /&gt;menertawakanmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku  menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalahadikku&lt;br /&gt;apa  pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu.&lt;br /&gt;Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya.&lt;br /&gt;Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."&lt;br /&gt;Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku.&lt;br /&gt;"Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk&lt;br /&gt; membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu&lt;br /&gt;yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka&lt;br /&gt;pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya."Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya."Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti.&lt;br /&gt;Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.&lt;br /&gt; Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau.&lt;br /&gt;Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun,mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya  menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer?&lt;br /&gt;Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya&lt;br /&gt; seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu&lt;br /&gt;tidak mau mendengar kami sebelumnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah.&lt;br /&gt;Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakkudan baik kepadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah&lt;br /&gt;adikku."&lt;br /&gt;Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan&lt;br /&gt;perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-8143147188710951490?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/8143147188710951490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/aku-dan-adikku-sebuah-renungan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/8143147188710951490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/8143147188710951490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/aku-dan-adikku-sebuah-renungan.html' title='Aku dan Adikku - Sebuah renungan'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-1001183953761112936</id><published>2009-02-24T04:45:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T04:47:01.639-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>SURAT CINTA DARI YANG MAHA KUASA, RENUNGKAN.</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com             &lt;br /&gt;Engkau bangun AKU tahu, engkau mandi AKU tahu, engkau&lt;br /&gt;makan AKU tahu, engkau kerja AKU tahu, engkau tidur&lt;br /&gt;AKU tahu, sampai engkau matipun AKU tahu.. tapi selama hidupmu apakah engkau mau tahu kalau AKU SELALU TAHU ?&lt;br /&gt;Surat CINTA dari Allah SWT&lt;br /&gt;Saat kau bangun pagi hari,AKU memandangmu dan&lt;br /&gt;berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun hanya&lt;br /&gt;sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin ...........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama lima belas&lt;br /&gt;menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU Melihat engkau menggerakkan kakimu..&lt;br /&gt;AKU berfikir engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari ke&lt;br /&gt;telephone dan menghubungi seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU melihatmu&lt;br /&gt;ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan&lt;br /&gt;sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang sekeliling,&lt;br /&gt;mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU,&lt;br /&gt;itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU berikan,&lt;br /&gt;tetapi engkau tidak  melakukannya ............ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap&lt;br /&gt;engkau akan berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang&lt;br /&gt;kerumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan..&lt;br /&gt;Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg ditampilkan.&lt;br /&gt;Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU .........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun namaKU, kau sebut. Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu. AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.&lt;br /&gt;AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain.. AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, do'a, pikiran atau syukur dari hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya ...... engkau bangun kembali&lt;br /&gt;dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini&lt;br /&gt;kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU ........ Tapi yang KU&lt;br /&gt;tunggu ........ tak kunjung tiba ........ tak juga kau menyapaKU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subuh....... . Dzuhur .......&lt;br /&gt;Ashyar .......... Magrib&lt;br /&gt;.......... Isya dan Subuh kembali, kau masih  mengacuhkan AKU .....&lt;br /&gt;tak ada sepatah kata, tak ada seucap do'a,dan tak ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU&lt;br /&gt;..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa salahKU padamu ...... wahai UmmatKU????? Rizki yang KU&lt;br /&gt;limpahkan,  kesehatan yang KU berikan, harta yang KU relakan,&lt;br /&gt;makanan yang KU hidangkan,  anak-anak yang KUrahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKU  ............ . !!!!!!!&lt;br /&gt;Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap berharap&lt;br /&gt;suatu saat engkau akan menyapa KU, memohon perlindungan KU,&lt;br /&gt;bersujud menghadap KU ...... Yang selalu menyertaimu setiap saat&lt;br /&gt;............ ...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang Slalu&lt;br /&gt;Mengasihimu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: apakah kau memiliki cukup waktu untuk mengirimkan/mengenalkan blog/surat ini kepada orang lain yang kau sayangi??? Untuk mengingatkan mereka bahwa segala&lt;br /&gt;apapun yang kita terima hingga saat ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;datangnya&lt;br /&gt;hanya dari ALLAH semata."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-1001183953761112936?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/1001183953761112936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/surat-cinta-dari-yang-maha-kuasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/1001183953761112936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/1001183953761112936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/surat-cinta-dari-yang-maha-kuasa.html' title='SURAT CINTA DARI YANG MAHA KUASA, RENUNGKAN.'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-9069893205477305711</id><published>2009-02-23T03:24:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T03:30:13.614-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Apa Aku Kaya?</title><content type='html'>http://renungan-ituindah.blogspot.com       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera membawa anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada anaknya,”Bagaimana perjalanan tadi?” “Sungguh luar biasa, Pa.” “Kamu lihat kan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?” tanya sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, Pa,” jawabnya. “Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan ini?” tanya ayahnya lagi. Si anak menjawab, “Saya melihat kanyataan bahwa kita mempunyai seekor anjing sedangkan mereka memiliki empat ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman, sedangkan mereka memiliki sungai kecil yang tak terhingga panjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memasang lampu taman yang dibeli dari luar negeri dan mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka.&lt;br /&gt;Beranda rumah kita begitu lebar mencapai halaman depan dan milik mereka seluas horison.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka mempunyai tanah sejauh mata memandang. Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita tetapi mereka melayani diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita membeli makanan yang akan kita makan, tetapi mereka menanam sendiri. Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita dan mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka.&lt;br /&gt;Dengan cerita tersebut, sang ayah tidak dapat berkata apa-apa. Kemudian si anak menambahkan,”Terima kasih, Pa, akhirnya aku tahu betapa miskinnya diri kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu sering kita melupakan apa yang kita miliki dan hanya berkonsentrasi terhadap apa yang tidak kita miliki. Kadang kekurangan yang dimiliki seseorang merupakan anugerah bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua berdasar pada perspektif setiap pribadi. Pikirkanlah apa yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan atas anugerah yang telah disediakan oleh-Nya bagi kita daripada kuatir untuk meminta lebih lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-9069893205477305711?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/9069893205477305711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/apa-aku-kaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/9069893205477305711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/9069893205477305711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/apa-aku-kaya.html' title='Apa Aku Kaya?'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-5589244898834727606</id><published>2009-02-20T16:47:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T16:52:45.139-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Kekayaan, kesuksesan, dan cinta</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com              &lt;br /&gt;Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali," kata pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. "Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama," kata pria itu hampir bersamaan. "Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan", sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. "Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa di antara kami yang boleh masuk ke rumahmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. "Ohho... menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa di antara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Di ana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-5589244898834727606?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/5589244898834727606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/kekayaan-kesuksesan-dan-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5589244898834727606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5589244898834727606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/kekayaan-kesuksesan-dan-cinta.html' title='Kekayaan, kesuksesan, dan cinta'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-7902397321870452487</id><published>2009-02-19T21:28:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T21:29:32.254-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Bersyukurlah u/ segala sesuatu</title><content type='html'>Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu&lt;br /&gt;inginkan... Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu, karena itu memberimu&lt;br /&gt;kesempatan untuk belajar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk masa-masa sulit, di masa itulah kamu bertumbuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk keterbatasanmu, karena itu memberimu kesempatan&lt;br /&gt;untuk berkembang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru, karena itu akan membangun&lt;br /&gt;kekuatan dan karaktermu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat, itu akan mengajarkan&lt;br /&gt;pelajaran yang berharga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih, karena itu berarti kamu telah&lt;br /&gt;membuat suatu perbedaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik ...&lt;br /&gt;Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan&lt;br /&gt;masa yang surut ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa syukur dapat mengubahkan hal yang negatif menjadi positif....&lt;br /&gt;Temukan cara untuk bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan&lt;br /&gt;menjadi berkat bagimu ........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Give thanks to GOD for your Life&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-7902397321870452487?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/7902397321870452487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/bersyukurlah-u-segala-sesuatu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7902397321870452487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7902397321870452487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/bersyukurlah-u-segala-sesuatu.html' title='Bersyukurlah u/ segala sesuatu'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-2455356323011173102</id><published>2009-02-19T16:38:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T16:50:45.372-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Racun Penyembuh</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com          &lt;br /&gt;Seorang gadis bernama Li-li menikah dan tinggal bersama suami dan ibu mertua. Dalam waktu singkat, Li-li menyadari bahwa ia tidak dapat cocok dengan ibu mertuanya dalam segala hal. Kepribadian mereka berbeda, dan Li-li sangat marah dengan banyak kebiasaan ibu mertua. Li-li juga dikritik terus-menerus. Hari demi hari, minggu demi minggu, Li-li dan ibu mertua tidak pernah berhenti konflik dan bertengkar. Keadaan jadi tambah buruk, karena berdasarkan tradisi Cina, Li-li harus taat kepada setiap permintaan sang mertua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua keributan dan pertengkaran di rumah itu mengakibatkan suami yang miskin itu ada dalam stress yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Li-li tidak tahan lagi dengan temperamen buruk dan dominasi ibu mertuanya, dan dia memutuskan untuk melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Li-li pergi menemui teman baik ayahnya, Mr Huang, yang menjual jamu.&lt;br /&gt;Li-li menceritakan apa yang dialaminya dan meminta kalau-kalau Mr Huang dapat memberinya sejumlah racun supaya semua kesulitannya selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr Huang berpikir sejenak dan tersenyum dan akhirnya berkata, Li-li, saya akan menolong, tapi kamu harus mendengarkan dan melakukan semua yang saya minta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Li-li menjawab,"Baik, saya akan melakukan apa saja yang anda minta."&lt;br /&gt;Mr Huang masuk kedalam ruangan dan kembali beberapa menit kemudian dengan sekantong jamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memberitahu Li-Li, "Kamu tidak boleh menggunakan racun yang be-reaksi cepat untuk menyingkirkan ibu mertuamu, karena nanti orang-orang akan curiga. Karena itu saya memberimu sejumlah jamu yang secara perlahan akan meracuni tubuh ibu mertuamu.&lt;br /&gt;Setiap hari masakkan daging dan kemudian campurkan sedikit jamu ini. Nah, untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang mencurigaimu pada waktu ia meninggal, kamu harus berhati-hati dan bertindak dangan sangat baik dan bersahabat. Jangan berdebat dengannya, taati dia, dan perlakukan dia seperti seorang ratu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Li-Li sangat senang. Dia kembali ke rumah dan memulai rencana pembunuhan terhadap ibu mertua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu demi minggu berlalu, dan bulan pun berlalu, dan setiap hari, Lili melayani ibu mertua dengan masakan yang dibuat secara khusus. Li-Li ingat apa yang dikatakan Mr Huang tentang menghindari kecurigaan, jadi Li-Li mengendalikan emosinya, mentaati ibu mertua, memperlakukan ibu mertuanya seperti ibu-nya sendiri dengan sangat baik dan bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah enam bulan, seluruh rumah berubah. Li-li telah belajar mengendalikan emosi-nya begitu rupa sehingga hampir-hampir ia tidak pernah meledak dalam amarah atau kekecewaan. Dia tidak berdebat sekalipun dengan ibu mertua-nya, yang sekarang kelihatan jauh lebih baik dan mudah ditemani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap ibu mertua terhadp Li-li berubah, dan dia mulai menyayangi Li-li seperti anaknya sendiri. Dia terus memberitahu teman-teman dan kenalannya bahwa Li-li adalah menantu terbaik yang pernah ditemuinya.&lt;br /&gt;Li-li dan ibu mertuanya sekarang berlaku sepertu ibu dan anak sungguhan.&lt;br /&gt;Suami Li-li sangat senang melihat apa yang telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari, Li-li datang menemui Mr. Huang dan minta pertolongan lagi.&lt;br /&gt;Dia berkata, "Mr Huang, tolonglah saya untuk mencegah racun itu membunuh ibu mertua saya. Dia telah berubah mencaji wanita yang sangat baik dan saya mengasihinya seperti ibu saya sendiri. Saya tidak ingin di a mati karena racun yang saya berikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. Huangg tersenyum dan mengangkat kepalanya. "Li-li, tidak usah khawatir. Saya tidak pernah memberimu racun. Jamu yang saya berikan dulu adalah vitamin untuk meningkatkan kesehatannya.&lt;br /&gt;Satu-satunya racun yang pernah ada ialah didalam pikiran dan sikapmu terhadapnya, tapi semua sudah lenyap oleh kasih yang engkau berikan padanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, pernahkah engkau menyadari bahwa sebagaimana perlakukanmu terhadap orang lain akan sama dengan apa yang akan mereka lakukan terhadap kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepatah China berkata: Orang yang mengasihi orang lain akan dikasihi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-2455356323011173102?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/2455356323011173102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/racun-penyembuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/2455356323011173102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/2455356323011173102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/racun-penyembuh.html' title='Racun Penyembuh'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-4728409993428137295</id><published>2009-02-18T22:15:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T22:24:13.143-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Secuil kisah tentang awal berdirinya Facebook</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com              &lt;br /&gt;Joko (bukan nama sebenarnya) ditemukan tergantung kaku di kamar tidurnya. Sang Ibulah yang pertama sekali menemukannya karena curiga sepanjang hari Joko tidak keluar dari kamarnya. Tidak ada tanda-tanda keanehan dalam diri anaknya menurut Sang Ibu. Hanya memang sudah sejak sebulan terakhir Joko sering kepergok lagi murung dan kadang menangis. Sang Ibu tidak menyangka Joko sampai senekat itu mengakhiri hidupnya hanya karena diputus oleh sang kekasih yang akan segera menikah dengan calon pilihan orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, di tempat lain ada seorang pemuda lagi yang mengalami penolakan dari gadis idamannya. Daripada membiarkan dirinya dicabik-cabik oleh perasaannya, maka ia kemudian melakukan aksi sakit hatinya dengan membuat sebuah situs dengan nama facemash.com alias si wajah perkedel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi mendapatkan foto teman-temannya, khususnya yang cewek. Ia nekat menerobos sistem komputer kampusnya. Lalu hasil perburuannya tersebut diunggah ke dalam situs barunya. Kemudian ia memasang sistem yang membuat setiap pengunjung facemash.com agar dapat memberi peringkat pada setiap cewek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat perbuatannya, pemuda ini dihukum oleh pihak kampus. Tapi usahanya tidak sia-sia. Popularitas facemash.com langsung melonjak, hanya dalam waktu tiga minggu pertama jumlah mahasiswa yang mendaftar sudah mencapai 4.000 orang. Anda tentu sudah dapat menduga, inilah cikal bakal dari Facebook.com yang kini anggotanya sudah mencapai 116,4 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah pemuda itu? Dialah Zuckerberg yang waktu itu ada di semester II di Harvard. Aksi membalas sakit hati pada gadis yang menolaknya malah memjadikannya seorang triliuner termuda di dunia dengan kekayaan US$1,5 miliar di usianya kini 24 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kisah di atas memiliki persamaan yaitu pemuda yang sakit hati karena cintanya ditolak. Perbedaan dari kedua kisah di atas adalah yang satu membiarkan pikirannya dikuasai perasaan, sedangkan satunya lagi segera melepaskan belenggu perasaan pada pikirannya.Seringkali seseorang menjadi sakit dan menderita karena membiarkan perasaannya menguasai pikirannya. Tidaklah mengherankan karena pada dasarnya manusia adalah mahluk kinestetik. Salah satu cara agar sembuh dari permasalahan adalah dengan membebaskan pikiran dari perasaan yang membelenggunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-4728409993428137295?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/4728409993428137295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/secuil-kisah-tentang-awal-berdirinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/4728409993428137295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/4728409993428137295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/secuil-kisah-tentang-awal-berdirinya.html' title='Secuil kisah tentang awal berdirinya Facebook'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-5455074373682029267</id><published>2009-02-17T22:11:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T22:16:27.098-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>What a LIFE we LIVE...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;http://renungan-indah.blogspot.com                &lt;br /&gt;Sebuah pesan indah dari George Carlin:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Paradoks dalam zaman di masa hidup kita adalah bahwa kita memiliki gedung-gedung yang lebih tinggi tetapi kesabaran yang pendek, jalan bebas hambatan yang lebih lebar tetapi sudut pandang yang lebih sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengeluarkan uang lebih banyak, tetapi memiliki lebih sedikit;&lt;br /&gt;kita membeli lebih banyak, tetapi menikmati lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memiliki rumah yang lebih besar dan keluarga yang lebih kecil,&lt;br /&gt;lebih nyaman, tetapi waktu yang lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memiliki lebih banyak gelar, tetapi logika yang lebih sedikit;&lt;br /&gt;lebih banyak pengetahuan, tetapi penilaian yang lebih sedikit;&lt;br /&gt;lebih banyak ahli, tetapi lebih banyak masalah;&lt;br /&gt;lebih banyak obat-obatan, tetapi kesehatan yang lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita minum dan merokok terlalu banyak, meluangkan waktu dengan terlalu ceroboh, tertawa terlalu sedikit, menyetir terlalu cepat, marah terlalu besar, tidur terlalu larut, bangun terlalu lelah, membaca terlalu sedikit, menonton TV terlalu banyak, dan berdoa terlalu jarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah melipatgandakan barang milik kita, tetapi mengurangi nilai kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita terlalu banyak berbicara, terlalu jarang mencintai, dan terlalu sering membenci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah belajar bagaimana mencari uang, tetapi bukan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah menambah tahun-tahun dalam hidup kita, tetapi bukan kehidupan dalam tahun-tahun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah mencapai bulan, tetapi memiliki masalah dalam menyeberang jalan dan menemui tetangga baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah mengalahkan luar angkasa, tetapi bukan dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah melakukan hal-hal besar, tetapi bukan hal-hal yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah membersihkan udara, tetapi mengotori sang jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah mengalahkan atom, tetapi bukan rasa diskriminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menulis lebih banyak, tetapi mempelajari lebih sedikit.&lt;br /&gt;Kita berencana lebih banyak, tetapi mencapai lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah belajar untuk terburu-buru, tetapi bukan menunggu.&lt;br /&gt;Kita membuat lebih banyak komputer untuk menampung lebih banyak informasi, menghasilkan fotocopy yang lebih banyak, tetapi kita berkomunikasi semakin lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah zaman...&lt;br /&gt;Dimana makanan siap saji dan pencernaan yang lambat,&lt;br /&gt;orang besar dengan karakter yang kecil,&lt;br /&gt;keuntungan yang tinggi dan hubungan yang renggang.&lt;br /&gt;Dimana ada dua penghasilan tetapi lebih banyak perceraian,&lt;br /&gt;rumah yang lebih mewah tetapi keluarga yang berantakan.&lt;br /&gt;Dimana perjalanan dibuat singkat, popok sekali pakai buang, moralitas yang mudah dibuang, hubungan satu malam, berat badan berlebihan, dan pil-pil yang melakukan segalanya dari menceriakan, menenangkan, sampai membunuh.&lt;br /&gt;Dimana banyak barang di etalase showroom dan tak ada stok dalam ruang persediaan.&lt;br /&gt;Dimana teknologi dapat menyampaikan surat ini kepada Anda, dan zaman dimana Anda dapat memilih apakah Anda akan berbagi renungan ini, atau hanya dengan sekali klik mengabaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah…&lt;br /&gt;Luangkan lebih banyak waktu dengan orang yang Anda kasihi, karena mereka tidak akan ada selamanya.&lt;br /&gt;Ucapkan kata yang baik kepada orang yang memandang Anda dengan ketakutan, karena si kecil tersebut akan segera tumbuh besar dan meninggalkan Anda.&lt;br /&gt;Beri pelukan hangat kepada orang disisi Anda, karena itulah satu-satunya harta yang dapat Anda berikan dengan hati dan tidak membutuhkan biaya.&lt;br /&gt;Katakan saya menyayangimu kepada pasangan Anda dan orang yang Anda kasihi, tetapi dengan penuh makna. Ciuman dan pelukan akan memperbaiki luka ketika dilakukan dari lubuk hati yang paling dalam.&lt;br /&gt;Bergandengan tangan dan nikmati saat itu karena suatu hari orang tersebut tidak akan ada lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan waktu untuk mencintai, berikan waktu untuk berbicara!&lt;br /&gt;Dan berikan waktu untuk berbagi pikiran-pikiran yang berharga di benak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN INGATLAH SELALU:&lt;br /&gt;Hidup tidak diukur oleh jumlah nafas kita, tetapi oleh saat-saat yang menghabiskan nafas kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-5455074373682029267?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/5455074373682029267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/what-life-we-live.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5455074373682029267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5455074373682029267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/what-life-we-live.html' title='What a LIFE we LIVE...'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-4203371544412175736</id><published>2009-02-16T20:48:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T20:51:10.087-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Sudahkan Anda Bersyukur</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;http://renungan-indah.blogspot.com                &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Musim terus berganti, waktu terus berlalu, usia kian bertambah. Banyak yang sudah kita lalui di kehidupan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; masa dimana kita merasa senang. Tatkala Anda menemukan pekerjaan idaman Anda, mendapatkan promosi, dan terus menapaki tangga karir yang lebih tinggi dengan fasilitas yang lebih baik pula, Anda memiliki perasaan senang. Ini mungkin merupakan salah satu titik puncak dalam kehidupan Anda. Dunia seakan sangat indah masa itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tak dapat dielakkan, ada pula masa dimana Anda mengalami begitu banyak masalah. Anda merasa sangat tertekan. Proyek Anda mengalami hambatan ini dan itu, atasan Anda terus menuntut Anda dengan kinerja tertentu, persoalan rumah tangga, kejenuhan dan lain sebagainya. Pada titik ini, Anda menjadi sangat bingung, konsentrasi Anda terpecah, wajah Anda muram, dan antusiasme serta semangat Anda semakin menurun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Musim boleh berganti, waktu boleh berlalu, tapi Anda harus terus belajar menjadi orang yang bijak. Bila Anda sedang melalui masa-masa yang senang, apa yang Anda lakukan? Anda tentunya bersyukur. Bila Anda sedang melalui badai dalam hidup Anda, apa yang Anda lakukan? Biasanya, mengeluh. Setiap manusia normal, pasti pernah mengeluh. Memang hal tersebut bukan sesuatu yang salah, tapi mengeluh juga bukan sesuatu yang baik dan bijak. Anda merasa kecewa, Anda merasa jenuh, bahkan Anda marah terhadap orang lain sebagai manifestasi dari permasalahan yang Anda hadapi. Jelas ini tidak baik bagi mental Anda. Lalu apa yang harus Anda lakukan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Yang harus Anda lakukan adalah BERSYUKUR.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Mari kita ubah paradigma berpikir kita. Anda harus mensyukuri segala permasalahan yang terjadi dalam hidup Anda. Jadilah orang yang memiliki sikap yang positif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Nelly\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.jpg" title="sykur1" blacklevel="25558f"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: -1;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -108px; top: -84px; width: 806px; height: 1128px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Nelly/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg" shapes="_x0000_s1026" height="1128" width="806" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;b style=""&gt;Mulailah dengan hal-hal kecil yang dapat menjadi latihan mental bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;Bersyukur atas hari ini. Anda memiliki Anda masih dapat bernafas sementara banyak orang yang untuk bernafas saja masih memerlukan bantuan. (lihat di rumah sakit)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Bersyukur atas hari ini. Anda memiliki pekerjaan sementara banyak orang terpaksa harus mengemis untuk hidup. (lihat di jalanan, anak-anak dan orangtuanya mengemis) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Bersyukur atas hari ini. Anda dapat mengenyam pendidikan yang layak sementara banyak orang yang membacapun tidak bisa. (lihat di daerah terpencil tanpa sekolah) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Bersyukur atas hari ini. Anda masih dapat makan enak sementara di belahan dunia yang lain banyak orang yang menjadi kurus kering dan kurag gizi ( lihat berita di TV yang terjadi di Afrika) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Bersyukur atas hari ini. Bersyukur karena Anda mengalami masalah. Bersyukur karena masalah diperkenankan terjadi dalam hidup Anda. Bersyukur karena masalah hadir membantu untuk membentuk pribadi Anda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ambil waktu tenang sejenak di sela-sela kesibukan Anda atau mungkin malam hari sebelum Anda tidur. Pejamkan mata Anda agar dapat lebih berkonsentrasi. Lakukan refleksi diri. Lihat kembali perjalan hidup Anda. Mengapa Anda ada di sini saat ini? Berapa banyak sudah hal-hal luar biasa, hal-hal baik dan positif yang terjadi pada hidup Anda? Syukurilah. Lihat juga berapa banyak permasalahan yang muncul dan sudah Anda lalui? Syukurilah. Rasakan di setiap detik kehidupan Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Bersyukurlah karena badai pasti berlalu. Ingat, ada musim berikutnya dalam hidup Anda. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; babak baru di hadapan Anda. Siapkan diri Anda untuk musim yang baru dengan sejuta keindahan di dalamnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-4203371544412175736?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/4203371544412175736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/sudahkan-anda-bersyukur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/4203371544412175736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/4203371544412175736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/sudahkan-anda-bersyukur.html' title='Sudahkan Anda Bersyukur'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-4257546986174560282</id><published>2009-02-16T16:49:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T17:04:02.307-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Nikmati Kopinya, Bukan Cangkirnya</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com           &lt;br /&gt;Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada keluhan tentang stress di pekerjaan dan kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan porsi besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis dari porselin, plastic, gelas kristal, gelas biasa, beberapa di antaranya gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah, dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan: "Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus, bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukan cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain. Sekarang perhatikan hal ini: hati kita bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi adalah cangkirnya. Sering kali karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Kehidupan yang sesungguhnya adalah hati anda. Apakah anda merasa bahagia dan damai? Apakah anda mencintai dan dicintai oleh keluarga, saudara dan teman-teman anda? Apakah anda tidak berpikir buruk tentang orang lain dan tidak gampang marah? Apakah anda sabar, murah hati, bersukacita karena kebenaran, sopan dan tidak egois?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya hati anda dan Tuhan yang tahu. Namun bila anda ingin menikmati kopi dan bukan cangkirnya, hal-hal yang tidak semarak ini harus lebih mengendalikan anda ketimbang hal-hal semarak seperti pekerjaan, uang dan posisi anda!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-4257546986174560282?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/4257546986174560282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/nikmati-kopinya-bukan-cangkirnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/4257546986174560282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/4257546986174560282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/nikmati-kopinya-bukan-cangkirnya.html' title='Nikmati Kopinya, Bukan Cangkirnya'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-4552540297358618941</id><published>2009-02-15T16:51:00.000-08:00</published><updated>2009-02-15T16:52:05.095-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Jangan berkata "Tidak" sebelum anda mencobanya</title><content type='html'>Seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun. Jangan berkata "tidak" sebelum Anda pernah mencobanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-4552540297358618941?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/4552540297358618941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/jangan-berkata-tidak-sebelum-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/4552540297358618941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/4552540297358618941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/jangan-berkata-tidak-sebelum-anda.html' title='Jangan berkata &quot;Tidak&quot; sebelum anda mencobanya'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-5606752812913211906</id><published>2009-02-15T16:47:00.000-08:00</published><updated>2009-02-15T16:48:55.263-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Hentikan Segalal Kekhawatiran</title><content type='html'>"Worry is like a rocking chair. It gives you something to do but doesn't get you anywhere".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran itu seperti kursi goyang. Dia memberi kita kesibukan, tapi tidak membawa kita ke mana-mana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran seringkali dimiliki oleh banyak orang, seperti takut bisnisnya gagal, takut ditipu orang, takut merugi, takut tidak mendapat jodoh dan banyak ketakutan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki kekhawatiran, bukan berarti itu tidak boleh sama sekali.&lt;br /&gt;Namun, hendaknya seseorang mampu memberikan *porsi yang tepat* untuk hal ini. Harus dibedakan antara sikap hati-hati dan sikap takut. Sebab sikap takut tidak akan pernah menghasilkan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun kita khawatir, maka selama itu pula hasil yang kita harapkan menjadi jauh, bahkan seringkali tidak terwujud sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang kita pikirkan itu yang sedang terjadi, atau akan terjadi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran hanya akan membuahkan sikap pasif, kaku, tidak bisa berkata apa-apa, bingung dan tidak bisa melakukan tindakan apapun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, kekhawatiran hanya 'membunuh' kita, seperti kreativitas kita, tindakan-tindakan kita, dan bisa membuat kita menjadi seorang yang apatis. Dan ini berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan *Khawatir*: Hanya ada dua kata untuk yang satu ini : HENTIKAN dan LUPAKAN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak orang yang tidak menghasilkan apa-apa akibat buah ketakutan yang berlebihan. Padahal, kalau mau kita menganalisa, tidak ada satu hal pun yang tanpa resiko dalam hidup ini. Bahkan, diamnya kita pun mempunyai resiko tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika merasa khawatir, cobalah untuk memikirkan *solusi* terbaik yang dapat membantu menghilangkan kekhawatiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini jauh lebih baik daripada sekedar duduk di 'rocking chair' (kursi goyang) dan terus menggoyang-goyangka n kursi tanpa arah dan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan sekuat tenaga untuk mengurangi kekhawatiran kita dengan mencoba untuk selalu berfikir dan melakukan hal yg positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian.. maka setiap hari, setiap saat, dan setiap tindakan kita akan menjadi lebih tenang dan nyaman! DAN pada saat kita merasa nyaman, tidak menutup kemungkinan akan semakin banyak 'karya' yang bisa kita hasilkan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-5606752812913211906?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/5606752812913211906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/hentikan-segalal-kekhawatiran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5606752812913211906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5606752812913211906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/hentikan-segalal-kekhawatiran.html' title='Hentikan Segalal Kekhawatiran'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-8600512715948501221</id><published>2009-02-14T19:58:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T20:01:22.944-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Hati Yang Sempurna vs Hati Yang Indah</title><content type='html'>&lt;span style="color: blue;"&gt;Suatu hari seorang lelaki muda berdiri di tengah kota dan memproklamasikan bahwa dia memiliki hati yang paling bagus di seantero lembah itu. Massa mulai berkumpul sambil mengagumi betapa sempurnanya hati anak muda itu. Tak ada tanda apapun atau kerusakan di hati itu. Ya, mereka semua setuju bahwa sesungguhnya hati anak muda itulah yang paling indah yang pernah mereka saksikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak muda itu amat bangga dan semakin nyaring mengumumkan bahwa hatinyalah yang paling indah. Tiba-tiba, seorang berusia tua muncul di depan kerumunan massa dan berkata, "Mengapa hatimu sedikitpun tak bisa seindah hatiku?."&lt;br /&gt;Massa dan anak muda itu menatap hati orang tua itu. &lt;i&gt;What&lt;/i&gt;? Hatinya penuh dengan jaringan parut bekas luka, penuh sekali, ada bagian-bagian yang telah terlepas yang diganti oleh potongan-potongan yang tidak cocok, namun tidak bisa menggantikan bagian yang hilang. Kenyataannya, di beberapa tempat ada yang amat rusak dan ada banyak potongan yang hilang dari hati itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang menatap tajam ? bagaimana mungkin orang tua itu bisa mengatakan bahwa hatinya lah yang paling indah, pikir mereka? Sambil menatap dengan seksama ke hati orang tua itu, sang anak muda itu tertawa nyaring dan berseru, "Anda pasti bergurau, &lt;i&gt;the old man&lt;/i&gt;," lanjutnya lagi, "Dibandingkan dengan hatiku, hatiku inilah yang paling sempurna sedangkan milikmu berantakan penuh dengan bekas luka dan airmata."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar," sahut orang tua itu, "Hatimu amat sempurna dalam penglihatan namun saya tidak akan pernah menukarkan hatiku dengan hatimu. Lihatlah, setiap jaringan parut (bekas luka) merepresentasikan seseorang kepada siapa aku persembahkan cintaku ? Hatiku tercabik-cabik dan setiap potongan hati itu kuberikan kepada mereka yang aku sayangi, dan amat sering mereka memberikan potongan hatinya yang aku tempatkan sebagai gantinya pada setiap tempat yang kosong di hatiku, namun, karena potongan yang mereka berikan kepadaku tidak sama, Anda melihat potongan hati mereka tidak bisa &lt;i&gt;fit &lt;/i&gt;dengan tempat kosong di hati ini. Di sana ada tepi yang kasar dan tidak rata, yang selalu saya banggakan, karena setiap jaringan parut di hati ini mengingatkanku tentang saat/momen ketika kami saling berbagi cinta dan kasih sayang. Anak muda, kadang-kadang kuberikan potongan hatiku, namun orang yang kuberikan potongan hatiku tidak memberikan kembali potongan hatinya kepadaku. Inilah tempat-tempat kosong yang Anda lihat di bagian hatiku ini ? memberikan cinta adalah sebuah peluang. Meski tempat-tempat kosong ini terasa nyeri, mereka tetap terbuka, mengingatkanku tentang cinta ku kepada mereka, dan aku berharap bahwa pada suatu hari mereka akan kembali dan mengisi &lt;i&gt;the empty space&lt;/i&gt; (ruang kosong dan hampa) yang telah lama menunggu ini. Sekarang, anak muda tercinta, telah sadarkah Anda hati mana yang benar-benar indah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak muda berdiri terpaku dan terdiam untuk waktu lama dalam linangan airmata yang mengalir di pipinya. Dia berjalan mendekati &lt;i&gt;the old man&lt;/i&gt;, kemudian menyentuh hatinya yang sempurna dan indah itu, menyobek sepotong dan menariknya keluar. Diberikannya potongan hati itu kepada orang tua itu. &lt;i&gt;The old man&lt;/i&gt; menerima tawaran ini, kemudian menempatkannya di ruang yang masih kosong di hatinya. Ia pun mengambil sepotong jaringan hatinya lalu menempatkannya di ruang kosong di hati anak muda itu. Nampak sesuai, walau tak sempurna, karena batas tepinya tidak rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak muda itu menatap hatinya sendiri, tak lagi sesempurna seperti sebelumnya namun jauh lebih indah, karena cinta dari hati orang tua itu mengalir lembut di hatinya. Mereka berpelukan kemudian berlalu dari kerumunan massa, berjalan beriringan, menuju entah kemana.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-8600512715948501221?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/8600512715948501221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/hati-yang-sempurna-vs-hati-yang-indah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/8600512715948501221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/8600512715948501221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/hati-yang-sempurna-vs-hati-yang-indah.html' title='Hati Yang Sempurna vs Hati Yang Indah'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-5053286835847224334</id><published>2009-02-13T22:25:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T22:27:06.506-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Tersenyumlah karena dengan senyum semua menjadi indah</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com                &lt;br /&gt;Kisah di bawah ini adalah kisah yang di dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana . Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.&lt;br /&gt;    Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah&lt;br /&gt;Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ?&lt;br /&gt;Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya.&lt;br /&gt;Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya.&lt;br /&gt;Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka.. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru&lt;br /&gt;itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya." Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata&lt;br /&gt;"Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-2ku! " Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan kami. Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi.&lt;br /&gt;Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya....."Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN&lt;br /&gt;TANPA SYARAT."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya! Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus&lt;br /&gt;berusaha untuk bisa mendapatkannya (apalagi manusia... harus terus berusaha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang muda yang 'cantik' adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang 'cantik' adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-5053286835847224334?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/5053286835847224334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/tersenyumlah-karena-dengan-senyum-semua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5053286835847224334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5053286835847224334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/tersenyumlah-karena-dengan-senyum-semua.html' title='Tersenyumlah karena dengan senyum semua menjadi indah'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-6160372646401590632</id><published>2009-02-12T22:39:00.000-08:00</published><updated>2009-02-12T22:48:36.165-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Bos dan Pemimpin</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com           &lt;br /&gt;Betapa sering orang gagal untuk menjadi pemimpin karena mereka tidak berlaku sebagai pemimpin melainkan berlaku sebagai boss. H Gordon Selfridge adalah pendiri salah satu department store (pusat perbelanjaan) di London yang merupakan salah satu department store terbesar di dunia. Ia mencapai kesuksesan tersebut dengan menjadi seorang 'Pemimpin' dan bukan dengan menjadi 'Boss'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah perbedaan antara pemimpin dengan boss?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah perbandingan yang diberikan oleh Gordon Selfridge antara orang yang bertipe pemimpin dan orang yang bertipe boss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang boss mempekerjakan bawahannya;&lt;br /&gt;Tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang boss mengandalkan kekuasaannya;&lt;br /&gt;Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang boss menimbulkan ketakutan;&lt;br /&gt;Tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang boss mengatakan 'aku';&lt;br /&gt;Tetapi seorang pemimpin mengatakan 'kita'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang boss menunjukkan siapa yang bersalah;&lt;br /&gt;Tetapi seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan'&lt;br /&gt;Tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang boss menuntut rasa hormat;&lt;br /&gt;Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang boss berkata, 'Pergi!';&lt;br /&gt;Tetapi seorang pemimpin berkata, 'Mari kita pergi!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jadilah seorang pemimpin, dan bukan seorang boss.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-6160372646401590632?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/6160372646401590632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/bos-dan-pemimpin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/6160372646401590632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/6160372646401590632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/bos-dan-pemimpin.html' title='Bos dan Pemimpin'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-1367537003416612036</id><published>2009-02-11T18:43:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T18:48:17.056-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Mengapa Berteriak</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com                 &lt;br /&gt;Suatu hari sang guru bertanya pada murid-murid nya; "Mengapa ketika&lt;br /&gt;seseorang sedang marah, ia akan berbicara dengan suara keras atau&lt;br /&gt;berteriak?&lt;br /&gt;Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan&lt;br /&gt;menjawab;&lt;br /&gt;"Karena saat itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu&lt;br /&gt;berteriak"&lt;br /&gt;"Tapi.." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru berada di&lt;br /&gt;sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara&lt;br /&gt;secara&lt;br /&gt;halus?"&lt;br /&gt;Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut&lt;br /&gt;pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawabannya yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika dua orang sedang berasa dalam situasi kemarahan, jarak antara&lt;br /&gt;ke dua&lt;br /&gt;hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begiu dekat.&lt;br /&gt;Karena&lt;br /&gt;itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. namun&lt;br /&gt;anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi&lt;br /&gt;marah&lt;br /&gt;dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun&lt;br /&gt;menjadi&lt;br /&gt;lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras&lt;br /&gt;lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru masih melanjutkan...&lt;br /&gt;"Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta?&lt;br /&gt;Mereka&lt;br /&gt;tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang&lt;br /&gt;keluar&lt;br /&gt;dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa&lt;br /&gt;mendengarkan dengan begitu jelas.Mengapa demikian?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak&lt;br /&gt;berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena hari mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada&lt;br /&gt;akhirnya&lt;br /&gt;sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangna mata saja amatlah&lt;br /&gt;cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru masih melanjutkan...&lt;br /&gt;"Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan&lt;br /&gt;jarak.&lt;br /&gt;Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan&lt;br /&gt;jarak di&lt;br /&gt;antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata&lt;br /&gt;mungkin&lt;br /&gt;merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-1367537003416612036?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/1367537003416612036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/mengapa-berteriak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/1367537003416612036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/1367537003416612036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/mengapa-berteriak.html' title='Mengapa Berteriak'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-2231644321466225717</id><published>2009-02-10T18:18:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T18:20:02.269-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Beri Aku Waktu 1 Jam Saja...</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com           &lt;br /&gt;Los Felidas adalah nama sebuah jalan di ibu kota sebuah negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh diseluruh kota .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kisah yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang, dan itu dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil. Tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa ia bukan penduduk asli disitu, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka, dan belum setahun mereka di kota itu, mereka kehabisan seluruh uangnya, dan pada suatu pagi mereka sadar bahwa mereka tidak tahu dimana mereka tidur malam nanti dan tidak sepeserpun uang ada di kantong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal mereka sedang menggendong bayi mereka yang berumur 1 tahun. Dalam keadaan panik dan putus asa, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya, dan akhirnya tiba di sebuah jalan sepi dimana puing-puing sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu angin Desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yang dingin. Ketika mereka beristirahat dibawah atap toko itu, sang suami berkata: "Saya harus meninggalkan kalian sekarang. Saya harus mendapatkan pekerjaan, apapun, kalau tidak malam nanti kita akan tidur disini." Setelah mencium bayinya ia pergi. Dan ia tidak pernah kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorangpun yang tahu pasti kemana pria itu pergi, tapi beberapa orang seperti melihatnya menumpang kapal yang menuju ke Afrika. Selama beberapa hari berikutnya sang ibu yang malang terus menunggu kedatangan suaminya, dan bila malam tidur di emperan toko itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketiga, ketika mereka sudah kehabisan susu,orang-orang yang lewat mulai memberi mereka uang kecil, dan jadilah mereka pengemis di sana selama 6 bulan berikutnya. Pada suatu hari, tergerak oleh semangat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, ibu itu bangkit dan memutuskan untuk bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya adalah di mana ia harus menitipkan anaknya, yang kini sudah hampir 2 tahun, dan tampak amat cantik jelita. Tampaknya tidak ada jalan lain kecuali meninggalkan anak itu disitu dan berharap agar nasib tidak memperburuk keadaan mereka. Suatu pagi ia berpesan pada anak gadisnya, agar ia tidak kemana-mana, tidak ikut siapapun yang mengajaknya pergi atau menawarkan gula-gula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, gadis kecil itu tidak boleh berhubungan dengan siapapun selama ibunya tidak ditempat. "Dalam beberapa hari mama akan mendapatkan cukup uang untuk menyewa kamar kecil yang berpintu, dan kita tidak lagi tidur dengan angin di rambut kita". Gadis itu mematuhi pesan ibunya dengan penuh kesungguhan. Maka sang ibu mengatur kotak kardus dimana mereka tinggal selama 7 bulan agar tampak kosong, dan membaringkan anaknya dengan hati-hati di dalamnya. Di sebelahnya ia meletakkan sepotong roti... Kemudian, dengan mata basah ibu itu menuju ke pabrik sepatu, di mana ia bekerja sebagai pemotong kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kehidupan mereka selama beberapa hari, hingga di kantong sang Ibu kini terdapat cukup uang untuk menyewa sebuah kamar berpintu di daerah kumuh. Dengan suka cita ia menuju ke penginapan orang-orang miskin itu, dan membayar uang muka sewa kamarnya. Tapi siang itu juga sepasang suami istri pengemis yang moralnya amat rendah menculik gadis cilik itu dengan paksa, dan membawanya sejauh 300 kilometer ke pusat kota ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situ mereka mendandani gadis cilik itu dengan baju baru, membedaki wajahnya, menyisir rambutnya dan membawanya ke sebuah rumah mewah dipusat kota . Di situ gadis cilik itu dijual. Pembelinya adalah pasangan suami istri dokter yang kaya, yang tidak pernah bisa punya anak sendiri walaupun mereka telah menikah selama 18 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memberi nama anak gadis itu Serrafona, dan mereka memanjakannya dengan amat sangat. Di tengah-tengah kemewahan istana itulah gadis kecil itu tumbuh dewasa. Ia belajar kebiasaan-kebiasaan orang terpelajar seperti merangkai bunga, menulis puisi dan bermain piano. Ia bergabung dengan kalangan-kalangan kelas atas, dan mengendarai Mercedes Benz kemanapun ia pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang baru terjadi menyusul hal lainnya,dan bumi terus berputar tanpa kenal istirahat. Pada umurnya yang ke-24, Serrafona dikenal sebagai anak gadis Gubernur yang amat jelita, yang pandai bermain piano, yang aktif di gereja, dan yang sedang menyelesaikan gelar dokternya. Ia adalah figur gadis yang menjadi impian tiap pemuda, tapi cintanya direbut oleh seorang dokter muda yang welas asih, yang bernama Geraldo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun setelah pernikahan mereka, ayahnya wafat, dan Serrafona beserta suaminya mewarisi beberapa perusahaan dan sebuah real-estate sebesar 14 hektar yang diisi dengan taman bunga dan istana yang paling megah di kota itu. Menjelang hari ulang tahunnya yang ke-27, sesuatu terjadi yang merubah kehidupan wanita itu. Pagi itu Serrafona sedang membersihkan kamar mendiang ayahnya yang sudah tidak pernah dipakai lagi, dan di laci meja kerja ayahnya ia melihat selembar foto seorang anak bayi yang digendong sepasang suami istri. Selimut yang dipakai untuk menggendong bayi itu lusuh, dan bayi itu sendiri tampak tidak terurus, karena walaupun wajahnya dilapisi bedak tetapi rambutnya tetap kusam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu di telinga kiri bayi itu membuat jantungnya berdegup kencang. Ia mengambil kaca pembesar dan mengkonsentrasikan pandangannya pada telinga kiri itu. Kemudian ia membuka lemarinya sendiri, dan mengeluarkan sebuah kotak kayu mahoni. Di dalam kotak yang berukiran indah itu dia menyimpan seluruh barang-barang pribadinya, dari kalung-kalung berlian hingga surat-surat pribadi. Tapi diantara benda-benda mewah itu terdapat sesuatu terbungkus kapas kecil, sebentuk anting-anting melingkar yang amat sederhana, ringan dan bukan emas murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya almarhum memberinya benda itu sambil berpesan untuk tidak kehilangan benda itu. Ia sempat bertanya, kalau itu anting-anting, di mana satunya. Ibunya menjawab bahwa hanya itu yang ia punya. Serrafona menaruh anting-anting itu didekat foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi ia mengerahkan seluruh kemampuan melihatnya dan perlahan-lahan air matanya berlinang . Kini tak ada keragu-raguan lagi bahwa bayi itu adalah dirinya sendiri. Tapi kedua pria wanita yang menggendongnya, yang tersenyum dibuat-buat, belum penah dilihatnya sama sekali. Foto itu seolah membuka pintu lebar-lebar pada ruangan yang selama ini mengungkungi pertanyaan-pertanyaannya, misalnya: kenapa bentuk wajahnya berbeda dengan wajah kedua orang tuanya, kenapa ia tidak menuruni golongan darah ayahnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah, sepotong ingatan yang sudah seperempat abad terpendam, berkilat di benaknya, bayangan seorang wanita membelai kepalanya dan mendekapnya di dada. Di ruangan itu mendadak Serrafona merasakan betapa dinginnya sekelilingnya tetapi ia juga merasa betapa hangatnya kasih sayang dan rasa aman yang dipancarkan dari dada wanita itu. Ia seolah merasakan dan mendengar lewat dekapan itu bahwa daripada berpisah lebih baik mereka mati bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya basah ketika ia keluar dari kamar dan menghampiri suaminya yang sedang membaca koran: "Geraldo, saya adalah anak seorang pengemis, dan mungkinkah ibu saya masih ada di jalan sekarang setelah 25 tahun?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah awal dari kegiatan baru mereka mencari masa lalu Serrafonna. Foto hitam-putih yang kabur itu diperbanyak puluhan ribu lembar dan disebar ke seluruh jaringan kepolisian diseluruh negeri. Sebagai anak satu-satunya dari bekas pejabat yang cukup berpengaruh di kota itu, Serrafonna mendapatkan dukungan dari seluruh kantor kearsipan, kantor surat kabar dan kantor catatan sipil..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membentuk yayasan -yayasan untuk mendapatkan data dari seluruh panti-panti orang jompo dan badan-badan sosial di seluruh negeri dan mencari data tentang seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan demi bulan lewat, tapi tak ada perkembangan apapun dari usahanya. Mencari seorang wanita yang mengemis 25 tahun yang lalu di negeri dengan populasi 90 juta bukan sesuatu yang mudah. Tapi Serrafona tidak punya pikiran untuk menyerah.. Dibantu suaminya yang begitu penuh pengertian, mereka terus menerus meningkatkan pencarian mereka. Kini, tiap kali bermobil, mereka sengaja memilih daerah-daerah kumuh, sekedar untuk lebih akrab dengan nasib baik. Terkadang ia berharap agar ibunya sudah almarhum sehingga ia tidak terlalu menanggung dosa mengabaikannya selama seperempat abad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ia tahu, entah bagaimana, bahwa ibunya masih ada, dan sedang menantinya sekarang. Ia memberitahu suaminya keyakinan itu berkali-kali, dan suaminya mengangguk-angguk penuh pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi, siang dan sore ia berdoa: "Tuhan, ijinkan saya untuk satu permintaan terbesar dalam hidup saya: temukan saya dengan ibu saya". Tuhan mendengarkan doa itu. Suatu sore mereka menerima kabar bahwa ada seorang wanita yang mungkin bisa membantu mereka menemukan ibunya. Tanpa membuang waktu, mereka terbang ke tempat itu, sebuah rumah kumuh di daerah lampu merah, 600 km dari kota mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali melihat, mereka tahu bahwa wanita yang separoh buta itu, yang kini terbaring sekarat, adalah wanita di dalam foto. Dengan suara putus-putus, wanita itu mengakui bahwa ia memang pernah mencuri seorang gadis kecil ditepi jalan, sekitar 25 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yang diingatnya, tapi diluar dugaan ia masih ingat kota dan bahkan potongan jalan dimana ia mengincar gadis kecil itu dan kemudian menculiknya. Serrafona memberi anak perempuan yang menjaga wanita itu sejumlah uang, dan malam itu juga mereka mengunjungi kota dimana Serrafonna diculik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tinggal di sebuah hotel mewah dan mengerahkan orang-orang mereka untuk mencari nama jalan itu. Semalaman Serrafona tidak bisa tidur. Untuk kesekian kalinya ia bertanya-tanya kenapa ia begitu yakin bahwa ibunya masih hidup sekarang, dan sedang menunggunya, dan ia tetap tidak tahu jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari lewat tanpa kabar. Pada hari ketiga, pukul 18:00 senja, mereka menerima telepon dari salah seorang staff mereka. "Tuhan maha kasih, Nyonya, kalau memang Tuhan mengijinkan, kami mungkin telah menemukan ibu Nyonya. Hanya cepat sedikit, waktunya mungkin tidak banyak lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil mereka memasuki sebuah jalanan yang sepi, dipinggiran kota yang kumuh dan banyak angin. Rumah-rumah di sepanjang jalan itu tua-tua dan kusam. Satu, dua anak kecil tanpa baju bermain-main ditepi jalan. Dari jalanan pertama, mobil berbelok lagi kejalanan yang lebih kecil, kemudian masih belok lagi kejalanan berikut nya yang lebih kecil lagi. Semakin lama mereka masuk dalam lingkungan yang semakin menunjukkan kemiskinan.. Tubuh Serrrafona gemetar, ia seolah bisa mendengar panggilan itu. "Lekas, Serrafonna, mama menunggumu, sayang". Ia mulai berdoa "Tuhan, beri saya setahun untuk melayani mama. Saya akan melakukan apa saja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mobil berbelok memasuki jalan yang lebih kecil, dan ia bisa membaui kemiskinan yang amat sangat, ia berdoa: "Tuhan beri saya sebulan saja". Mobil belok lagi kejalanan yang lebih kecil, dan angin yang penuh derita bertiup, berebut masuk melewati celah jendela mobil yang terbuka. Ia mendengar lagi panggilan mamanya , dan ia mulai menangis: "Tuhan, kalau sebulan terlalu banyak, cukup beri kami seminggu untuk saling memanjakan ". Ketika mereka masuk belokan terakhir, tubuhnya menggigil begitu hebat sehingga Geraldo memeluknya erat-erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan itu bernama Los Felidas. Panjangnya sekitar 180 meter dan hanya kekumuhan yang tampak dari sisi ke sisi, dari ujung keujung. Di tengah-tengah jalan itu, di depan puing-puing sebuah toko, tampak onggokan sampah dan k anto ng-k anto ng plastik, dan ditengah-tengahnya, terbaring seorang wanita tua dengan pakaian sehitam jelaga, tidak bergerak-gerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil mereka berhenti diantara 4 mobil mewah lainnya dan 3 mobil polisi. Di belakang mereka sebuah ambulans berhenti, diikuti empat mobil rumah sakit lain. Dari kanan kiri muncul pengemis- pengemis yang segera memenuhi tempat itu. "Belum bergerak dari tadi." lapor salah seorang. Pandangan Serrafona gelap tapi ia menguatkan dirinya untuk meraih kesadarannya dan turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya dengan sigap sudah meloncat keluar, memburu ibu mertuanya. "Serrafona, kemari cepat! Ibumu masih hidup, tapi kau harus menguatkan hatimu ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serrafona memandang tembok dihadapann ya, dan ingat saat ia menyandarkan kepalanya ke situ. Ia memandang lantai di kaki nya dan ingat ketika ia belajar berjalan. Ia membaui bau jalanan yang busuk, tapi mengingatkan nya pada masa kecilnya. Air matanya mengalir keluar ketika ia melihat suaminya menyuntikkan sesuatu ke tangan wanita yang terbaring itu dan memberinya isyarat untuk mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuhan, ia meminta dengan seluruh jiwa raganya,beri kami sehari...... Tuhan, biarlah saya membiarkan mama mendekap saya dan memberitahunya bahwa selama 25 tahun ini hidup saya amat bahagia....Jadi mama tidak menyia-nyia kan saya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berlutut dan meraih kepala wanita itu ke dadanya. Wanita tua itu perlahan membuka matanya dan memandang keliling, ke arah kerumunan orang-orang berbaju mewah dan perlente, ke arah mobil-mobil yang mengkilat dan ke arah wajah penuh air mata yang tampak seperti wajahnya sendiri ketika ia masih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mama.. ..", ia mendengar suara itu, dan ia tahu bahwa apa yang ditunggunya tiap malam - antara waras dan tidak - dan tiap hari - antara sadar dan tidak - kini menjadi kenyataan. Ia tersenyum, dan dengan seluruh kekuatannya menarik lagi jiwanya yang akan lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan ia membuka genggaman tangannya, tampak sebentuk anting-anting yang sudah menghitam. Serrafona mengangguk, dan tanpa perduli sekelilingnya ia berbaring di atas jalanan itu dan merebahkan kepalanya di dada mamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mama, saya tinggal di istana dan makan enak tiap hari. Mama jangan pergi dulu. Apapun yang mama mau bisa kita lakukan bersama-sama. Mama ingin makan, ingin tidur, ingin bertamasya, apapun bisa kita bicarakan. Mama jangan pergi dulu... Mama...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika telinganya menangkap detak jantung yang melemah, ia berdoa lagi kepada Tuhan: "Tuhan maha pengasih dan pemberi, Tuhan..... satu jam saja.... ...satu jam saja....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dada yang didengarnya kini sunyi, sesunyi senja dan puluhan orang yang membisu. Hanya senyum itu, yang menandakan bahwa penantiannya selama seperempat abad tidak berakhir sia-sia..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-2231644321466225717?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/2231644321466225717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/beri-aku-waktu-1-jam-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/2231644321466225717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/2231644321466225717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/beri-aku-waktu-1-jam-saja.html' title='Beri Aku Waktu 1 Jam Saja...'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-3424103215272169302</id><published>2009-02-09T22:47:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T22:48:14.348-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Jenderal Kecil Merasa Jadi Raja</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com    &lt;br /&gt;Alkisah di negeri Tiongkok kuno, terdapat sebuah kerajaan yang begitu megah, yang dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana. Rakyat-rakyat begitu makmur, dan pajak negara yang bebankan ke mereka pun telah dihapuskan oleh raja, sehingga rakyat sangat memuja raja mereka tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam kerajaan, terdapat jenderal-jenderal perang pilihan yang begitu gagahnya. Mereka tampak begitu bersahaja dan melindungi bawahannya. Namun dari sekian banyak jenderal perang tersebut, terdapat seorang jenderal perang yang sangat sombong dan congkak. Dia sebenarnya adalah seorang prajurit yang baru saja diangkat menjadi jenderal karena suatu jasa kepada raja. Namun hal itu malah membuatnya menjadi lupa diri dan sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia selalu mengeluarkan perintah-perintah yang aneh, dan meminta prajurit-prajuritnya untuk menghormati nya layaknya seorang raja. Setiap bertemu dengan nya, prajurit-prajurit akan menyembahnya dan mengucapkan salam "Wan Xui...Wan Xui...Wan Wan Xui...." (" Panjang Umur..Panjang Umur...Panjang Umur Selama-lamanya"), yang sebenarnya salam itu hanya harus diperuntukkan kepada raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku Adalah pimpinan kalian, dan kalian harus mengikuti perintah ku, atau kalian akan mati. Tidak ada ampun buat pembangkang" Sahut Jenderal tersebut kepada prajurit-prajurit mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prajurit-prajurit bawahannya pun merasakan tekanan moral yang sangat besar, dan mereka pun dengan terpaksa mengikuti kemauan si Jenderal. Hal itu membuat jenderal-jenderal senior pun prihatin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari seorang jenderal yang paling senior dikerajaan tersebut, bermaksud memberikan petuah kepada jenderal kecil tersebut. Dia pun mengajak jenderal kecil itu untuk pergi ke suatu padang rumput. Dengan perasaan terpaksa, jenderal kecil pun mengikuti jenderal senior tersebut, dan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa engkau mengajak ku kemari, wahai jenderal" sahut jenderal kecil dengan ketus&lt;br /&gt;"Wahai jenderal , saya melihat engkau begitu pesat dalam berkarir dan memiliki wawasan yang sangat luas, aku pun bermaksud ingin mengajak mu untuk berdiskusi sejenak" jawab jenderal senior itu dengan ramah.&lt;br /&gt;"Apa yang hendak engkau diskusi kan, kata kan lah" Kata jenderal kecil tersebut&lt;br /&gt;"Coba kau lihat kadal yang ada di sana, apakah menurut mu kadal dapat terbang seperti burung diatas?" tanya jenderal senior tersebut&lt;br /&gt;"hahahha....pertanyaan bodoh, tentu saja tidak, kadal hewan darat, tentu saja tidak dapat terbang seperti hewan di udara, itu pertanyaan gampang kenapa engkau bertanya seperti itu" Tanya jenderal kecil itu sombong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menurut mu apa yang akan terjadi apabila kadal tersebut ingin juga terbang wahai jenderal" tanya jenderal senior itu kembali&lt;br /&gt;"Tentu saja dia akan mati karena akan jatuh ke tanah...., bukan begitu jenderal" sahut jenderal kecil&lt;br /&gt;"Iya...begitu juga lah kita. Sebagai manusia kita pun harus tahu posisi kita, dan apabila kita memaksakan untuk menjadi posisi yang bukan milik kita, kita pun akan "mati" seperti halnya kadal itu bukan" kata jenderal senior itu sambil tersenyum ramah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti disambar petir, sang jenderal kecil pun merasa kesalahannya. Bahwa dia adalah seorang jenderal dan tidak dapat menganggap dirinya sebagai raja, karena apabila hal itu ketahuan raja, tentu saja kematian sudah di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali kita melihat didunia ini, seorang karyawan yang merasa seperti atasan bagi karyawan lainnya, bertindak seenaknya, tanpa menyadari posisi ataupun jabatan mereka. Adalah sangat bijaksana apabila kita mengetahui dan bertanggung jawab atas posisi maupun jabatan kita, dan jangan melebihi wewenang yang bukan menjadi milik kita, karena tentu saja, kita akan "mati" dalam pergaulan kita. Janganlah merasa sebagai raja, apabila kita hanyalah seorang jenderal ataupun prajurit. Dengan bersungguh-sungguh dan bekerja keras dengan penuh tanggun jawab, niscaya posisi itu akan datang sendirinya, tanpa harus kita bertindak layaknya seorang jenderal kecil yang merasa dirinya seorang raja gadungan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-3424103215272169302?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/3424103215272169302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/jenderal-kecil-merasa-jadi-raja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/3424103215272169302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/3424103215272169302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/jenderal-kecil-merasa-jadi-raja.html' title='Jenderal Kecil Merasa Jadi Raja'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-7267052557345640679</id><published>2009-02-09T22:40:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T22:44:13.268-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Batu Bata</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com               &lt;br /&gt;Di sebuah perkampungan yang miskin, terlihat seorang anak laki-laki sibuk menyusun, meletakkan dan menyemen batu bata untuk tembok rumahnya. Desa ini adalah desa tertinggal, karena kemiskinannya, setiap orang harus dapat merenovasi rumahnya sendiri, Mereka tidak mampu membayar biaya tukang batu. Semua keahlian dipelajari otodidak tanpa bimbingan khusus seorang ahli.Satu demi satu batu bata disambung dan disemen anak laki-laki itu dengan hati-hati. Kira-kira 1.000 batu bata pun tersambung menjadi sebuah tembok dinding. Dengan rasa puas ia pun berkata “akhirnya pekerjaan ini selesai juga”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ke-capek-an ia pun tertidur di lantai dekat tembok yang dibangunnya. Ketika terbangun pagi-pagi sekali, iapun segera mengelilingi tembok yang kemarin ia bangun dengan bangga. Uupp..!! betapa terkejutnya, ketika matanya tertuju pada bagian bawah tembok yang baru dibangunnya. “Ada 2 batu bata yang tidak terpasang rapi”. Letaknya melenceng keluar. Semakin ia perhatikan semakin mengecewakan hati. Semua batu bata sudah lurus dan rapi kecuali 2 batu bata ini. “Oh tidak..!! saya telah keliru membangun tembok ini” !! Seketika tembok ini terlihat jelek sekali. Ia mencoba mencabut 2 batu bata tetapi tidak bisa karena sudah kering semalaman. “Tembok ini harus dibangun kembali dengan cara meledakkannya, dan kemudian membangun yang baru lagi (itulah pikirannya). Tetapi bagaimana bisa, batu dan semennya sudah tidak tersisa”. Kasus batu bata ini telah menyita konsentrasi anak laki-laki ini setengah mati selama 2 bulan lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga suatu hari datang seorang pengembara tua yang kebetulan melewati rumah anak laki-laki ini. Sang Pengembara bersinggah diri dan meminta segelas air untuk diminum. Sambil meminum air yang diberikan. Orang tua, berkata : “Anak muda siapa yang membangun tembok ini ? “Sebuah tembok yang indah ”. Anak laki-laki spontan berkomentar : “Pak.., Apakah bapak tidak memakai kaca mata ?” “Tidakkah bapak melihat ada 2 batu batu jelek di bagian bawah tembok ini”. Orang tua melanjutkan “Ya.. saya melihat 2 bata jelek ini, tetapi saya juga dapat melihat ada 998 batu bata yang bagus”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan si orang tua, pelan-pelan telah mencerahkan pandangan anak laki-laki. Anak laki-laki kemudian melihat tembok itu sekali lagi. Dari atas kebawah, dari kiri ke kanan dari 2 bata jelek. “Ya.. di luar 2 batu bata jelek adalah batu bata yang rapi sempurna. Sebelumnya “saya hanya berfokus pada 2 bata jelek, dan saya terbutakan akan ada hal lain yang baik sempurna. Itulah sebabnya saya tidak tahan melihat tembok ini”. Dan mulai saat itu, tembok itu tidak kelihatan terlalu buruk lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak kita melihat pasangan yang bercerai karena pasangan yang satu melihat 2 batu bata jelek dalam kehidupan keluarganya. Betapa banyak pekerja yang depresi karena melihat ada 2 batu bata jelek pada dirinya. Betapa banyak atasan yang tidak tahan melihat ada 2 batu bata jelek pada bawahannya, Bawahan melihat 2 batu bata jelek pada atasannya. Semua yang kita lihat adalah kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata kita sering terfokus pada 2 batu bata kesalahan. Bila tidak terkontrol pandangan salah itu “bisa menghancurkan tembok yang sempurna”. SEMUA ORANG MEMILIKI 2 BATU BATA JELEK, TETAPI JUGA MEMILIKI BANYAK BATU BATA YANG BAIK-SEMPURNA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perenungan : Sebuah “ciri unik” di rumah anda bisa jadi awalnya adalah sebuah kesalahan. Dengan cara yang sama, apa yang anda kira sebagai kesalahan pada diri anda, rekan Anda, atau hidup Anda, dapat menjadi sebuah “ciri unik” yang memperkaya hidup anda di dunia ini, begitu anda tidak lagi fokus pada sisi buruknya saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-7267052557345640679?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/7267052557345640679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/batu-bata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7267052557345640679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7267052557345640679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/batu-bata.html' title='Batu Bata'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-9178949605138308636</id><published>2009-02-09T01:06:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T01:07:18.940-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>4 Skenario</title><content type='html'>&lt;b&gt;http://renungan-indah.blogspot.com &lt;br /&gt;Skenario 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi. Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut. Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangkan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita. “Pak, handphone bapak barusan jatuh nih,” kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?&lt;br /&gt;Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Skenario 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita beralih kepada skenario kedua. Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya.&lt;br /&gt;Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita. Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari handphone kita hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone kita sambil berkata,&lt;br /&gt;“Pak, handphone bapak barusan jatuh nih.”&lt;br /&gt;Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut. Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita). Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Skenario 3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita beralih kepada skenario ketiga.&lt;br /&gt;Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turun dari kereta. Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada kita) menjawab telepon kita.&lt;br /&gt;“Halo, selamat siang, Pak. Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang,” kita mencoba bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan handphone itu kembali kepada kita.&lt;br /&gt;Orang yang menemukan handphone kita berkata,&lt;br /&gt;“Oh, ini handphone bapak ya. Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar bapak ambil di sana nanti ya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun berikut dan menemui “orang baik” tersebut.&lt;br /&gt;Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan seperti nya akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario kedua bukan? Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone kita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Skenario 4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kita mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat. Sampai akhirnya kita tiba di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS :&lt;br /&gt;“Bapak / Ibu yang budiman. Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak / ibu sekarang.&lt;br /&gt;Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya.&lt;br /&gt;Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. ”&lt;br /&gt;SMS pun dikirim dan tidak ada balasan. Kita sudah putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone kita. Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya. Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kira-kira perasaan kita?&lt;br /&gt;Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu. Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario ketiga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;!--coloro:#0000FF--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;!--/coloro--&gt;Moral of the story&lt;!--colorc--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--/colorc--&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan ada orang yang menemukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita. Kita berikan dia ucapan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita turun dari kereta.&lt;br /&gt;Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun dari kereta.&lt;br /&gt;Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada kita.&lt;br /&gt;Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah hal yang aneh di sini.&lt;br /&gt;Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling baik?&lt;br /&gt;Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan?&lt;br /&gt;Dia adalah orang pada skenario pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara empat orang di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakah orang yang paling tidak baik?&lt;br /&gt;Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita tersebut selama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sebenarnya terjadi di sini?&lt;br /&gt;Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, kita berikan lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, kenapa bisa begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap skenario.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada skenario kedua, kita juga sudah mulai merasakan kehilangan karena saat itu kita baru sadar, dan kita sudah membayangkan rasa kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone kita kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan :&lt;br /&gt;Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman kita.&lt;br /&gt;Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah, kita baru dapat mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih ada.&lt;br /&gt;Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh.&lt;br /&gt;Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan.&lt;br /&gt;Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-9178949605138308636?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/9178949605138308636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/4-skenario.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/9178949605138308636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/9178949605138308636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/4-skenario.html' title='4 Skenario'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-1544922909024649376</id><published>2009-02-06T17:06:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T17:08:01.232-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Benarin Benang Kusut</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com             &lt;br /&gt;Kata-kata di atas mungkin sudah sering di denger temen2 yah, yaitu perumpamaan ketika kita berhadapan dengan suatu masalah yang amat sangat pelik, sampai hampir tidak ada niat sama sekali untuk mencoba membuatnya kembali normal seperti semula ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga kehidupan kita ini, ibarat benang panjang, kita terus berjalan, berlari, saling silang, dan terus menerus berjalan, ada kalanya dalam perjalanan itu benang-benang kita kusut dengan benang yang lainnya ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hanya saling silang, mungkin masih gampang untuk memperbaikinya kembali, tetapi jika sudah saling kusut ?? .. banyak orang memilih jalan pintas, dengan mengguntingnya dan berjalan kembali dengan meninggalkan bekas gumpalan benang kusut yang menyusahkan yang lainnya, dan menjadi pikiran seumur hidup kita mengenang guntingan yang kita lakukan tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kalau kita bisa memperbaikinya dengan sabar, dan berhasil merapihkan kekusutan itu, alangkah leganya hati kita, lebih berharga dari pelarian kita atas masalah tersebut, dan membuat suatu motivasi positif ke depannya dalam menjalani hidup ini ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So guys.. jangan gampang menyerah dalam menjalani kehidupan ini, seperih apapun, sepusing apapun, semuanya pasti dapat dirapihkan dan diselesaikan dengan baik.... sama seperti benang kusut, walaupun kusut, mereka tidak terputus, dan masih dapat di rapihkan kembali, ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekusutan dalam hidup ini, terjadi dari perbuatan-perbuatan kita sendiri, dan tentunya kita sendirilah sang piawai yang dapat menyelesaikannya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-1544922909024649376?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/1544922909024649376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/benarin-benang-kusut.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/1544922909024649376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/1544922909024649376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/benarin-benang-kusut.html' title='Benarin Benang Kusut'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-4420036460024064551</id><published>2009-02-06T16:54:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T17:03:38.086-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Jangan pernah berkata "tidak mungkin"</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com                  &lt;br /&gt;Semua manusia pernah berpikir tentang sesuatu dan berkata "tidak mungkin". Tapi setelah mengalami beberapa hal yang bermula dari ketidak mampuan saya untuk memecahkan suatu masalah, yang ternyata masalah tersebut mampu dipecahkan oleh orang lain, maka saya pun sadar bahwa didunia ini tidak ada yang "tidak mungkin".&lt;br /&gt;Jangan pernah berkata "itu tidak mungkin terjadi", karena yang menjadikan itu mungkin atau tidak mungkin, hanyalah kemampuan berpikir manusia. Kita sebagai manusia dibatasi oleh pemikiran-pemikiran sendiri sehingga kita &lt;i&gt;tidak mampu&lt;/i&gt; menguak dan melangkah lebih jauh. Ingat, yang tidak mungkin itu hanya ketidak-mampuan manusia untuk berpikir. Oleh karena itu cobalah untuk membuka sekat yang ada di otak kita, karena semua bisa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara kita membuka sekat tersebut?&lt;br /&gt;Hal yang terkadang selalu diremehkan oleh manusia adalah "rencana". Sekarang silahkan tanya pada diri kita masing-masing, apakah yang kita rencanakan untuk esok hari, atau sore ini atau bahkan sejam kemudian?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua tahu bahwa tidak pernah terpikirkan oleh manusia dahulu untuk mencapai bulan, terbang atau berkomunikasi langsung dari kejauhan. Tapi lihat kenyataannya sekarang, semua itu bisa dilakukan dengan sangat mudah dan cepat dan bukan hanya mimpi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-4420036460024064551?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/4420036460024064551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/jangan-pernah-berkata-tidak-mungkin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/4420036460024064551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/4420036460024064551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/jangan-pernah-berkata-tidak-mungkin.html' title='Jangan pernah berkata &quot;tidak mungkin&quot;'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-323685771817001376</id><published>2009-02-05T17:57:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T18:00:23.258-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Aku Sangat Mendambakan Cintamu</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com   &lt;br /&gt;Untuk yang tak pernah lelah mencintai.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari yang gelap di musim gugur 1942, udara dingin, sangat dingin.&lt;br /&gt;Hari itu tak ada bedanya dengan hari-hari lain di kamp konsentrasi Nazi.&lt;br /&gt;Aku berdiri menggigil dalam pakaian compang-camping yang tipis, masih&lt;br /&gt;tak percaya bahwa mimpi buruk ini benar-benar terjadi.&lt;br /&gt;Aku hanya seorang anak laki-laki. Seharusnya aku bermain-main&lt;br /&gt;bersama kawan-kawanku; seharusnya aku pergi ke sekolah'&lt;br /&gt;seharusnya aku bersemangat menyongsong masa&lt;br /&gt;depanku, ketika aku akan menjadi dewasa, menikah, dan&lt;br /&gt;membangun keluargaku sendiri. Tetapi, semua impian itu&lt;br /&gt;hanya pantas untuk mereka yang masih hidup, dan aku&lt;br /&gt;bukan lagi salah satu dari mereka. Aku nyaris mati, mencoba&lt;br /&gt;bertahan hidup dari hari ke hari, dari jam ke jam,&lt;br /&gt;sejak aku diseret dari rumahku dan dibawa ke sini bersama&lt;br /&gt;puluhan ribu orang Yahudi lainnya. Apakah besok aku masih&lt;br /&gt;hidup? Apakah malam ini aku akan dibawa ke kamar gas?&lt;br /&gt;Aku berjalan mondar-mandir di dekat pagar kawat berduri,&lt;br /&gt;mencoba menghangatkan tubuhku yang kedinginan.&lt;br /&gt;Aku lapar, tetapi sudah sejak lama aku kelaparan, lebih&lt;br /&gt;lama dari yang ingin kuingat-ingat. Aku selalu kelaparan.&lt;br /&gt;Makanan yang layak sepertinya hanya ada dalam mimpi.&lt;br /&gt;Setiap hari semakin banyak di antara kami menghilang&lt;br /&gt;begitu saja, masa lalu yang bahagia tampak semakin samar.&lt;br /&gt;Aku kian tenggelam dalam keputusasaan.&lt;br /&gt;Tiba-tiba, aku melihat seorang anak perempuan berjalan&lt;br /&gt;di balik pagar kawat berduri. Anak itu berhenti dan memandangku&lt;br /&gt;dengan mata sedih, mata yang seakan berkata&lt;br /&gt;bahwa dia mengerti, bahwa dia juga tidak bisa menemukan&lt;br /&gt;jawab mengapa aku ada di sini. Aku ingin membuang&lt;br /&gt;pandang, aku malu dan canggung karena anak perempuan&lt;br /&gt;asing itu melihatku dalam keadaan seperti ini. Tetapi, aku&lt;br /&gt;tak kuasa mengalihkan mataku dari matanya.&lt;br /&gt;Kemudian dia merogoh kantongnya dan mengeluarkan&lt;br /&gt;sebutir apel merah. Apel yang cantik, merah kemilau.&lt;br /&gt;Sudah berapa lamakah sejak terakhir kalinya aku melihat apel&lt;br /&gt;seranum itu?! Dengan waspada dia menoleh ke kanan dan&lt;br /&gt;ke kiri, lalu sambil tersenyum penuh kemenangan cepatcepat&lt;br /&gt;melemparkan apel itu melewati atas pagar. Aku lari&lt;br /&gt;memungutnya, memeganginya dengan jari-jariku yang gemetar&lt;br /&gt;dan membeku. Dalam duniaku yang penuh kematian,&lt;br /&gt;apel itu menjadi lambang kehidupan, lambang cinta. Aku&lt;br /&gt;mengangkat wajahku dan melihatnya menghilang di kejauhan.&lt;br /&gt;Esok harinya, aku tak dapat menahan diri—pada waktu&lt;br /&gt;yang sama aku berdiri di tempat yang sama, di dekat&lt;br /&gt;pagar. Apakah aku gila mengharapkan dia datang lagi? Tentu&lt;br /&gt;saja. Tetapi, di dalam hati aku bergantung pada seiris harapan&lt;br /&gt;tipis. Dia telah memberiku harapan, aku harus bergantung&lt;br /&gt;erat pada harapan itu.&lt;br /&gt;Sekali lagi, dia datang. Sekali lagi, dia membawakan sebutir&lt;br /&gt;apel untukku, melemparkannya lewat atas pagar&lt;br /&gt;sambil tersenyum manis seperti kemarin.&lt;br /&gt;Kali ini apel itu kutangkap, lalu kupegang tinggi-tinggi&lt;br /&gt;agar dia melihatnya. Matanya berbinar. Apakah dia mengasihaniku?&lt;br /&gt;Mungkin. Aku tidak peduli. Aku cukup senang&lt;br /&gt;bisa memandangnya. Dan untuk pertama kalinya sejak sekian&lt;br /&gt;lama, aku merasa hatiku bergetar karena luapan perasaanku.&lt;br /&gt;Tujuh bulan lamanya kami bertemu seperti itu. Kadangkadang&lt;br /&gt;kami bertukar kata. Kadang-kadang, hanya sebutir&lt;br /&gt;apel. Tetapi, bukan hanya perutku yang diberinya makanan.&lt;br /&gt;Dia bagaikan malaikat dari surga. Dia memberi makanan&lt;br /&gt;untuk jiwaku. Dan entah bagaimana, aku tahu aku juga&lt;br /&gt;memberinya makanan.&lt;br /&gt;Suatu hari, aku mendengar kabar mengerikan: kami&lt;br /&gt;akan dipindahkan ke kamp lain. Itu bisa berarti kiamat&lt;br /&gt;bagiku. Yang jelas, itu merupakan akhir pertemuanku dengan&lt;br /&gt;kawanku itu.&lt;br /&gt;Esok harinya ketika aku menyapanya, dengan hati&lt;br /&gt;hancur kukatakan apa yang nyaris tak kuasa kusampaikan,&lt;br /&gt;"Besok jangan bawakan aku apel," kataku kepadanya.&lt;br /&gt;"Aku akan dipindahkan ke kamp lain. Kita takkan pernah&lt;br /&gt;bertemu lagi." Sebelum kehilangan kendali atas diriku, aku&lt;br /&gt;berbalik dan berlari menjauhi pagar. Aku tak sanggup&lt;br /&gt;menoleh ke belakang. Kalau aku menoleh, aku tahu dia&lt;br /&gt;akan melihatku berdiri canggung sementara air mata&lt;br /&gt;mengalir membasahi wajahku.&lt;br /&gt;Bulan demi bulan berlalu. Mimpi buruk itu terus&lt;br /&gt;berlanjut. Tetapi kenangan akan anak perempuan itu mem-&lt;br /&gt;bantuku mengatasi saat-saat mengerikan, rasa sakit, dan&lt;br /&gt;rasa putus asa. Berkali-kali aku melihatnya dengan mata&lt;br /&gt;pikiranku; aku melihat wajahnya dan matanya yang lembut.&lt;br /&gt;Aku mendengar kata-katanya yang lembut dan&lt;br /&gt;mencecap manisnya apel-apel itu. Sampai pada suatu hari,&lt;br /&gt;mimpi buruk itu tiba-tiba berakhir. Perang sudah selesai.&lt;br /&gt;Kami yang masih hidup dibebaskan.&lt;br /&gt;Aku telah kehilangan semua milikku yang&lt;br /&gt;berharga, termasuk keluargaku. Tetapi aku masih menyimpan&lt;br /&gt;kenangan akan anak perempuan itu, kenangan yang&lt;br /&gt;kusimpan dalam hati dan memberiku kemauan untuk&lt;br /&gt;meneruskan hidupku setelah aku pindah ke Amerika untuk&lt;br /&gt;memulai hidup baru.&lt;br /&gt;Tahun-tahun berlalu. Sampai tahun 1957. Saat itu aku&lt;br /&gt;tinggal di New York City. Seorang kawan memaksaku&lt;br /&gt;melakukan kencan buta dengan seorang wanita kawannya.&lt;br /&gt;Dengan enggan, aku menyetujuinya. Ternyata wanita&lt;br /&gt;itu manis, namanya Roma. Seperti aku, dia juga seorang&lt;br /&gt;imigran. Dengan begitu setidak-tidaknya kami punya persamaan.&lt;br /&gt;"Di mana kau selama masa perang?" Roma bertanya&lt;br /&gt;kepadaku, dengan cara halus seperti umumnya para imigran&lt;br /&gt;yang saling bertanya tentang tahun-tahun itu.&lt;br /&gt;"Aku ada di sebuah kamp konsentrasi di Jerman," jawabku.&lt;br /&gt;Mata Roma tampak menerawang, seakan-akan dia ingat&lt;br /&gt;sesuatu yang manis namun membuatnya sedih.&lt;br /&gt;"Ada apa?" tanyaku.&lt;br /&gt;"Aku ingat masa laluku, Herman," Roma menjelaskan&lt;br /&gt;dengan suara yang tiba-tiba menjadi sangat lembut. "Wak-&lt;br /&gt;tu masih kecil, aku tinggal dekat sebuah kamp konsentrasi.&lt;br /&gt;Di sana ada seorang anak laki-laki, seorang tahanan.&lt;br /&gt;Selama beberapa bulan aku selalu mengunjunginya setiap&lt;br /&gt;hari. Aku ingat, aku biasa membawakan apel untuknya.&lt;br /&gt;Aku selalu melemparkan apel itu lewat atas pagar. Anak&lt;br /&gt;itu senang sekali."&lt;br /&gt;Roma mendesah panjang, lalu meneruskan, "Sulit menggambarkan&lt;br /&gt;bagaimana perasaan kami masing-masing—&lt;br /&gt;bagaimanapun waktu itu kami masih muda sekali. Bahkan&lt;br /&gt;jika situasi memungkinkan pun kami hanya bertukar beberapa&lt;br /&gt;kata—tetapi aku yakin, waktu itu di antara kami&lt;br /&gt;tumbuh cinta yang tulus. Aku yakin dia pasti dibunuh seperti&lt;br /&gt;yang lain-lain. Tetapi, aku tak sanggup membayangkan&lt;br /&gt;itu. Karenanya, aku berusaha mengenangkan dia seperti&lt;br /&gt;yang kulihat di bulan-bulan itu, ketika kami sedang bersama-&lt;br /&gt;sama."&lt;br /&gt;Dengan jantung berdegup kencang hingga kupikir&lt;br /&gt;nyaris meledak, aku menatap Roma lekat-lekat dan bertanya,&lt;br /&gt;"Apakah pada suatu hari anak laki-laki itu berkata kepadamu,&lt;br /&gt;'Besok jangan bawakan aku apel. Aku akan dipindahkan&lt;br /&gt;ke kamp lain'?"&lt;br /&gt;"Wah, ya," sahut Roma, suaranya bergetar.&lt;br /&gt;"Tapi, Herman, bagaimana mungkin kau bisa tahu itu?"&lt;br /&gt;Aku meraih tangannya dan menjawab, "Karena aku&lt;br /&gt;adalah anak laki-laki itu, Roma."&lt;br /&gt;Detik-detik berlalu lambat. Yang ada hanya keheningan.&lt;br /&gt;Kami tak dapat mengalihkan mata kami. Lama kami saling&lt;br /&gt;memandang. Kemudian, setelah tirai waktu terangkat,&lt;br /&gt;kami mengenali jiwa di balik mata yang saling bertatapan,&lt;br /&gt;kami mengenali kawan yang manis dan pernah sangat&lt;br /&gt;kami cintai, yang selalu kami cintai, yang tak pernah&lt;br /&gt;hilang dari kenangan kami.&lt;br /&gt;Akhirnya, aku berkata, "Roma, aku pernah dipisahkan&lt;br /&gt;darimu. Sekarang aku tidak ingin dipisahkan lagi darimu.&lt;br /&gt;Sekarang aku bebas, aku ingin selalu bersamamu, selamanya.&lt;br /&gt;Sayangku, maukah kau menikah denganku?"&lt;br /&gt;Aku melihat binar-binar yang sama di mata yang dulu&lt;br /&gt;sering kupandangi itu ketika Roma menjawab, "Ya, aku&lt;br /&gt;mau menikah denganmu." Lalu kami berpelukan, pelukan&lt;br /&gt;yang sudah kami dambakan selama berbulan-bulan, tetapi&lt;br /&gt;terhalang oleh, pagar kawat berduri yang memisahkan&lt;br /&gt;kami. Sekarang, tak ada lagi yang akan memisahkan kami.&lt;br /&gt;Hampir empat puluh tahun telah berlalu sejak aku&lt;br /&gt;menemukan Roma-ku lagi. Nasib mempertemukan kami&lt;br /&gt;untuk pertama kalinya di masa perang, untuk menunjukkan&lt;br /&gt;kepadaku adanya janji harapan. Sekarang, nasib pula yang&lt;br /&gt;mempersatukan kami untuk menunaikan janji itu.&lt;br /&gt;Hari Valentine tahun 1996. Kuajak Roma ke acara&lt;br /&gt;Oprah Winfrey Show untuk menghormatinya di siaran&lt;br /&gt;televisi nasional. Di depan jutaan pemirsa, aku ingin mengatakan&lt;br /&gt;kepadanya apa yang kurasakan dalam hatiku&lt;br /&gt;setiap hari:&lt;br /&gt;"Kekasihku, kau memberiku makanan di kamp konsentrasi&lt;br /&gt;ketika aku kelaparan. Aku akan tetap lapar dan&lt;br /&gt;dahaga akan sesuatu yang rasanya takkan pernah cukup&lt;br /&gt;kuperoleh: Aku lapar dan dahaga akan cintamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herman dan Roma Rosenblat&lt;br /&gt;Seperti diceritakan kepada Barbara De Angelis, Ph.D.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-323685771817001376?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/323685771817001376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/aku-sangat-mendambakan-cintamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/323685771817001376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/323685771817001376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/aku-sangat-mendambakan-cintamu.html' title='Aku Sangat Mendambakan Cintamu'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-3894059759928034790</id><published>2009-02-05T01:21:00.001-08:00</published><updated>2009-02-05T01:21:56.817-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Pasar "Sifat"</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com           &lt;br /&gt;Di suatu pasar "Sifat" seorang pemuda sedang mencari jati dirinya, ia tertarik melihat teman-teman yang telah berhasil “membeli” sifat di pasar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangannya pertama kali tertuju pada area “Ucapan”, ketika ia memasuki area tersebut, ia segera dihampiri oleh “PEMBOHONG”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi Pembohong saja, sobat!” ajak penjaja kebohongan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana caranya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Simple” katanya, “Cukup  mengatakan hal yang tidak sesuai dengan fakta, kamu akan menjadi Pembohong”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;Maka pulanglah pemuda tersebut kembali ke komunitasnya, sehari kemudian ia kembali dengan muka yang memar, dengan nada kesal ia kembali mengatakan “Kenapa kamu bilang menjadi pembohong itu gampang, buktinya saya babak belur dipukuli teman yang marah karena kebohonganku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar, menjadi pembohong itu memang gampang, buktinya kamu telah berhasil menjadi seorang pembohong, hanya saja kebohonganmu diketahui, dan ini mesti dipelajari agar tidak terbongkar kelak” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi  bagaimana caranya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pertama, ketika kita berbohong adalah kita harus kreatif (negatif) mencari fakta baru yang diperkirakan mampu diterima oleh akal sehat sang pendengar, hal ini tidak gampang karena ketika gagal memunculkan fakta tersebut, gelagat ketidakjujuran kita segera tercium oleh sang pendengar dan sang pendengar segera mendirikan pilar-pilar yang menbentengi diri mereka dari kita” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, kalau ada pertama, berarti ada langkah berikutnya lagi ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar, langkah kedua, kita harus berusaha mempertahankan fakta palsu itu untuk waktu yang TIDAK TERBATAS, kita harus selalu mengingat kepalsuan yang telah kita ciptakan, hal ini tak gampang karena biasanya hati kecil kita akan segera menolak ketidakjujuran itu berada di sampingnya, kebenaran akan lebih melekat dalam memory kita, terutama ketika kita di hadapkan dengan fakta-fakta lain yang bertentangan dengan hal tersebut”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“WAKTU YANG TIDAK TERBATAS? Mengerikan sekali.” Ucap pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Belum habis, masih ada yang ketiga, yaitu kita akan selalu was-was mencari-cari alasan-alasan pendukung yang akan muncul secara tiba-tiba jika kita dipertemukan dengan fakta lain yang bertentangan dengan kepalsuan kita dan ....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih belum habis?” tanya pemuda itu tak sabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keempat, kita akan selalu dihantui perasaan bersalah, perasaaan takut akan reaksi orang yang mendengar ketika kebohongan kita terungkap suatu hari”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, sulit sekali dan tidak mengenakan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makanya, beli saja KEJUJURAN” kata penjaja kejujuran yang kebetulan berada di dekat area tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa aku harus percaya padamu?” tanya pemuda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebelum kamu menentukan keputusan, saya bawa Anda pada Pakar RESIKO terlebih dahulu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dibawalah sang Pemuda tersebut menemui Pakar Resiko, meninggalkan pejaja Kebohongan yang kehilangan pelangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya mau tahu apa resikonya ketika saya membeli KEBOHONGAN?” tanya Pemuda tersebut kepada pakar Resiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Resiko pertama, masyarakat tidak akan mudah mempercayai kita ketika kita telah diberi lebel “PEMBOHONG”, bahkan ketika kita hendak berlaku jujur sekalipun. Karena begitu lebel tersebut diberikan, maka sekeliling kita segera mendirikan radar-radar yang memantau kelakukan kita, mengklarifikasi kembali setiap ucapan yang keluar dari mulut kita”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Resiko Kedua, Ketika kita telah berhasil dengan mendapatkan lebel “PEMBOHONG” maka kita juga berhasil menjauhkan orang lain dari diri kita, kita juga berhasil menjauhkan KESEMPATAN yang ada untuk kita. Kita akan segera dijauhi dan be alone, kita menjadi bagian yang tidak disukai”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Resiko ketiga, umumnya ketika KEBOHONGAN itu terbongkar, masalah yang ditimbulkannya sudah jauh lebih dalam, dan jauh lebih sulit dipecahkan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Resiko keempat, kita akan mengalami penderitaan bathin dan ketakutan akan selalu menghantui kita, sepanjang hidup kita”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu, kenapa begitu banyak yang mau membeli KEBOHONGAN, dan dagangan kebohongan selalu laku keras” tanya pemuda tersebut dengan nada penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini karena kesenangan sesaat, mereka tertarik karena Kemasannya yang menarik, dan penjaja Kebohongan pintar mengelabuhi pembelinya, mereka tidak melihat Efek Samping yang ditimbulkan, yang sebenarnya telah tertera pada kemasan tersebut walau dengan huruf-huruf yang kecil”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah,  menimbang semua masukan yang ada, saya ambil keputusan untuk membeli KEJUJURAN”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;Maka pulanglah pemuda tersebut kembali ke komunitasnya dan beberapa hari kemudian ia kembali lagi ke pasar “Sifat” tersebut dan kembali berkonsultasi dengan pejaja Kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya, dengan kejujuran saya menemukan banyak kebahagiaan, tapi pada keadaan tertentu saya mengalami peristiwa yang cukup menganjar hatiku” kata pemuda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini ceritanya, ketika saya sedang istirahat di depan rumahku, lewat segerombolan pemburu yang bertanya di mana mereka dapat menemukan kawanan burung bangau di kawasan itu, saya lalu memberitahukan mereka. Tapi setelahnya saya merasa bersalah, karena mereka pulang dengan puluhan nyawa burung bangau di tangan mereka, saya merasa ikut menjadi pembunuhnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini adalah bagian dari kehidupan, ini adalah hal yang wajar” kata penjaja Kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;“Sudahlah, bagusan jadi PENDIAM saja, khan kata orang “Silent is The Gold” ” kata seorang penjaja Diam yang kebetulan mendengar percakapan mereka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar juga” kata pemuda itu, dan ia kembali lagi kepada komunitasnya. Sejak itu ia menjadi Pendiam, beberapa hari kemudian ternyata ia kembali lagi ke pasar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;“Wah, Diam ternyata juga tak begitu bagus, hidup terlalu sepi, dan kemarin saya telah mencelakai seorang buta karena sifat diamku ini” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya, apa yang terjadi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini ceritanya, ketika saya duduk di depan rumahku, lewat seorang buta yang berjalan menyeberangi sebuah jembatan, kebetulan jembatan itu ada lubang besar, saya mencoba memperingatinya, tapi teringat telah membeli “DIAM” makanya saya tak bersuara sama sekali, sampai akhirnya si buta itu terjatuh ke dalam lubang itu dan terbawa arus sungai, untungnya ia masih bisa diselamatkan.” Katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;“Makanya milikilah KEBIJAKSANAAN” kata seorang kakek tua yang berjalan dengan santai di depan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu saya beli KEBIJAKSANAAN itu” kata sang pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, saya tidak menjual KEBIJAKSANAAN, tapi ia bisa kamu memiliki dengan berjalannya waktu dan bertambahnya kedewasaan dalam hidupmu, KEBIJAKSANAAN tidak untuk diperjualbelikan” kata kakek tua itu lalu berlalu dari hadapan mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-3894059759928034790?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/3894059759928034790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/pasar-sifat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/3894059759928034790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/3894059759928034790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/pasar-sifat.html' title='Pasar &quot;Sifat&quot;'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-2623572479166439066</id><published>2009-02-04T04:05:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T04:13:39.248-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>PRAYING IS LISTENING</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"  &gt;http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Menarik bila kita mengamati Metode yang digunakan para pemburu menangkap monyet&lt;br /&gt;di hutan Afrika. Para pemburu menggunakan cara yang amat manusiawi, dengan&lt;br /&gt;menggunakan Botol besar dengan leher yang sempit sebagai perangkap, umpannya&lt;br /&gt;berupa kacang-kacangan dan buah-buahan dengan warna dan aroma yang menarik.&lt;br /&gt;Umpannya diletakkan di dalam botol dengan tujuan agar monyet dapat ditangkap&lt;br /&gt;hidup-hidup tanpa terluka. Pagi hari botol-botol tersebut diletakkan di dalam hutan, lalu&lt;br /&gt;esoknya para pemburu datang untuk mengecek monyet yang tertangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para monyet yang tertarik dengan aroma dan warna umpan akan mendatangi botol&lt;br /&gt;perangkap, mereka lalu coba meraih kacang atau buah tersebut dengan memasukkan&lt;br /&gt;tangannya ke dalam botol.&lt;br /&gt;Hasilnya mereka tidak bisa menarik tangannya keluar botol selama tangannya masih&lt;br /&gt;menggenggam kacang atau buah. Mereka juga tidak mampu untuk membawa lari botol&lt;br /&gt;itu karena berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kita akan mentertawakan betapa tololnya monyet-monyet itu. Padahal tanpa&lt;br /&gt;sadar kita sering berperilaku seperti mereka, memegang erat-erat problem hidup yang&lt;br /&gt;kita hadapi. Ibaratnya menenteng-nenteng "botol problem" kemana-mana.&lt;br /&gt;Artinya, kita membiarkan diri kita terperangkap dalam botol problem itu, mengasihani&lt;br /&gt;diri seolah merasa sebagai manusia yang paling menderita, paling sengsara, paling&lt;br /&gt;tidak beruntung, paling miskin, dan sebagainya. Ke sana kemari pasang muka memelas,&lt;br /&gt;meminta belas kasihan dari orang lain. Berdoa siang malam memohon pertolongan-NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kita tahu dan sadar, TUHAN tidak akan memberi beban yang tidak bisa kita&lt;br /&gt;tanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRAYING IS LISTENING&lt;br /&gt;Bukan melulu berdoa meminta agar sesuatu menjadi baik, tetapi melihat sesuatu dengan&lt;br /&gt;sebaik-baiknya. Mengamati sesuatu dari tempat yang tinggi, agar kita mampu melihat&lt;br /&gt;"lebih dari sekedar yang tampak". Dengan begitu kita akan bisa menemukan jalan&lt;br /&gt;keluar, tidak perlu harus terperangkap dengan tangan di dalam botol.&lt;br /&gt;Dengan begitu kita akan bisa selalu bersyukur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-2623572479166439066?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/2623572479166439066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/praying-is-listening.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/2623572479166439066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/2623572479166439066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/praying-is-listening.html' title='PRAYING IS LISTENING'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-1531931336220983206</id><published>2009-02-04T01:05:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T01:06:10.784-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Mengapa Harus Menunggu</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com   &lt;br /&gt;Dikisahkan, ada seorang anak berusia 9 tahun. Saat dia sedang membantu ayahnya mengangkut batu bara demi mengumpulkan dana untuk kegiatan amal, terjadilah kecelakaan yang telah merubah seluruh kehidupannya. Dia terjatuh, dan kakinya terlindas kereta api barang sehingga sepasang kaki harus diamputasi. Berbulan-bulan, hari-harinya diwarnai dengan penderitaan panjang, dia harus berjuang dari satu meja operasi ke meja operasi lainnya dan menghabiskan jam-jam yang sangat menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dia tidak pernah patah semangat dan dengan tegar menjalaninya sehingga dokter mengijinkannya keluar dari rumah sakit dengan berkursi roda. Tanpa membuang waktu dia ingin menguji fisiknya dengan belajar berenang. Pertama kali masuk ke air, dia pun langsung tenggelam sampai ke dasar kolam renang. Pelatihnya menggunakan jala untuk mengangkatnya naik ke permukaan. Pelajaran mengapung dan seterusnya dilakukan setiap hari dan 5 bulan kemudian dia mampu berenang sebanyak 52x panjang kolam renang tanpa berhenti! Sungguh luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sejak saat itu, tidak ada lagi yang bisa menghalangi keinginannya untuk melakukan kegiatan fisik layaknya orang-orang yang bertubuh normal. Dia belajar menyetir mobil, ikut balapan dan berhasil menjadi atlet gokart yang handal, disegani dan terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketekunannya berlatih fisik di kolam renang dan tempat tinggalnya yang tak jauh dari pantai, menginspirasinya belajar menjadi surf lifeguard, yaitu penjaga pantai yang melindungi dan menyelamatkan para peselancar. Dia satu-satunya manusia di dunia, tanpa kaki yang berprofesi seperti itu. Dia juga belajar Taewondo hingga memperoleh Dan 3. Olahraga lempar cakkram, tolak peluru dan lempar lembing berhasil mengalungkan 35 medali dalam kehidupannya. Pencapaian prestasinya melandasi kepercayaan dirinya membina hubungan dengan seorang wanita yang dicintai. Akhirnya dia menikah dan memperoleh 3 orang anak. Bersama istrinya, mereka bahu membahu menjadi pengusaha sukses. Berkat prestasi dan keinginannya membantu orang lain agar tidak menyerah, akhirnya menghantarkannya menjadi pembicara motivasional kelas dunia. Pemuda hebat itu bernama TONY CHRISTIANSEN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya apa rahasia suksesnya? Dia menjawab: Mengapa harus menunggu? Jangan menghabiskan waktu dengan duduk dan menunggu tertabrak kereta api sebelum melakukan sesuatu dan mencetak berprestasi. Kecelakaan yang saya alami telah mengasah karakter serta hidup saya dalam beragam cara! Membantu saya dalam menyampaikan pesan kepada semua orang yang mau mendengar, mau belajar serta mau merubah hidup lebih baik! Jadi, mengapa harus menunggu? Segera lakukan! - TAKE ACTION!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah tindakan! Live is action! Sebuah cita-cita yang indah, jika hanya menunggu tanpa bertindak nyata, maka tinggal hanya mayat cita-cita, sebuah perencanaan yang matang tanpa action! Cuma menyisakan coretan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita manusia luar biasa Tony Christiansen tadi cukup jelas pelajaran yang bisa kita ambil. Bagaimanapun keadaan fisik kita , atau betapapun jeleknya keadaan di luar kita, semuanya bisa di rubah, nothing is impossible, tiada yang mustahil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang paling penting adalah jangan krisis mental. Dengan kekayaan mental, seseorang akan berani memulai dari apa adanya dia, dan semua perjuangannya diarahkan pada titik target besar yang punya bobot dan bernilai. Dengan cara hidup punya kaya mental seperti itu, kita pasti akan selalu menyambut hari-hari baru penuh dengan syukur, optimis, gembira dan menciptakan sukses yang luar biasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-1531931336220983206?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/1531931336220983206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/mengapa-harus-menunggu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/1531931336220983206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/1531931336220983206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/mengapa-harus-menunggu.html' title='Mengapa Harus Menunggu'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-4226511385079768672</id><published>2009-02-04T01:03:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T01:04:10.441-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Lambat untuk Marah</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com     &lt;br /&gt;Pernah nonton film "Anger Management" ? Film komedi yang dibintangi Jack Nicholson dan Adam Sandler menceritakan tentang seorang pemuda yang belum pernah kehilangan kontrol emosi, hingga ia bertemu dengan seorang doktor/terapis anger management yang sangat aneh. Kita bisa melihat bagaimana tekanan demi tekanan akhirnya bisa meledakkan seseorang yang sangat sabar. Disana juga kita bisa melihat adanya kelompok-kelompok orang yang menjalani terapi kontrol kemarahan di Amerika. Semakin lama dunia memang semakin menjadi tempat yang sulit untuk didiami, begitu banyak hal yang bisa mendatangkan emosi kita hadapi setiap hari. Jalan macet, cuaca yang tidak karuan, tetangga yang sulit, teman sekerja, bos, dosen, guru, dan lain-lain. Hidup yang kita jalani tidak akan pernah selalu mulus, dan setiap saat kita bisa berhadapan dengan situasi, kondisi atau orang-orang yang bisa mendatangkan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ahli psikologi bernama Charles Spielberger, PhD menerangkan apa yang dimaksud dengan "kemarahan" atau anger. Kemarahan menurut Charles adalah sebagai berikut: "Anger is an emotional state that varies in intensity from mild irritation to intense fury and rage" Kemarahan adalah sebuah tingkat emosional dengan intensitas tertentu antara hanya merasa terganggu hingga tingkat mengamuk. Seperti jenis perasaan lainnya, kemarahan juga akan diikuti oleh perubahan psikologis dan biologis. Detak jantung menjadi cepat, tekanan darah meninggi, beberapa hormon pun mengalami peningkatan level. Tidak heran faktor kemarahan yang tidak terkendali bisa merugikan orang lain, menimbulkan kekerasan yang tidak hanya merugikan orang lain tapi juga diri sendiri. Selain itu kemarahan tak terkontrol juga bisa menimbulkan berbagai penyakit pada kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolehkah kita marah? Marah sebenarnya adalah bagian jiwa manusia, sehingga rasanya tidak akan ada orang yang sama sekali tidak pernah marah. Wajar, jika pada kondisi tertentu orang bisa marah. Dan terkadang dalam situasi tertentu, kita memang perlu marah. Yang tidak boleh adalah marah secara berlebihan, berkepanjangan dan tidak terkendali, atau menjadikan amarah sebagai sebuah kebiasaan yang akan segera muncul begitu kita berada pada kondisi tidak nyaman/tidak sesuai dengan keinginan kita. Hati-hati ketika marah, karena pada saat itu dosa sedang mengintip peluang untuk masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah terburu-buru untuk marah, karena kemarahan yang terlalu sering dan tidak terkendali akan merusak hidup kita, menghancurkan masa depan kita bahkan orang lain, dan merugikan banyak orang, termasuk diri kita sendiri. Jangan terburu nafsu untuk marah ketika anda tidak sependapat dengan orang lain atau ketika apa yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan anda.&lt;br /&gt;Adalah sangat sulit sebenarnya untuk marah tanpa berbuat dosa, maka adalah sangat baik jika kita lambat untuk marah dan sedapat mungkin menenangkan diri kita secepatnya sebelum emosi kita meluap naik. Ketika menghadapi suatu kondisi yang tidak sesuai dengan pendapat atau pikiran anda, biasakan diri anda untuk mendengar sesuatu secara lengkap terlebih dahulu (cepat mendengar), jangan terlalu cepat menghakimi, menuduh dan menyimpulkan sesuatu (lambat berkata-kata) dan jangan terburu nafsu untuk meluapkan kemarahan. (lambat untuk marah). Berselisih itu wajar, bertengkar itu biasa, tapi sampai menimbulkan dosa dan membuka pintu masuk bagi iblis untuk menghancurkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Control your anger before your anger controls you !&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-4226511385079768672?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/4226511385079768672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/lambat-untuk-marah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/4226511385079768672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/4226511385079768672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/lambat-untuk-marah.html' title='Lambat untuk Marah'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-1741003693158249114</id><published>2009-02-02T20:06:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T20:07:10.812-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Apa yang Kita Sombongkan?</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com       &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, "Apa yang sedang Anda lakukan?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sang Guru menjawab, "Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih- benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence). Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala "tampak luar" lainnya. Yang kini kita lihat adalah "tampak dalam". Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-1741003693158249114?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/1741003693158249114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/apa-yang-kita-sombongkan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/1741003693158249114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/1741003693158249114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/apa-yang-kita-sombongkan.html' title='Apa yang Kita Sombongkan?'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-6480703336313332964</id><published>2009-02-02T20:02:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T20:03:55.655-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>4 Tipe Manusia</title><content type='html'>&lt;b&gt;http://renungan-indah.blogspot.com      &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;TYPE 1.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Manusia type ini adalah manusia yang hidup didunia bergelimang harta dan kemewahan. Kerjanya hanya menumpuk-numpuk harta benda dan selalu menghitung-hitungnya. Sangat takut jika hartanya berkurang sedikit saja. Karena hartanya dia lupa beribadah dan tidak menunaikan hak-hak saudaranya dan masyarakat yang ada disekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Manusia type ini akan celaka dan akan mengalami kesusahan di akhirat. Walaupun di dunia dia banyak harta tetapi hartanya itu tidak akan berguna dan tidak dapat menolongnya di akhirat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;TYPE 2.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Manusia type ini susah dan sangat miskin di dunia. Dia tidak memiliki harta yang bisa dibanggakan di dunia. Dengan kemiskinannya itu dia juga tidak bisa beribadah. Dia menyesali hidupnya yang miskin dan menyalahkan Allah yang membuat dia miskin. Dengan alasan kemiskinan ini dia berbuat jahat dan mencari rezeki yang tidak halal yang akhirnya tambah menyusahkan dirinya. Manusia type ini juga akan sengsara diakhirat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Type 3.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Manusia type ini mempunyai harta yang cukup dan juga rajin beribadah tanda kesyukurannya. Selalu menyumbangkan hartanya dan rajin menolong sesama. Dia menyadari bahwa hartanya itu hanya titipan. Manusia type ini adalah manusia yang paling beruntung. Di dunia beruntung dan di akhirat akan beruntung dan mendapatkan kenikmatan Surga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Type 4.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Manusia type ini adalah manusia yang miskin di dunia dan tidak memiliki harta, tetapi dia tetap bersyukur dengan kemiskinannya dan selalu rajin beribadah. Sehingga walupun miskin dia tidak mau menghalalkan segala cara untuk mencari harta. Sehingga diakhirat manusia type ini akan mendapatkan kebahagian di akhirat. Orang yang miskin tidak akan banyak pertanyaan di akhirat. Karena pertanyaan untuk harta ada dua yaitu dari mana didapatkan dan kemana dibelanjakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-6480703336313332964?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/6480703336313332964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/4-tipe-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/6480703336313332964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/6480703336313332964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/02/4-tipe-manusia.html' title='4 Tipe Manusia'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-8823282462393269124</id><published>2009-01-31T17:33:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T17:35:11.820-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Sebuah Penantian Yang Panjang</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com              &lt;br /&gt;Di sebuah kota kecil yang tenang dan indah, ada sepasang pria dan wanita yang saling mencintai. Mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung, bersama di pesisir pantai menghantar matahari senja. Setiap orang yang bertemu dengan mereka tidak bisa tidak akan menghantar pandangan kagum dan doa bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka saling mengasihi satu sama lain. Namun pada suatu hari, malang sang lelaki mengalami luka berat akibat sebuah kecelakaan. Ia berbaring di atas ranjang pasien beberapa malam tidak sadarkan diri di rumah sakit. Siang hari sang wanita menjaga di depan ranjang dan dengan tiada henti memanggil-manggil kekasih yang tidak sadar sedikitpun. Malamnya ia ke gereja kecil di kota tersebut dan tak lupa berdoa kepada Tuhan agar kekasihnya selamat. Air matanya sendiri hampir kering karena menangis sepanjang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu telah berlalu, sang lelaki tetap pingsan tertidur seperti dulu, sedangkan si wanita telah berubah menjadi pucat pasi dan lesu tidak terkira, namun ia tetap dengan susah payah bertahan dan akhirnya pada suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan wanita yang setia dan teguh itu, lalu IA memutuskan memberikan kepada wanita itu sebuah pengecualian kepada dirinya. Tuhan bertanya kepadanya:"Apakah kamu benar-benar bersedia menggunakan nyawamu sendiri untuk menukarnya?" . Si wanita tanpa ragu sedikitpun menjawab:"Ya" . Tuhan berkata:"Baiklah, Aku bisa segera membuat kekasihmu sembuh kembali, namun kamu harus berjanji menjelma menjadi kupu-kupu selama 3 thn. Pertukaran seperti ini apakah kamu juga bersedia?". Si wanita terharu setelah mendengarnya dan dengan jawaban yang pasti menjawab:"saya bersedia!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari telah terang. Si wanita telah menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Ia mohon diri pada Tuhan lalu segera kembali ke rumah sakit. Hasilnya, lelaki itu benar-benar telah siuman bahkan ia sedang berbicara dengan seorang dokter. Namun sayang, ia tidak dapat mendengarnya sebab ia tak bisa masuk ke ruang itu. Dengan di sekati oleh kaca, ia hanya bisa memandang dari jauh kekasihnya sendiri. Beberapa hari kemudian, sang lelaki telah sembuh. Namun ia sama sekali tidak bahagia. Ia mencari keberadaan sang wanita pada setiap orang yang lewat, namun tidak ada yang tahu sebenarnya sang wanita telah pergi kemana. Sang lelaki sepanjang hari tidak makan dan istirahat terus mencari. Ia begitu rindu kepadanya, begitu inginnya bertemu dengan sang kekasih, namun sang wanita yang telah berubah menjadi kupu-kupu bukankah setiap saat selalu berputar di sampingnya? hanya saja ia tidak bisa berteriak, tidak bisa memeluk. Ia hanya bisa memandangnya secara diam-diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim panas telah berakhir, angin musim gugur yang sejuk meniup jatuh daun pepohonan. Kupu-kupu mau tidak mau harus meninggalkan tempat tersebut lalu terakhir kali ia terbang dan hinggap di atas bahu sang lelaki. Ia bermaksud menggunakan sayapnya yang kecil halus membelai wajahnya, menggunakan mulutnya yang kecil lembut mencium keningnya. Namun tubuhnya yang kecil dan lemah benar-benar tidak boleh di ketahui olehnya, sebuah gelombang suara tangisan yang sedih hanya dapat di dengar oleh kupu-kupu itu sendiri dan mau tidak mau dengan berat hati ia meninggalkan kekasihnya, terbang ke arah yang jauh dengan membawa harapan. Dalam sekejap telah tiba musim semi yang kedua, sang kupu-kupu dengan tidak sabarnya segera terbang kembali mencari kekasihnya yang lama di tinggalkannya. Namun di samping bayangan yang tak asing lagi ternyata telah berdiri seorang wanita cantik. Dalam sekilas itu sang kupu-kupu nyaris jatuh dari angkasa. Ia benar-benar tidak percaya dengan pemandangan di depan matanya sendiri. Lebih tidak percaya lagi dengan omongan yang di bicarakan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang selalu menceritakan ketika hari natal, betapa parah sakit sang lelaki. Melukiskan betapa baik dan manisnya dokter wanita itu. Bahkan melukiskan betapa sudah sewajarnya percintaan mereka dan tentu saja juga melukiskan bahwa sang lelaki sudah bahagia seperti dulu kala dsb. Sang kupu-kupu diam-diam sedih. Beberapa hari berikutnya ia seringkali melihat kekasihnya sendiri membawa wanita itu ke gunung memandang matahari terbit, menghantar matahari senja di pesisir pantai. Segala yang pernah di milikinya dahulu dalam sekejap tokoh utamanya telah berganti seorang wanita lain sedangkan ia sendiri selain kadangkala bisa hinggap di atas bahunya, namun tidak dapat berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim panas tahun ini sgt panjang, sang kupu-kupu setiap hari terbang rendah dengan tersiksa dan ia sudah tidak memiliki keberanian lagi untuk mendekati kekasihnya sendiri. Bisikan suara antara ia dengan wanita itu, ia dan suara tawa bahagianya sudah cukup membuat embusan napas dirinya berakhir, karenanya sebelum musim panas berakhir, sang kupu-kupu telah terbang berlalu.Bunga bersemi dan layu. Bunga layu dan bersemi lagi.Bagi seekor kupu-kupu waktu seolah-olah hanya menandakan semua ini. Musim panas pada tahun ketiga, sang kupu-kupu sudah tidak sering lagi pergi mengunjungi kekasihnya sendiri. Sang lelaki bekas kekasihnya itu mendekap perlahan bahu si wanita, mencium lembut wajah wanitanya sendiri. Sama sekali tidak punya waktu memperhatikan seekor kupu-kupu yang hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu. Tiga tahun perjanjian Tuhan dengan sang kupu-kupu sudah akan segera berakhir dan pada saat hari yang terakhir, kekasih si kupu-kupu melaksanakan pernikahan dengan wanita itu. Dalam gereja kecil telah di penuhi orang-orang. Sang kupu-kupu secara diam-diam masuk ke dalam dan hinggap perlahan di atas pundak Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mendengarkan sang kekasih yang berada di bawah berikrar di hadapan Tuhan dengan mengatakan:" saya bersedia menikah dengannya!". Ia memandangi sang kekasih memakaikan cincin ke tangan wanita itu, kemudian memandangi mereka berciuman dengan mesranya lalu mengalirlah air mata sedih sang kupu-kupu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pedih hati Tuhan menarik napas:"Apakah kamu menyesal?". Sang kupu-kupu mengeringkan air matanya:"Tidak" . Tuhan lalu berkata di sertai seberkas kegembiraan: "Besok kamu sudah dapat kembali menjadi dirimu sendiri". Sang kupu-kupu menggeleng-gelengkan kepalanya:"Biarkanlah aku menjadi kupu-kupu seumur hidup".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kehilangan merupakan takdir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pertemuan yang tidak akan berakhir selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai seseorang tidak harus memiliki, namun memiliki seseorang maka harus baik-baik mencintainya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-8823282462393269124?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/8823282462393269124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/sebuah-penantian-yang-panjang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/8823282462393269124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/8823282462393269124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/sebuah-penantian-yang-panjang.html' title='Sebuah Penantian Yang Panjang'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-7718647681981976112</id><published>2009-01-31T17:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T17:26:06.578-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Besi dan Air</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com        &lt;br /&gt;Ada 2 benda yang bersahabat karib yaitu besi dan air.&lt;br /&gt;Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Ia sering menyombong kepada sahabatnya :&lt;br /&gt;"Lihat ini aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang lemah dan lunak"&lt;br /&gt;Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya.&lt;br /&gt;Suatu hari besi menantang air berlomba untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan yang ada di sana.&lt;br /&gt;Aturannya : " Barang siapa dapat melewati gua itu dengan selamat tanpa terluka maka ia dinyatakan menang"&lt;br /&gt;Besi dan airpun mulai berlomba :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rintangan pertama mereka ialah mereka harus melalui penjaga gua itu yaitu batu-batu yang keras dan tajam. Besi mulai menunjukkan kekuatannya, Ia menabrakkan dirinya ke batu-batuan itu.Tetapi karena kekerasannya batu-batuan itu mulai runtuh menyerangnya dan besipun banyak terluka di sana sini karena melawan batu-batuan itu.&lt;br /&gt;Air melakukan tugasnya ia menetes sedikit demi sedikit untuk melawan bebatuan itu, ia lembut mengikis bebatuan itu sehingga bebatuan lainnya tidak terganggu dan tidak menyadarinya, ia hanya melubangi seperlunya saja untuk lewat tetapi tidak merusak lainnya.&lt;br /&gt;Score air dan besi 1 : 0 untuk rintangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rintangan kedua mereka ialah mereka harus melalui berbagai celah sempit untuk tiba di dasar gua. Besi merasakan kekuatannya, ia mengubah dirinya menjadi mata bor yang kuat dan ia mulai berputar untuk menembus celah-celah itu. Tetapi celah-celah itu ternyata cukup sulit untuk ditembus, semakin keras ia berputar memang celah itu semakin hancur tetapi iapun juga semakin terluka.&lt;br /&gt;Air dengan santainya merubah dirinya mengikuti bentuk celah-celah itu. Ia mengalir santai dan karena bentuknya yang bisa berubah ia bisa dengan leluasa tanpa terluka mengalir melalui celah-celah itu dan tiba dengan cepat didasar gua.&lt;br /&gt;Score air dan besi 2 : 0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rintangan ketiga ialah mereka harus dapat melewati suatu lembah dan tiba di luar gua.&lt;br /&gt;Besi kesulitan mengatasi rintangan ini, ia tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya ia berkata kepada air : "Score kita 2 : 0, aku akan mengakui kehebatanmu jika engkau dapat melalui rintangan terakhir ini !"&lt;br /&gt;Airpun segera menggenang sebenarnya ia pun kesulitan mengatasi rintangan ini,tetapi kemudian ia membiarkan sang matahari membantunya untuk menguap. Ia terbang dengan ringan menjadi awan, kemudian ia meminta bantuan angin untuk meniupnya kesebarang dan mengembunkannya. Maka air turun sebagai hujan.&lt;br /&gt;Air menang telak atas besi dengan score 3 : 0&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jadikanlah hidupmu seperti air&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan karena dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembus bebatuan yang keras.&lt;br /&gt;Ingat hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih bukan dengan paksaan dan kekerasan. Kekerasan hanya menimbulkan dendam dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, ia flexibel dan tidak kaku karena itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang bertentangan dengan dia.&lt;br /&gt;Air tidak putus asa, Ia tetap mengalir meskipun melalui celah terkecil sekalipun. Ia tidak putus asa.&lt;br /&gt;Dan sekalipun air mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya, padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-7718647681981976112?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/7718647681981976112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/besi-dan-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7718647681981976112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7718647681981976112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/besi-dan-air.html' title='Besi dan Air'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-2553121088201628077</id><published>2009-01-31T17:14:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T17:15:11.407-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Menghitung Berkat</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com          &lt;br /&gt;Berbicara masalah berkat kadangkala sangat berhubungan dengan bagaimana kita mengucap syukur. Suatu berkat dalam pandangan manusia sering diartikan mendapat sesuatu yang jarang dia peroleh dan sesuatu yang dia peroleh membuat dia sangat bersukacita. Bisa dicontohkan mungkin berkat itu bisa berupa kenaikan jabatan, menang undian dengan jumlah besar atau mendapat hadiah yang sangat mahal dari salah seorang teman. Namun akankah menjadi berkat kalau suatu hari kita mengalami suatu kejadian buruk seperti ban sepeda motor bocor saat akan berangkat kerja, anak mendadak sakit sampai harus di rawat dirumah sakit atau mungkin kita di PHK dari tempat kerja kita dengan alasan yang tidak jelas. Dapatkah kita atas semua kejadian itu menganggapnya sebagai berkat tersembunyi dari Tuhan sehingga walaupun menyakitkan kita tetap bisa mengucap syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai umat beragama, Tuhan mengajarkan kita untuk tetap mengucap syukur dalam segala keadaaan, entah kita sedang bahagia atau susah, diberkati atau tidak diberkati kita tetap harus mengucap syukur atas segala sesuatu yang Tuhan ijinkan terjadi atas hidup kita. sesungguhnya tanpa sadar setiap hari kita diberkati Tuhan dengan penuh kelimpahan. Kalau hari ini kita bisa menghirup udara dengan bebas, darah kita tidak bermasalah dan kita bisa bekerja dan beraktifitas sesuka kita, itu merupakan berkat dari Tuhan. Hari ini banyak orang dirumah sakit hidupnya tergantung dari tabung oksigen untuk dia bernafas, ada juga orang yang hidupnya tergantung dari transfusi darah orang lain karena ginjalnya sudah rusak dan beberapa orang lain yang kurang beruntung harus melakukan segala sesuatu diatas kursi roda karena kakinya lumpuh. Ada banyak berkat yang luar biasa Tuhan berikan kepada kita setiap hari, namun karena kita sudah terlalu sering menerima itu kadang kita tidak bisa mengucap syukur untuk berkat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang berharga baru terasa berarti saat kita kehilangan sesuatu tersebut. Uang atau kekayaan bila hilang kita masih bisa mencarinya, namun waktu dan berkat yang Tuhan berikan kalau kita tidak bisa menggunakan dengan baik, maka berkat dan waktu itu akan hilang dan kita tidak bisa mendapatkannya kembali. Jangan fokus akan sesuatu yang buruk yang senantiasa terjadi atas hidup kita, namun fokuslah akan segala berkat yang boleh kita miliki hari ini. Kalaupun kita merasa Tuhan tidak memberkati hari ini tetaplah mengucap syukur karena Dia mengajarkan kita untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala keadaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-2553121088201628077?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/2553121088201628077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/menghitung-berkat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/2553121088201628077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/2553121088201628077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/menghitung-berkat.html' title='Menghitung Berkat'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-7330559605576379170</id><published>2009-01-30T23:53:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T00:00:24.159-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Katak dan Hujan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;http://renungan-indah.blogspot.com&lt;br /&gt;Katak dan Hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak&lt;br /&gt;ketika langit tiba-tiba gelap.&lt;br /&gt;"Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?"&lt;br /&gt;ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya.&lt;br /&gt;Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku," ucap sang induk kemudian. "Itu bukan pertanda kebinasaan kita.&lt;br /&gt;Justru, itu tanda baik." jelas induk katak sambil terus membelai. Dan&lt;br /&gt;anak katak itu pun mulai tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup&lt;br /&gt;kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan.&lt;br /&gt;Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan&lt;br /&gt;menakutkan buat si katak kecil. "Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita&lt;br /&gt;tunggu-tunggu? " tanya&lt;br /&gt;     si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku. Itu cuma angin," ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. "Itu&lt;br /&gt;juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!" tambahnya begitu&lt;br /&gt;menenangkan. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati&lt;br /&gt;tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.&lt;br /&gt;"Blarrr!!!" suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian&lt;br /&gt;menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi&lt;br /&gt;bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh&lt;br /&gt;induknya. Tapi juga gemetar. "Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!"&lt;br /&gt;ucapnya sambil terus memejamkan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sabar, anakku!" ucapnya sambil terus membelai. "Itu cuma petir. Itu&lt;br /&gt;tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah.&lt;br /&gt;Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena&lt;br /&gt;hujan tak lama lagi datang," ungkap sang induk katak begitu tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba&lt;br /&gt;mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan&lt;br /&gt;dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia&lt;br /&gt;berteriak kencang, "Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     ***************&lt;br /&gt;     Pesan Moril :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan. Ia&lt;br /&gt;tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh&lt;br /&gt;dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan.&lt;br /&gt;Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin&lt;br /&gt;yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal,&lt;br /&gt;itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar apa yang diucapkan induk katak: jangan takut melangkah, jangan&lt;br /&gt;sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu,&lt;br /&gt;pasti akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan. Sekali lagi, bersama&lt;br /&gt;kesukaran ada kemudahan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-7330559605576379170?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/7330559605576379170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/katak-dan-hujan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7330559605576379170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/7330559605576379170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/katak-dan-hujan.html' title='Katak dan Hujan'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-5533073045569502358</id><published>2009-01-30T17:11:00.000-08:00</published><updated>2009-01-30T17:12:20.258-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Besarnya Jasa Ibu</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com        &lt;br /&gt;Apa yang paling dinanti seorang wanita yang baru saja menikah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah  pasti jawabannya adalah : k-e-h-a-m-i- l-a-n.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa jauh pun jalan yang harus ditempuh, Seberat apa pun langkah yang mesti diayun, Seberapa lama pun waktu yang harus dijalani, Tak kenal menyerah demi mendapatkan satu kepastian dari seorang bidan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;p-o-s-i-t-i- f.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski  berat,  tak  ada yang membuatnya mampu bertahan hidup kecuali  benih dalam kandungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangis,  tertawa, sedih dan bahagia tak  berbeda baginya, karena ia lebih mementingkan apa yang dirasa si  kecil di perutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali  ia  bertanya  :  menangiskah  ia? Tertawakah  ia? Sedihkah atau bahagiakah ia di dalam sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika waktunya tiba, tak ada yang mampu menandingi cinta yang pernah diberikannya, ketika itu mati pun akan dipertaruhkannya asalkan generasi penerusnya itu bisa terlahir ke dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa  sakit pun sirna, ketika mendengar  tangisan pertama si buah hati, tak peduli darah dan keringat yang  terus bercucuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik itu, sebuah episode cinta baru saja berputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang lebih membanggakan untuk diperbincangkan selain anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak satu pun tema yang paling menarik untuk didiskusikan bersama rekan sekerja, teman sejawat, kerabat maupun keluarga, kecuali anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si  kecil  baru  saja  berucap  "Ma?"  segera  ia  mengangkat telepon untuk mengabarkan ke semua yang ada di daftar  telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat  baru pertama berdiri, ia pun berteriak histeris, antara  haru, bangga dan sedikit takut si kecil terjatuh dan luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari   pertama sekolah adalah saat pertama kali matanya menyaksikan langkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;awal kesuksesannya. Meskipun disaat yang sama, pikirannya terus menerawang dan bibirnya tak lepas berdoa, berharap sang suami tak terhenti rezekinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar langkah kaki kecil itu pun tak terhenti di  tengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi  anak", "Untuk anak", menjadi alasan utama ketika ia berada di  pasar berbelanja keperluan si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat  ia  berada  di  pesta  seorang   kerabat atau keluarga dan membungkus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa potong makanan dalam tissue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  selalu  mengingat  anaknya  dalam setiap suapan nasinya, setiap gigitan kuenya, setiap kali hendak berbelanja baju untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak  jarang,  ia  urung  membeli  baju  untuk  dirinya sendiri dan berganti mengambil  baju untuk anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, baru kemarin sore ia membeli baju si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski  pun,  terkadang ia harus berhutang. Lagi-lagi atas satu alasan, demi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat pusing pikirannya mengatur keuangan yang serba terbatas, periksalah catatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kertas kecil itu tertulis: 1. Beli susu anak; 2. Uang sekolah anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor  urut  selanjutnya  baru  kebutuhan  yang  lain.  Tapi jelas di situ, kebutuhan anak senantiasa menjadi  prioritasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan,  tak  ada  beras  di  rumah pun tak mengapa, asalkan  susu si kecil tetap terbeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takkan dibiarkan si kecil menangis, apa  pun akan dilakukan agar senyum dan tawa riangnya tetap terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjadi guru yang tak pernah digaji, menjadi pembantu yang tak pernah dibayar, menjadi pelayan yang sering terlupa dihargai, dan menjadi babby sitter yang paling setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali  ia  menjelma  menjadi  puteri salju yang bernyanyi merdu menunggu suntingan sang pangeran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokannya  ia  rela  menjadi  kuda  yang  meringkik, berlari mengejar dan menghalau musuh agar tak mengganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau ketika ia dengan lihainya menjadi seekor kelinci yang melompat-lompat mengelilingi kebun, mencari wortel untuk makan sehari-hari. Hanya tawa dan jerit lucu yang ingin didengarnya dari kisah-kisah yang tak pernah absen didongengkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantuk dan lelah tak lagi dihiraukan, walau harus menyamarkan suara menguapnya dengan auman harimau. Atau berpura-pura si nenek sihir terjatuh dan mati sekadar untuk bisa memejamkan mata barang sedetik. Namun, si kecil belum juga terpejam dan memintanya menceritakan dongeng ke sekian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kantuknya, ia pun terus mendongeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak  ada  yang  dilakukannya  di  setiap  pagi  sebelum  menyiapkan sarapan anak-anak yang akan berangkat ke kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak satu pun yang paling  ditunggu kepulangannya selain suami dan anak-anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tercinta.  Serta   merta  kalimat,  "sudah makan belum?" tak lupa terlontar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat baru saja memasuki rumah. Tak peduli meski si kecil yang dulu kerap ia timang dalam dekapannya itu, sekarang sudah menjadi orang dewasa yang bisa saja membeli makan siangnya sendiri di kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari  ketika  si  anak  yang  telah  dewasa  itu  mampu mengambil keputusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terpenting   dalam   hidupnya,   untuk   menentukan   jalan  hidup  bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pasangannya, siapa yang paling menangis? Siapa yang lebih dulu menitikkan air mata? Lihatlah sudut matanya, telah menjadi samudera air mata dalam sekejap. Langkah beratnya ikhlas mengantar buah hatinya ke kursi pelaminan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menangis melihat anaknya tersenyum bahagia dibalut gaun pengantin. Di saat itu, ia pun sadar, buah hati yang bertahun-tahun menjadi kubangan curahan cintanya itu tak lagi hanya miliknya. Ada satu hati lagi yang tertambat, yang dalam harapnya ia berlirih, "Masihkah kau anakku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat senja tiba. Ketika keriput di tangan dan wajah mulai berbicara tentang usianya. Ia pun sadar, bahwa sebentar lagi masanya kan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu pinta yang sering terucap dari bibirnya, "Bila ibu meninggal, ibu ingin anak-anak ibu yang memandikan. Ibu ingin dimandikan sambil dipangku kalian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, imam shalat  jenazah pun ia meminta dari salah satu anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agar  tak  percuma ibu mendidik kalian menjadi anak yang shalih &amp;amp; shalihat sejak kecil," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh ibu, semoga saya bisa menjawab pintamu itu kelak. Bagaimana mungkin saya tak ingin memenuhi pinta itu? Sejak saya kecil ibu telah mengajarkan arti cinta sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibulah madrasah cinta saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibulah sekolah yang hanya punya satu mata pelajaran, yaitu "cinta".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah yang hanya punya satu guru yaitu "pecinta".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah yang semua murid-muridnya diberi satu nama: "anakku tercinta".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-5533073045569502358?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/5533073045569502358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/besarnya-jasa-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5533073045569502358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5533073045569502358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/besarnya-jasa-ibu.html' title='Besarnya Jasa Ibu'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-6496284124296828363</id><published>2009-01-30T17:04:00.000-08:00</published><updated>2009-01-30T17:07:27.504-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Bagaimana Kita Memandang</title><content type='html'>Beberapa tahun yang silam,seorang pemuda terpelajar dari semarang sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta . Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?" tanya si Pemuda.&lt;br /&gt;" Oh... Saya mau ke Jakarta terus "connecting flight" ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua" jawab ibu itu.&lt;br /&gt;" Wouw..... hebat sekali putra ibu" pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu? Bagaimana dengan kakak-adik adik nya?&lt;br /&gt;" Oh ya tentu " si Ibu bercerita :"Anak saya yang kedua seorang dokter di Malang , yang ketiga Kerja di Perkebunan di Lampung, yang keempat menjadi arsitek di Jakarta, yang kelima menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke enam menjadi Dosen di Semarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke enam.&lt;br /&gt;" terus bagaimana dengan anak pertama ibu ?"&lt;br /&gt;Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab,&lt;br /&gt;" anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak". Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar nak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu segera menyahut, "Maaf ya Bu..... kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di&lt;br /&gt;pekerjaannya, sedang dia menjadi petani "?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tersenyum ibu itu menjawab,&lt;br /&gt;" Ooo ...tidak tidak begitu nak....&lt;br /&gt;Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;Janganlah kita cepat mengambil kesimpulan dari apa yang kita lihat dan kita rasakan. Karena apa yang kita bayangkan belum tentu benar...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-6496284124296828363?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/6496284124296828363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/bagaimana-kita-memandang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/6496284124296828363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/6496284124296828363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/bagaimana-kita-memandang.html' title='Bagaimana Kita Memandang'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-5176256425608530403</id><published>2009-01-30T17:00:00.000-08:00</published><updated>2009-01-30T17:02:18.190-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita motivasi'/><title type='text'>Ada Tetesan Setelah Tetesan Terakhir</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com                        &lt;br /&gt;Pasar malam dibuka di sebuah kota . Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Hingga tetes terakhir', pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia kuat lalu menantang para penonton: "Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras... dan menekan sisa jeruk... tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : "Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. "Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung." Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras... dan "ting!" setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, "Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begini," jawab wanita itu, "Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku. Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku".&lt;br /&gt;"Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta "kebutuhan yang keluargaku perlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;"Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya", demikian kata seorang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-5176256425608530403?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/5176256425608530403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/ada-tetesan-setelah-tetesan-terakhir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5176256425608530403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5176256425608530403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/ada-tetesan-setelah-tetesan-terakhir.html' title='Ada Tetesan Setelah Tetesan Terakhir'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-3553252051162022840</id><published>2009-01-30T16:56:00.000-08:00</published><updated>2009-01-30T16:57:25.068-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><title type='text'>Hadiah Cinta</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com            &lt;br /&gt;Bisa saya melihat bayi saya?" Pinta ibu yang baru melahirkan anaknya, saat bayi diberikan kepadanya, sesuatu yang mengagetkan terjadi, bayi dalam gendongan itu dilahirkan tanpa kedua belah daun telinga, meski begitu si ibu tetap menimang sayang bayinya, waktu membuktikan, meski terlihat aneh dan buruk pendengaran anak itu bekerja dengan sempurna dan dengan kasih sayang dan dorongan semangat orang tuanya, ia menjadi pemuda tampan yang cerdas, ia juga pandai bergaul sehingga disukai teman-temannya, ia juga mengembangkan bakat di bidang musik sehingga tumbuh menjadi remaja pria yang disegani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ayah lelaki itu bertemu dengan seorang dokter "Saya bisa memindahkan sepasang daun telinga untuk putra bapak, tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan daun telinganya, maka orang tua lelaki itu mulai mencari, siapa yang mau mendonorkan daun telinganya kepada anak mereka, beberapa bulan sudah berlalu, tibalah saatnya mereka memanggil anak lelaki itu,"Nak, seseorang yang tidak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan daun telingannya kepadamu, kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk operasi, namun semua ini sangatlah rahasia" kata si ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi berjalan dengan sukses, wajahnya yang tampan, ditambah kini sudah punya daun telinga membuat ia terlihat menawan, ditambah bakat musiknya, dia makin disegani dan mampu meraih menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Kecerdasannya kemudian membuat ia diterima bekerja sebagai diplomat, ia sangat ingin berterimakasih kepada orang yang mendonorkan daun telinga "Ya aku harus mengetahui, siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua kepadaku, ia telah berbuat sesuatu yang besar, namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah yakin kau tidak bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan daun telinga itu, setelah terdiam sesaat, ayahnya melanjutkan "sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini. Tahun berganti rahasia tetap tersimpan rapi, hingga suatu hari sesuatu yang menyedihkan bagi keluarga itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenasah ibunya yang baru saja meninggal, dengan perlahan ayah membelai rambut ibu yang terbujur kaku lalu menyibaknya sehingga sesuatu yang mengejutkan si anak terjadi, ternyata si ibu tidak memiliki daun telinga. "Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya dan tak seorangpun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kenyataan bahwa daun telinga ibunya yang didonorkan, meledaklah tangis si anak, ia merasakan bahwa cinta sejati ibunyalah yang membuat ia bisa seperti saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui namun pada apa yang telah dikerjakan tapi tidak diketahui. Kisah pengorbanan ibu tadi adalah wujud sebuah cinta sejati yang tidak bisa dinilai dan digantikan dengan apapun. Inilah makna sesungguhnya dari sebuah cinta yang murni, cinta seorang ibu kepada anaknya tanpa pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari tebarkan cinta dengan ketulusan dan keiklasan, kita akan menemukan kebahagiaan sejati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-3553252051162022840?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/3553252051162022840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/hadiah-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/3553252051162022840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/3553252051162022840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/hadiah-cinta.html' title='Hadiah Cinta'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-2840239181544473464</id><published>2009-01-30T16:33:00.000-08:00</published><updated>2009-01-30T16:40:20.942-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><title type='text'>Cinta Tak Harus Berwujud Bunga</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com           &lt;br /&gt;Cinta Tidak Selalu Harus Berwujud "Bunga"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta  berperasaan halus. Saya merindukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa ?", tanya suami saya dengan terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan," jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya suami saya bertanya," Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiran kamu ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan merubah pikiran saya:&lt;br /&gt;Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung. Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia termenung dan akhirnya berkata,"Saya akan memberikan jawabannya besok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu ' teman baik kamu ' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi aneh'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing gunung itu hanya untuk mati.. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir menangisi kematian saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetapberusaha untuk terus membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu.&lt;br /&gt;Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-2840239181544473464?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/2840239181544473464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/cinta-tak-harus-berwujud-bunga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/2840239181544473464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/2840239181544473464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/cinta-tak-harus-berwujud-bunga.html' title='Cinta Tak Harus Berwujud Bunga'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-5682448566534272361</id><published>2009-01-30T02:47:00.000-08:00</published><updated>2009-01-30T02:54:36.285-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><title type='text'>Pojok Nakal...</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com          &lt;br /&gt;Selalu ada ruang pujian bagi diri kita namun kadang tak tersedia ruang untuk segala kesalahan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah materi menarik ketika saya menonton talk show Oprah Winfrey di television, pada suatu pagi di saat saya sedang suntuk dengan kelakuan adik bungsu saya yang masih berusia 3 tahun. Dalam talk show tersebut, Oprah menghadiran seorang bintang tamu yaitu Super Nanny, dia adalah pengasuh anak paling laris di Amerika. Konon katanya sudah ratusan kali Nanny berhasil menghadapi tingkah laku anak - anak yang 'nyeleneh' dalam arti hyperactive, kasar, nakal &amp;amp; susah diatur. Nanny hanya mengajarkan satu hal pada anak-anak itu, yaitu: Minta maaf &amp;amp; mengakui kesalahan serta berjanji tidak akan mengulanginya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Super Nanny tidak menggunakan kekerasan fisik, yang sering kita temui pada masyarakat umumnya, dalam mendidik anak-anak 'nakal' itu. Tapi dia menggunakan method, 'tempat nakal'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat Nakal bisa berupa carpet nakal, bangku nakal, atau kolong nakal. Di sekitar tempat nakal itu tidak dibangun 'benteng' berupa apapun. Jadi sebenarnya anak-anak itu bisa saja kabur namun mereka tidak bisa pergi karena Nanny mengawasi gerak-gerik mereka. Anak-anak yang bertingkah kelewat batas akan dimasukkan dalam tempat nakal itu. Mereka tidak boleh dipukul, tidak boleh dimaki kasar apalagi dibentak-bentak. Yang Nanny lakukan hanya meletakkan mereka di tempat nakal itu &amp;amp; diam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanny tidak menghiraukan bila anak -anak itu menangis meraung, memukul-mukulnya bahkan berkata kasar padanya. Nanny hanya berkata, "kamu harus diam di sini sampai kamu sadar apa kesalahan kamu." setelah itu Nanny pergi. Dia akan kembali menghampiri anak-anak itu bila mereka berhenti menangis. Dia akan mengeluarkan mereka dari tempat nakal bila sudah meminta maaf pada orang yang telah mereka jahati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Nanny akan memeluk mereka, mengelus punggung mereka penuh kasih sayang lalu memuji tindakan mereka yang mau meminta maaf. Setelah situasi sudah sedikit membaik, Nanny mulai memberikan pengertian apa kesalahan yang telah mereka perbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba untuk menerapkannya pada adik bungsuku yang memang sudah mulai terlihat bandel. Aku meletakkannya ke pojok nakal yang ada di dalam kamar mamaku. Aku melakukan itu karena ia memukul wajah mama dengan sangat keras ketika tidak dibelikan mobil-mobilan. Saat aku meletakkan dia di pojok nakal, ia memukulku, aku mencoba diam, meniru sikap Nanny. Adikku berontak, ia berlari keluar kamar &amp;amp; aku menariknya kembali ke pojok nakal. Sampai empat kali seperti itu &amp;amp; adikku capek sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bilang aku jahat! Dia menangis sedih, sebenarnya hatiku pilu mendengar itu semua. Tapi aku tetap pada pendirianku. Setelah adikku diam dari tangis, aku menghampirinya &amp;amp; berspeculation, "apa Ucha tahu apa kesalahan Ucha? Ucha tahu kenapa Ucha masuk ke pojok nakal?" tanyaku dengan keyakinan kalau anak umur 3 tahun sudah paham apa yang kita katakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan adikku menggeleng. Perlahan aku menjelaskan kesalahan yang ia perbuat, aku lakukan berulang-ulang sampai aku bilang, "Ucha ngerti kalau Ucha salah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengangguk. Aku melanjutkan kalimatku, "kalau begitu, Ucha harus minta maaf, ya, sama mama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya... mama... maafin Ucha, ya," ujar adikku masih dengan isak tangis.&lt;br /&gt;Mamaku sedang ada di ruang tamu. Aku memeluk adikku erat &amp;amp; membimbing dia keluar dari pojok nakal. Aku menggendongnya &amp;amp; membawanya ke hadapan mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat melihat mama, adikku langsung memeluk mama &amp;amp; berpindah tempat gendongan. Ia tidak menangis meraung lagi, hanya air matanya saja masih menitik.&lt;br /&gt;"Ayo Ucha, minta maaf lagi di depan mama," ulangku.&lt;br /&gt;"Ma... ma... Uchanya minta maaf..." ujar adikku yang membuat gemas.&lt;br /&gt;Aku &amp;amp; mama menciumi pipinya. Diam-diam aku salut juga dengan caranya Nanny mendidik anak nakal. Terbukti setelah beberapa kali aku memasukkan adikku ke pojok nakal, adikku jadi lebih mudah diatur &amp;amp; bisa dinasehati dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak perlu dibentak lagi. Secara tidak langsung sikap ini bisa menimbulkan jiwa lembut pada anak serta mengajarkan anak untuk terus instropeksi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih hebat lagi, adikku sama sekali tidak takut kalau dia duduk sendirian di pojok ruangan manapun kecuali bila aku bilang, "itu adalah pojok nakal. Tempat anak nakal berada."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu aku selalu memberikan ia pilihan ketika ia susah sekali disuruh makan sayur, "mau menjadi anak baik atau anak nakal? Kalau anak baik harus rajin makan sayur. Ucha anak baik atau anak nakal?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan adikku selalu menjawab, "Ucha anak baik!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini kulihat Ucha tidur terlelap setelah aku mendongenginya sebuah kisah tentang Pangeran Ucha, ya, namanya sendiri. Aku ingin ia bangga pada dirinya namun ia juga sadar pada kelemahan &amp;amp; kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku terpejam. Tersersit tanya yang mengiris hati. "Apakah aku sudah seperti Ucha? Yang mampu mengakui kesalahanku sendiri? Yang berdiam diri di pojok nakal untuk instropeksi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya aku juga butuh duduk sendirian di pojok nakal &amp;amp; kita semua sebagai manusia dewasa memang butuh sesekali untuk duduk di pojok nakal. Menemukan kesalahan kita &amp;amp; segeralah meminta maaf. Jadi teringat sebuah syair sebelum aku terlelap malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia di dunia pasti punya kesalahan hanya yang berjiwa pemberani yang mau mengakui...&lt;br /&gt;Betapa bahagianya punya banyak teman betapa indahnya&lt;br /&gt;Betapa bahagianya bisa saling menyayangi....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.bisnis5milyar.net/?id=bisnishalal&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3728430126006753446-5682448566534272361?l=renungan-indah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renungan-indah.blogspot.com/feeds/5682448566534272361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/pojok-nakal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5682448566534272361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3728430126006753446/posts/default/5682448566534272361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renungan-indah.blogspot.com/2009/01/pojok-nakal.html' title='Pojok Nakal...'/><author><name>Nurchaeriyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11012383577837939476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_wapBg3JnNqs/SQGafbk5VrI/AAAAAAAAAAk/jePHA32vQeU/S220/wife3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3728430126006753446.post-5728518728794320878</id><published>2009-01-30T01:55:00.000-08:00</published><updated>2009-01-30T02:03:22.104-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chicken soup for the soul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><title type='text'>sekuntum mawar merah</title><content type='html'>http://renungan-indah.blogspot.com        &lt;br /&gt;Ada seorang jejaka yang selalu menghabiskan masanya di perpustakaan pada waktu lapang. Dia amat suka membaca novel &amp;amp; buku cerita sampai suatu hari dia menemukan sebuah novel yang ada tertulis nama &amp;amp; alamat seorang gadis di salah satu sampulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertulis di situ "Catrina... kesepian &amp;amp; perlukan sahabat".Tergerak hati jejaka untuk mengutus surat kepada si gadis. Setelah pulang ke rumah, jejaka itu menulis surat untuk memberitahu niat ingin berteman dengan gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian si jejaka mendapat balasan dari gadis bahawa dia juga setuju untuk berteman dengan si jejaka. Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan.Persahabatan mulai berganti kepada perasaan sayang. Namun begitu masing-masing masih belum bertemu. Si jejaka ingin sekali bertemu si gadis dan begitu juga dengan si gadis. Walaupun kedua-keduanya masih belum melihat rupa masing-masing, tapi perasaan sayang telah bersemi di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu hari, si jejaka dipanggil oleh bala tentera untuk pergi ke medan perang. Si jejaka amat susah hati karena dia takut kalau dia tidak akan bertemu dengan si gadis. Maka di tulisnya surat berbunyi "kalau Tuhan panjangkan jodoh kita, dan kamu masih sayang padaku,kita berjumpa di stasiun kereta api.  Aku akan memakai pakaian tenteraku dan membawa sekuntum mawar berwarna merah. Aku akan mengenali kamu seandainya kamu juga memegang bunga mawar merah. Setelah itu izikanlah aku membawa mu makan malam dan bertemu orang tuaku." Maka pergi lah jejaka ke medan perang setelah mengutuskan surat itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Beberapa bulan kemudian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari pengumuman perang selesai, si jejaka pergi ke stasiun kereta api di  tempat si gadis tinggal sambil memegang bunga di tangan. Dilihatnya seorang demi seorang gadis yang lalu sekiranya dia turut memegang bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba.. si jejaka melihat seorang gadis yang agak berisi dan duduk di kerusi roda sambil melihat sekeliling. Kakinya kudung dan tanganny
